Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sekitar Dieng

8 Kawah Yang Berada di Sekitar Kawasan Pegunungan Dieng

1. Kawah sikidang merupakan lapangan perkawahan di Dataran Tinggi Dieng yang berada paling dekat dengan kawasan percandian Dieng. Kawah ini terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Posisinya berada di sebelah timur dari Bukit Pangonan, berdekatan dengan Kawah Sibanteng. 2. Kawah sileri merupakan kawah vulkanik aktif yang berada di wilayah Dataran Tinggi Dieng. Kawah ini terletak di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah 3. Kawah candradimuka Merupakan kawah vulkanik aktif yang terletak di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, di kawasan Dataran Tinggi Dieng 4. Kawah sinila merupakan salah satu kawah vulkanik aktif yang berada di sebelah utara pusat Kecamatan Batur, Banjarnegara, tepatnya di perbatasan tiga desa: Batur, Sumberejo, dan Pekasiran. Lubang kawah Sinila berupa danau kecil yang berada pada suatu cekungan. 5. Kawah sibanteng merupakan salah satu kawah aktif di Dataran Tinggi Di...

6 Puncak Menarik di Kawasan Pegunungan Dieng

1. Puncak GUNUNG BISMA 2. Puncak BUKIT SIKUNIR 2. Puncak BUKIT SEROJA 4. Puncak GUNUNG PANGONAN 5. Puncak GUNUNG PRAU 6. Puncak GUNUNG PAKUWOJO

Menyingkap Pesona Candi-Candi Dieng Yang Menjadi Jejak Peradaban Tertua di Kahyangan Jawa

​Menyusuri Dataran Tinggi Dieng bukan sekadar menikmati lanskap perbukitan hijau dan hawa dingin yang menusuk tulang. Di balik kabut tipis yang kerap menyelimuti wilayah berketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut ini, tersimpan warisan sejarah megah abad ke-8 Masehi. Kompleks Candi Dieng berdiri sebagai saksi bisu keagungan Dinasti Sanjaya dan menjadi salah satu kompleks candi Hindu tertua yang masih berdiri kokoh di Pulau Jawa. ​Nama Dieng sendiri dipercaya berasal dari bahasa Sanskerta, Di (tempat yang tinggi atau gunung) dan Hyang (dewata), yang berarti "Kahyangan" atau tempat tinggal para dewa. Pemilihan lokasi yang tinggi ini tidak lepas dari filosofi Hindu kuno, di mana tempat yang lebih tinggi dianggap paling dekat dengan pencipta dan para dewa. Kompleks Candi Arjuna yang menjadi pusat kebudayaan di Dataran Tinggi Dieng merupakan pusat dari seluruh kelompok candi di Dieng yang terletak di Kompleks Candi Arjuna. Di kawasan seluas sekitar satu hektar ini...

Menjelajahi Pesona "Negeri di Atas Awan" yang Magis

​Bagi para pemburu kabut dan pencinta kedamaian, nama Wonosobo pasti sudah tidak asing lagi. Kabupaten yang terletak di tengahnya Jawa Tengah ini seperti memiliki magnet tersendiri. Dikelilingi oleh Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, Wonosobo yang menawarkan pelarian sempurna dari hiruk-pikuk perkotaan. Julukan "Negeri di Atas Awan" pun bukan sekadar bualan romantis, melainkan sebuah realitas visual yang akan mudah ditemui begitu menapakkan kaki di dataran tingginya. ​Berikut beberapa alasan mengapa Wonosobo selalu sukses memikat siapa saja yang berkunjung. ​~Dieng: Sang Singgasana di Balik Awan ​Titik pusat dari julukan "Negeri di Atas Awan" berada di Dataran Tinggi Dieng. Berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, Dieng menyajikan fenomena alam yang luar biasa. Pada pagi hari, kabut tebal akan menyelimuti lembah dan perkampungan, menyisakan puncak-puncak bukit yang menyembul di permukaan. Berdiri di sini seakan merasa sedang berdiri di ata...

Mengenal Sedikit Candi Gatotkaca Dieng

Candi Gatotkaca termasuk salah satu candi Hindu yang berada di Dataran Tinggi Dieng, di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Candi ini terletak di sebelah barat Kompleks Percandian Arjuna, di tepi jalan ke arah Candi Bima, di seberang Museum Dieng Kailasa. Nama Gatotkaca sendiri diberikan oleh penduduk dengan mengambil nama tokoh wayang dari cerita Mahabarata. Candi-candi ini merupakan Candi Hindu yang beraliran Syiwa, yang diperkirakan dibangun antara akhir abad ke-8 sampai awal abad ke-9, dan diduga sebagai candi tertua di Pulau Jawa. Sebelumnya kelompok candi ini terdiri dari Candi Setyaki, Nakula, Sadewa, Petruk, Nalagareng dan Gatotkaca Antawirya, tetapi sekarang hanya Candi Gatotkaca yang masih berdiri, dan dikelompokan dalam keadaan rusak, kemudian dipugar oleh kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala (BPCB) Jawa Tengah pada Tahun 1979.

Menyambut Keindahan Sunrise di Gunung Pakuwojo Dieng

Di balik sejuknya udara Dataran Tinggi Dieng, berdiri megah Gunung Pakuwojo, sebuah destinasi yang menawarkan ketenangan alam dan panorama yang memikat hati. Gunung yang berada di kawasan Desa Tieng, Kabupaten Wonosobo ini menjadi salah satu pilihan terbaik bagi para pecinta alam yang ingin menikmati keindahan pegunungan tanpa hiruk-pikuk keramaian. Gunung Pakuwojo memiliki ketinggian sekitar 2.431 meter di atas permukaan laut dan dikenal dengan batu besar berbentuk menyerupai paku yang menjadi asal-usul namanya. Perjalanan menuju puncak dipenuhi hamparan ladang warga, padang ilalang, dan udara pegunungan yang begitu segar. Di sepanjang jalur pendakian, suara burung berpadu dengan semilir angin yang menenangkan, menciptakan suasana damai yang membuat setiap langkah terasa berharga. Saat musim kemarau, kawasan bekas kawah purba berubah menjadi hamparan sabana yang luas dan mempesona, menghadirkan panorama alam yang begitu indah. Puncak keindahan Gunung Pakuwojo hadir ketika fajar mulai ...

Menawannya Pagi Hari di Gardu Pandang Setieng

Pagi di Gardu Pandang Setieng selalu menghadirkan pesona yang sulit dilupakan. Saat langit masih diselimuti warna kebiruan dan udara pegunungan terasa begitu sejuk, perlahan cahaya mentari mulai muncul dari balik jajaran gunung. Sinar keemasan menyapu lembut perbukitan hijau, ladang-ladang bertingkat, serta rumah-rumah penduduk yang masih tampak tenang. Embun yang menempel di dedaunan berkilau diterpa cahaya pagi, menciptakan pemandangan yang begitu damai. Dari ketinggian sekitar 1.789 meter di atas permukaan laut, Gardu Pandang Setieng menjadi salah satu tempat terbaik untuk menikmati panorama Dataran Tinggi Dieng. Ketika cuaca cerah, hamparan pegunungan dan lembah terlihat begitu luas. Pada musim kemarau, tidak jarang lautan awan putih menggantung di antara perbukitan, menghadirkan suasana bak negeri di atas awan. Keindahan inilah yang membuat banyak wisatawan rela datang sebelum matahari terbit untuk menyaksikan momen istimewa tersebut. Semilir angin pagi membawa aroma khas tanah pe...

Indahnya Menjelang Malam di Pegunungan Dieng dan Pesona Sunset di Musim Kemarau

Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah selalu memiliki daya tarik yang sulit dilupakan. Berada pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut, kawasan ini menghadirkan udara yang sejuk, hamparan perbukitan hijau, serta panorama langit yang begitu memukau. Musim kemarau menjadi salah satu waktu terbaik untuk menikmati keindahan Dieng karena langit cenderung cerah, udara lebih bersih, dan pemandangan tampak begitu luas. Menjelang sore, sinar matahari mulai berubah menjadi keemasan. Cahaya hangat perlahan menyelimuti ladang-ladang kentang, hamparan kebun carica, serta rumah-rumah penduduk yang berdiri di lereng pegunungan. Kabut yang sejak pagi bersembunyi mulai menipis, memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk menikmati panorama pegunungan tanpa terhalang awan. Langit yang semula biru cerah perlahan berubah menjadi perpaduan warna jingga, merah muda, dan ungu. Matahari tampak perlahan turun di balik deretan gunung, meninggalkan siluet pegunungan yang terlihat begitu megah. ...

Gunung Perahu di Pegunungan Dieng Yang Cukup Populer Hingga Sekarang

Gunung Prau atau Gunung Perahu (bahasa Jawa: ꦒꦸꦤꦸꦁꦥꦫꦲꦸ, translit. gunung parahu, har. 'gunung perahu') yang merupakan salah satu gunung di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, Indonesia yang memiliki ketinggian puncak 2.590 mdpl. Gunung ini merupakan tapal batas empat kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo. Puncak dari gunung Prau merupakan padang rumput luas yang memanjang dari barat ke timur. Bukit-bukit dan sabana dengan sedikit pepohonan dapat dijumpai pada puncaknya. Gunung ini menjadi salah satu tujuan pendakian utama di Dataran Tinggi Dieng sebagai salah satu spot sunrise favorit bagi para wisatawan.

Cerita Jaman Dahulu Kala Dieng Yang Terkenal Dengan Keindahan Alam Pegunungannya

Kawasan dataran tinggi Dieng telah lama dikenal sebagai pusat temuan arkeologi; dengan ditemukannya sejumlah candi dan sisa-sisa bangunan kuno non-pemujaan (petirtaan dan lubang drainase) serta arca. Catatan Hindia-Belanda menyebutkan ada 117 candi/ bangunan purbakala di dataran tinggi Dieng, tetapi sekarang tinggal sembilan yang masih berdiri. Candi-candi di Dieng diberi nama sesuai dengan nama tokoh pewayangan Mahabharata dan berdasarkan perkiraan arkeolog, bangunan-bangunan kuno di Dieng dibangun di masa berkuasanya Kerajaan Kalingga, yaitu pada abad ke-7 dan ke-8. Ini menjadikan percandian Dieng sebagai bangunan tertua di Jawa yang masih berdiri. Candi-candi ini bercorak keagamaan Hindu dan tampaknya dibangun untuk pemujaan kepada Siwa dan hyang (leluhur yang didewakan setelah meninggal). Dalam konsep Hinduisme, kuil atau candi adalah miniatur gunung suci kosmis, meskipun Schoppert melihat motif desain bangunan sangat sedikit terkait dengan India. Dalam tinjauannya yang diterbitkan...

Pegunungan Dieng Wonosobo Jawa Tengah

Pegunungan Dieng (bahasa Jawa: ꦥꦒꦸꦤꦸꦔꦤ꧀ꦝꦶꦪꦺꦁ, translit. Pagunungan Dièng) merupakan kawasan pegunungan yang membentang dari wilayah barat Kabupaten Wonosobo, wilayah timur Kabupaten Banjarnegara, wilayah selatan Kabupaten Batang dan Kabupaten Pekalongan di Provinsi Jawa Tengah yang sekaligus menjadi batas alamiah bagi keempat kabupaten tersebut. Puncak tertinggi di Pegunungan Dieng berada di Gunung Parahu yang memiliki ketinggian lebih dari 2.590 meter di atas permukaan laut. Dieng pada masa dahulu kala merupakan pusat kegamaan Hindu dan tempat ditemukannya delapan candi dari Kerajaan Mataram Kuno. Sampai saat kini belum diketemukan sumber prasasti mengenai kapan candi tersebut dibangun, diperkirakan berkisar antara pertengahan abad ke-7 hingga abad ke-8 Masehi. Candi yang diketemukan di daerah Dieng diketahui didapati memiliki struktur batu tertua yang diketahui di Jawa. Pada zamannya candi di Dieng diperkirakan berjumlah 400 tetapi hanya delapan yang tersisa. Candi-candi yang tersisa...

Candi-candi Dieng Peninggalan Nenek Moyang Yang Melegenda Hingga Kini

Candi Dieng merupakan kumpulan beberapa Candi yang berada di kawasan dataran tinggi Dieng, Dataran tinggi Dieng ini berada di sebelah barat komplek Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Candi Dieng juga merupakan kompleks peninggalan candi-candi Hindu Kuno yang dibangun pada sekitar abad ke-7 dan diperkirakan sebagai candi tertua di Pulau Jawa, yang antara lain yaitu Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Gatotkaca, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Dwarawati dan Candi Setyaki .

Cerita Singkat Tradisi Rambut Gimbal Dieng dan Ritual Ruwatannya

Konon anak yang berambut gimbal merupakan anak yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat wilayah Dieng dan sekitarnya. Anak yang berambut gimbal atau biasa disebut anak gimbal dianggap sebagai titisan Kyai Kolo Dete dan Nini Roro Ronce. Mitos yang berkembang dan dipercaya sebagian masyarakat Dataran Tinggi Dieng, rambut gimbal dianggap bisa membawa musibah atau masalah di kemudian hari, sehingga mesti diruwat, karena dipercaya akan mendatangkan rezeki dan si anak dapat hidup normal dengan rambut yang normal. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, anak berambut gimbal merupakan titipan dari tokoh mitologi Dieng, Nyai Roro Ronce. Dalam legenda, Nyi Roro Ronce disebut sebagai utusan Nyai Roro Kidul, penguasa Laut Selatan, yang bertugas mendiami dan menjaga Dataran Tinggi Dieng. Ruwatan rambut gimbal merupakan upacara pemotongan (cukur) rambut pada anak-anak berambut gimbal (gembel) yang dilakukan oleh masyarakat di daerah Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau), Jawa Tengah. Ritual ruw...

Kentang Dieng, Ubi ubian yang Mengenyangkan dan Banyak Digemari

Wilayah Desa Dieng berada pada ketinggian sekitar 2.200 mdpl (Di atas Permukaan Laut). Desa Dieng merupakan daerah pegunungan yang dikenal dengan dataran tinggi Dieng . Dataran tinggi ini terletak dengan dikelilingi pegunungan diantaranya Gunung Perahu, Gunung Pangonan, Gunung Sipandu, dan Gunung Pakuwojo. Dieng juga merupakan kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.100 an m (dpl) di atas permukaan laut. Desa Dieng secara topografi merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian 2.100 an mdpl dengan curah hujan yang cukup tinggi sehingga sangat cocok untuk usaha pertanian terutama sayuran. Komoditas pertanian dan perkebunan Desa Dieng adalah tanaman kentang, kubis, wortel, bawang daun, dan bawang putih. Dieng merupakan daerah pemasok tinggi komoditas sayuran untuk Jawa tengah dan kota besar, seperti Surabaya, Jakarta dan lainnya. Kentang merupakan salah satu diantara tanaman yang cukup...

Sekilas Peninggalan Candi Candi di Dieng

Candi Dieng merupakan kumpulan beberapa Candi yang berada di kawasan dataran tinggi Dieng, Dataran tinggi Dieng ini berada di sebelah barat komplek Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Candi Dieng juga merupakan kompleks peninggalan candi-candi Hindu Kuno yang dibangun pada sekitar abad ke-7 dan diperkirakan sebagai candi tertua di Pulau Jawa, yang antara lain yaitu Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Gatotkaca, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Dwarawati.