Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sekitar Dieng

Terong Belanda Khas Dieng Wonosobo Yang Cukup Populer Hingga Sekarang

Gambar
Terong belanda atau terung belanda (Solanum betaceum) merupakan jenis tanaman anggota keluarga terung-terungan (Solanaceae) yang berasal dari wilayah Amerika Selatan. Terong belanda berasal dari Amerika Selatan namun tidak diketahui pasti bagian mana di benua tersebut yang menjadi tempat asal spesies ini. Beberapa populasi liar dapat ditemukan di wilayah selatan Bolivia dan wilayah timur laut Argentina.  Terong belanda kemungkinan mulai dibudidayakan oleh masyarakat Amerika Selatan pada periode yang relatif baru dalam sejarah. Terung belanda kini telah tersebar di wilayah subtropis seluruh dunia dan menjadi salah satu tumbuhan produksi utama di Amerika Tengah dan Selandia Baru.  Tumbuhan terong belanda tumbuh baik di pegunungan/dataran tinggi pada ketinggian lebih dari 1000 mdpl dan tanah yang lembap pada daerah dingin. Buah terung belanda ini dimanfaatkan dengan cara dimakan sebagai buah segar, untuk bumbu masak, sayuran dan minuman. Buah terong ini dapat dimakan segar, direb...

Cerita Jaman Dahulu Kala Dieng Yang Terkenal Dengan Keindahan Alam Pegunungannya

Gambar
Kawasan dataran tinggi Dieng telah lama dikenal sebagai pusat temuan arkeologi; dengan ditemukannya sejumlah candi dan sisa-sisa bangunan kuno non-pemujaan (petirtaan dan lubang drainase) serta arca. Catatan Hindia-Belanda menyebutkan ada 117 candi/ bangunan purbakala di dataran tinggi Dieng, tetapi sekarang tinggal sembilan yang masih berdiri. Candi-candi di Dieng diberi nama sesuai dengan nama tokoh pewayangan Mahabharata dan berdasarkan perkiraan arkeolog, bangunan-bangunan kuno di Dieng dibangun di masa berkuasanya Kerajaan Kalingga, yaitu pada abad ke-7 dan ke-8. Ini menjadikan percandian Dieng sebagai bangunan tertua di Jawa yang masih berdiri. Candi-candi ini bercorak keagamaan Hindu dan tampaknya dibangun untuk pemujaan kepada Siwa dan hyang (leluhur yang didewakan setelah meninggal). Dalam konsep Hinduisme, kuil atau candi adalah miniatur gunung suci kosmis, meskipun Schoppert melihat motif desain bangunan sangat sedikit terkait dengan India. Dalam tinjauannya yang diterbitkan...

Pegunungan Dieng Wonosobo Jawa Tengah

Gambar
Pegunungan Dieng (bahasa Jawa: ꦥꦒꦸꦤꦸꦔꦤ꧀ꦝꦶꦪꦺꦁ, translit. Pagunungan Dièng) merupakan kawasan pegunungan yang membentang dari wilayah barat Kabupaten Wonosobo, wilayah timur Kabupaten Banjarnegara, wilayah selatan Kabupaten Batang dan Kabupaten Pekalongan di Provinsi Jawa Tengah yang sekaligus menjadi batas alamiah bagi keempat kabupaten tersebut. Puncak tertinggi di Pegunungan Dieng berada di Gunung Parahu yang memiliki ketinggian lebih dari 2.590 meter di atas permukaan laut. Dieng pada masa dahulu kala merupakan pusat kegamaan Hindu dan tempat ditemukannya delapan candi dari Kerajaan Mataram Kuno. Sampai saat kini belum diketemukan sumber prasasti mengenai kapan candi tersebut dibangun, diperkirakan berkisar antara pertengahan abad ke-7 hingga abad ke-8 Masehi. Candi yang diketemukan di daerah Dieng diketahui didapati memiliki struktur batu tertua yang diketahui di Jawa. Pada zamannya candi di Dieng diperkirakan berjumlah 400 tetapi hanya delapan yang tersisa. Candi-candi yang tersisa...

Candi-candi Dieng Peninggalan Nenek Moyang Yang Melegenda Hingga Kini

Gambar
Candi Dieng merupakan kumpulan beberapa Candi yang berada di kawasan dataran tinggi Dieng, Dataran tinggi Dieng ini berada di sebelah barat komplek Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Candi Dieng juga merupakan kompleks peninggalan candi-candi Hindu Kuno yang dibangun pada sekitar abad ke-7 dan diperkirakan sebagai candi tertua di Pulau Jawa, yang antara lain yaitu Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Gatotkaca, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Dwarawati dan Candi Setyaki .

Cerita Singkat Tradisi Rambut Gimbal Dieng dan Ritual Ruwatannya

Gambar
Konon anak yang berambut gimbal merupakan anak yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat wilayah Dieng dan sekitarnya. Anak yang berambut gimbal atau biasa disebut anak gimbal dianggap sebagai titisan Kyai Kolo Dete dan Nini Roro Ronce. Mitos yang berkembang dan dipercaya sebagian masyarakat Dataran Tinggi Dieng, rambut gimbal dianggap bisa membawa musibah atau masalah di kemudian hari, sehingga mesti diruwat, karena dipercaya akan mendatangkan rezeki dan si anak dapat hidup normal dengan rambut yang normal. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, anak berambut gimbal merupakan titipan dari tokoh mitologi Dieng, Nyai Roro Ronce. Dalam legenda, Nyi Roro Ronce disebut sebagai utusan Nyai Roro Kidul, penguasa Laut Selatan, yang bertugas mendiami dan menjaga Dataran Tinggi Dieng. Ruwatan rambut gimbal merupakan upacara pemotongan (cukur) rambut pada anak-anak berambut gimbal (gembel) yang dilakukan oleh masyarakat di daerah Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau), Jawa Tengah. Ritual ruw...

Pesona Alami Telaga Warna dan Telaga Pengilon

Gambar
Telaga Warna yaitu sebuah telaga yang sering memunculkan nuansa warna merah, hijau, biru, putih, dan lembayung, sedangkan Telaga Pengilon, berwarna jernih dan putih seperti kaca yang terletak bersebelahan persis dengan Telaga Warna. Uniknya warna air di sumur ini bening seperti tidak tercampur belerang dan Keunikan lainnya adalah yang membatasi Telaga Warna dengan Telaga Pengilon hanyalah rerumputan yang terbentuk seperti rawa.

Dieng Culture Festival

Gambar
Festival Dieng Culture Festival merupakan kesenian tradisional seperti tari Lengger, tari Rampak Yakso, Pertunjukan Wayang dan Ruwatan. Sebagai acara utama, yaitu pemotongan rambut gimbal pada anak-anak Dieng. Festival Dieng ini menggambarkan bagaimana masyarakat dataran tinggi Dieng dapat menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dan alamnya.

Purwaceng asli Dieng - Viagra Alami Yang Cukup Populer dan Berkhasiat

Gambar
Tanaman Purwaceng Purwaceng (Pimpinella pruatjan) tumbuhan herbal dari genus Apiaceae. Terkenal karena khasiatnya yang dapat meningkatkan stamina bagi si peminum. Biasanya diolah dalam bentuk bubuk purwaceng, kopi purwaceng dan susu purwaceng. Purwa dalam bahasa Jawa berarti sudah. Sedangkan ceng, merupakan penggalan dari bahasa Jawa yang artinya ereksi. Artinya, setelah minum purwaceng, dijamin pria langsung ereksi. Meski agak sulit mencarinya, namun tak sedikit orang rela bersusah payah mendapatkan Purwaceng. Tanaman yang dikenal dengan viagra tradisional ini memang tersohor karena khasiatnya yang bikin stamina lebih greng.