Pada dahulunya sekitar Sungai Serayu sudah memiliki berbagai pesona keindahan, kehidupan alami dan banyak pemandangan menarik lainnya. Sungai Serayu atau Bengawan Sarayu atau Kali Serayu terletak membentang di sebagian utara wilayah Jawa Tengah. Ada sekitar 5 kabupaten yg dilewati Sungai Serayu, yaitu kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas dan Cilacap. Sungai Serayu di Wonosobo cukup terkenal diantara sungai-sungai lainnya, seperti Sungai Begaluh , Sungai Tulis, Sungai Bogowonto , Sungai Sicantel, Sungai Kapulogo, Sungai Waroe, Sungai Prieng, Sungai Semagung, Sungai Siantap, Sungai Siton, Wangan Aji , Sungai Sigletuk, Sungai Cengis, Sungai Gede, Sungai Kemadu, Sungai Putih, Sungai Kabelukan dan masih banyak sungai lainnya yang terletak disekitar Kabupaten Wonosobo. Sungai-sungai diatas ada sebagian sungai-sungai yang bermuara di Sungai Serayu dan bermuara lagi di Laut. Baca Lainnya, Kayu Apung Sungai dan Asalnya , Ikan-ikan Dari Sungai Serayu , Konservasi Sederhana Su...
Bagi sebagian besar masyarakat Barat, makan menggunakan dua batang kayu mungil mungkin tampak seperti sebuah trik sulap yang membingungkan. Namun, bagi lebih dari seperempat populasi dunia di Asia Timur dan Tenggara, seperti Tiongkok, Jepang, Korea, Vietnam, hingga diaspora global, sumpit merupakan perpanjangan tangan yang cukup natural. Di balik kesederhanaan fisiknya yang hanya berupa dua batang kayu, bambu, atau gading, tersimpan jejak panjang peradaban ribuan tahun yang penuh dengan intrik kerajaan, perubahan filsafat, dan inovasi budaya. Jejak panjang sumpit diceritakan berawal dari Tiongkok, sekitar 3.000 hingga 5.000 tahun lalu. Menariknya, pada masa Dinasti Shang, benda yang disebut sebagai kuà i (artinya: cepat) ini bukanlah alat makan, melainkan perkakas untuk memasak. Saat itu, bahan bakar kayu di Tiongkok sangat langka dan mahal. Agar makanan cepat matang, para juru masak harus memotong bahan makanan menjadi ukuran yang sangat kecil dan memasaknya di atas panci perunggu y...