"Instalasi Seni Moss Lumut Alam" Memposisikan tumbuhan moss lumut sebagai karya seni yang unik dan hidup. Mengusung konsep mikro hutan kota di lahan dinding alami dalam halaman hunian, sebagai keindahan tak terduga yang dapat memberikan kejutan dan keunikan visual. "Miniatur Hutan dalam Gelas" Menekankan keindahan ekosistem mini yang hidup di dalam gelas. "Dunia Lumut di Antara Kayu" Menyoroti fokus utama pada tanaman lumut pada pot gelas yang tumbuh subur. "Waktu yang Berhenti di Atas Lumut" Menghubungkan jam antik dengan sifat tanaman lumut di dalam gelas yang lambat pertumbuhannya. "Miniatur Lantai Hutan Dengan Gelas Mini" "Siklus yang Tak Pernah Usai" Menyoroti bagaimana sesuatu yang sudah mati (kayu lapuk) bisa menjadi rumah bagi kehidupan baru (lumut dan tanaman). "Keindahan dalam Ketidaksempurnaan" Konsep estetika yang cukup cocok untuk pot kayu lapuk yang retak dan tidak beraturan, namun justru terlihat s...
Candi Bima merupakan salah satu candi tertua dan terbesar yang berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng, tepatnya terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara (berdekatan dengan komplek kawah Sikidang). Candi Bima memiliki gaya arsitektur unik yang menggabungkan corak India Selatan (gaya Kalinga) dan India Utara (gaya Sikhara). Arsitektur Candi Bima sangat berbeda bila dibandingkan dengan candi-candi lain di komplek Dieng seperti Candi Arjuna atau Candi Semar. Pada bagian atap yang bertingkat, terdapat relung-relung yang dihiasi relief kepala manusia atau patung setengah badan yang disebut Kudhu. Candi Bima menghadap ke timur, memiliki alas denah berbentuk bujur sangkar dengan penampil yang menonjol di setiap sisinya, sehingga membentuk denah bersisi delapan. Sedangkan untuk penamaan "Bima" berasal dari nama salah satu tokoh Pandawa dalam kisah Mahabharata, dan mengikuti tradisi penamaan candi-candi lainnya di kawasan dataran tinggi Dieng. Baca juga ;...