Wonosobo selalu punya cara tersendiri untuk memikat kenyamanan siapapun yang berkunjung. Wonosobo yang terletak di jantung Jawa Tengah dan diapit oleh Gunung Sindoro dan Sumbing, kota pegunungan ini cukup menyatu dengan hawanya yang sejuk, kabut tipis yang magis, dan lanskap alamnya yang asri. Pesona Wonosobo tidak hanya terletak di dataran tinggi Dieng saja. Jika Anda meluangkan waktu sejenak di pusat kotanya, Anda akan menemukan sebuah taman kota kecil yang menjadi beberapa keasriannya tersembunyi, dimana sebuah ruang publik mikro yang memadukan keasrian alam pegunungan dengan hangatnya sinar mentari pagi. Ketika kesejukan alami bertemu ruang publik yang cukup nyaman, hampir tiada berbeda dengan taman kota di kota-kota besar yang sering kali membuat nyaman untuk bersinggah sejenak atau sekedar duduk santai, di taman kota kecil kota Wonosobo memberi sensasi yang cukup berbeda. Pohon-pohon tua yang rindang, seperti cemara gunung dan pinus, tumbuh subur membentuk atap alam...
Baik di alam terbuka maupun di dalam sangkar, burung trucuk tetaplah makhluk hidup yang mempesona. Di alam liar, mereka menjalankan peran ekologis penting sebagai penyebar biji alami dan pengendali populasi serangga. Sementara itu, di dalam sangkar, mereka menjadi teman penghilang penat yang setia dengan suara khasnya bagi para penghobi burung. Burung trucuk (Pycnonotus goiavier) merupakan salah satu burung berkicau di Indonesia yang dikenal karena suara "roapel" khasnya serta jambul di kepalanya yang bisa ditegakkan saat berkicau atau merasa terancam. Ukuran tubuh burung trucuk sedang (sekitar 19–20 cm), didominasi warna bulu sebagian abu-abu atau kecokelatan di bagian punggung, sayap, dan ekor, serta warna putih di bagian dada dan perut. Di bawah ekornya terdapat bulu berwarna kuning, dan mereka memiliki alis putih yang mencolok. Di kalangan kicau mania, trucuk sangat disukai karena kemampuan ropelannya (kicauan panjang beruntun yang rapat). Trucuk yang gacor sering kali me...