Langsung ke konten utama

Postingan

Berkreasi Hemat Biaya Dengan Moss Yang Sederhana, Menginspirasi dan Tampak Menarik

"Instalasi Seni Moss Lumut Alam" Memposisikan tumbuhan moss lumut sebagai karya seni yang unik dan hidup. ​Mengusung konsep mikro hutan kota di lahan dinding alami dalam halaman hunian, sebagai keindahan tak terduga yang dapat memberikan kejutan dan keunikan visual. "Miniatur Hutan dalam Gelas"  Menekankan keindahan ekosistem mini yang hidup di dalam gelas. ​"Dunia Lumut di Antara Kayu" Menyoroti fokus utama pada tanaman lumut pada pot gelas yang tumbuh subur. ​"Waktu yang Berhenti di Atas Lumut" Menghubungkan jam antik dengan sifat tanaman lumut di dalam gelas yang lambat pertumbuhannya. "Miniatur Lantai Hutan Dengan Gelas Mini" "Siklus yang Tak Pernah Usai" Menyoroti bagaimana sesuatu yang sudah mati (kayu lapuk) bisa menjadi rumah bagi kehidupan baru (lumut dan tanaman). "Keindahan dalam Ketidaksempurnaan" Konsep estetika yang cukup cocok untuk pot kayu lapuk yang retak dan tidak beraturan, namun justru terlihat s...
Postingan terbaru

Memaknai Kayu Tua Lapuk dan Sebuah Keberlanjutan

Di dalam belantara belukar yang tenang, sering kali perhatian kita langsung tertambat pada pohon-pohon rindang yang menjulang tinggi. Mereka menjadi simbol kejayaan dan kekuatan. Namun, jika kita melangkah lebih dalam dan mengamati lantai hutan, ada keindahan lain yang kerap terabaikan: sebatang kayu tua yang lapuk. ​Ia tidak lagi memiliki dedaunan hijau untuk dipamerkan, tidak pula batang keras yang sanggup menahan hempasan badai. Namun, dalam diam dan kehancuran fisiknya, kayu tua lapuk menyimpan narasi kehidupan dan filosofi yang sangat mendalam. ​1. Keikhlasan Melepaskan Kejayaan Masa Lalu ​Kayu tua itu mungkin puluhan atau ratusan tahun lalu adalah bagian dari tajuk pohon yang menaungi kawanan burung dan merindangi bumi dari sengatan matahari. Namun, ketika masanya usai, ia tidak menolak untuk runtuh. Ia tidak mengutuk angin yang menumbangkannya atau waktu yang membuatnya rapuh. ​Dalam kehidupan manusia, kayu tua lapuk mengajarkan seni bertransisi dengan anggun. Kita kerap terjeba...

Filosofi dan Sedikit Makna Mengenal Kayu Lapuk

Di dalam belantara kehidupan, kita sering kali mendewakan hal-hal yang kokoh, megah, dan tak tertandingi. Pohon-pohon tinggi yang berdiri tegak sering dianggap sebagai simbol kejayaan. Namun, ketika sang waktu menjalankan tugasnya dan pohon itu akhirnya tumbang lalu menjadi kayu lapuk (kayu yang sudah rapùh), secara umumnya pandangan manusia cenderung berubah. Kayu lapuk kerap disingkirkan, diangap limbah, atau dinilai sudah kehilangan gunanya. Padahal, jika kita bersedia mengamatinya lebih dalam, ada filosofi penerimaan dan keberlanjutan yang begitu anggun dari sebongkah kayu yang mengering dan melapuk. ​1. Transformasi dan Keikhlasan Melepaskan. ​Kayu lapuk mengajar tentang seni berpisah dengan kejayaan masa lalu. Dahulu, ia mungkin menjadi bagian dari dahan rindang yang menaungi banyak makhluk dari terik matahari. Namun, ketika energinya habis, ia tidak menolak proses pembusukan. Ia menerima lapuk sebagai bentuk transformasi yang alami. ​Dalam kehidupan manusia, kita kerap terjebak ...

Candi Bima Yang Merupakan Salah Satu Candi Tertua dan Terbesar di Kawasan Dataran Tinggi Dieng

Candi Bima merupakan salah satu candi tertua dan terbesar yang berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng, tepatnya terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara (berdekatan dengan komplek kawah Sikidang). ​Candi Bima memiliki gaya arsitektur unik yang menggabungkan corak India Selatan (gaya Kalinga) dan India Utara (gaya Sikhara). Arsitektur Candi Bima sangat berbeda bila dibandingkan dengan candi-candi lain di komplek Dieng seperti Candi Arjuna atau Candi Semar. Pada bagian atap yang bertingkat, terdapat relung-relung yang dihiasi relief kepala manusia atau patung setengah badan yang disebut Kudhu. ​Candi Bima menghadap ke timur, memiliki alas denah berbentuk bujur sangkar dengan penampil yang menonjol di setiap sisinya, sehingga membentuk denah bersisi delapan. Sedangkan untuk penamaan "Bima" berasal dari nama salah satu tokoh Pandawa dalam kisah Mahabharata, dan mengikuti tradisi penamaan candi-candi lainnya di kawasan dataran tinggi Dieng. Baca juga ;...

Cerita Kisah Legenda Kelahiran Lakon Bima Bungkus

Kelahiran putra kedua Prabu Pandu Dewanata dan Dewi Kunti menyelimuti Istana Hastinapura dengan kecemasan mendalam ketika sang bayi lahir terbungkus selaput plasenta gaib yang luar biasa kuat. Tidak ada sebilah keris, tombak, maupun senjata pusaka mana pun di kerajaan yang mampu merobek wujud Bima Bungkus tersebut. Atas petunjuk Begawan Abiyasa, sang bayi akhirnya diasingkan ke Hutan Mandalasara, dibiarkan bertapa menanti kehendak para dewa hingga bertahun-tahun lamanya. ​Keberadaan bungkus gaib di tengah hutan sempat dimanfaatkan oleh Patih Sakuni dan para Kurawa. Dengan dalih ingin membantu memecahkan selaput tersebut, Kurawa justru berniat berniat jahat memusnahkan sang bayi. Namun, alih-alih hancur, setiap sabetan senjata dan godam para Kurawa justru berbalik memantulkan energi dahsyat yang membuat mereka lari berhamburan dalam keadaan babak belur. ​Keheningan hutan berakhir saat Kahyangan Jonggring Saloka bergetar hebat akibat aura pertapaan sang bayi dari dalam selaputnya. Batar...

8 Kawah Yang Berada di Sekitar Kawasan Pegunungan Dieng

1. Kawah sikidang merupakan lapangan perkawahan di Dataran Tinggi Dieng yang berada paling dekat dengan kawasan percandian Dieng. Kawah ini terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Posisinya berada di sebelah timur dari Bukit Pangonan, berdekatan dengan Kawah Sibanteng. 2. Kawah sileri merupakan kawah vulkanik aktif yang berada di wilayah Dataran Tinggi Dieng. Kawah ini terletak di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah 3. Kawah candradimuka Merupakan kawah vulkanik aktif yang terletak di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, di kawasan Dataran Tinggi Dieng 4. Kawah sinila merupakan salah satu kawah vulkanik aktif yang berada di sebelah utara pusat Kecamatan Batur, Banjarnegara, tepatnya di perbatasan tiga desa: Batur, Sumberejo, dan Pekasiran. Lubang kawah Sinila berupa danau kecil yang berada pada suatu cekungan. 5. Kawah sibanteng merupakan salah satu kawah aktif di Dataran Tinggi Di...

6 Puncak Menarik di Kawasan Pegunungan Dieng

1. Puncak GUNUNG BISMA 2. Puncak BUKIT SIKUNIR 2. Puncak BUKIT SEROJA 4. Puncak GUNUNG PANGONAN 5. Puncak GUNUNG PRAU 6. Puncak GUNUNG PAKUWOJO

Sekilas Cerita Legenda Nyi Roro Kidul Dengan Laut Pantai Selatan

Dahulu kala di Kerajaan Pakuan Pajajaran, hiduplah seorang putri cantik jelita bernama Putri Kandita. Ia merupakan putri kesayangan Raja Prabu Siliwangi karena kebaikan hati dan parasnya yang menawan. Namun, kecantikan dan kasih sayang raja kepada Putri Kandita memicu rasa iri dan dengki dari para selir serta putra-putri raja lainnya. Khawatir posisi mereka terancam, para selir bersekutu dan menyewa seorang dukun sakti untuk mengutuk Putri Kandita. Suatu malam, kutukan itu bekerja. Wajah dan tubuh sang putri yang mulus mendadak dipenuhi bisul, kudis, dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat. ​Berbagai tabib istana dikumpulkan, namun tak satu pun mampu menyembuhkan penyakit misterius tersebut. Di bawah pengaruh prasangka dan desakan para selir, Prabu Siliwangi dengan berat hati memutuskan untuk mengasingkan Putri Kandita keluar dari istana agar penyakitnya tidak menular. ​Dengan hati hancur, Putri Kandita mengembara seorang diri tanpa tujuan. Langkah kakinya membawa sang putri berjalan...