You can help us by donating on this page. Donate today, support and care by donating to our community for our good. Kindness is never measured by the amount, but by our sincerity and consistency in caring for each other. Scan Qris : Dana : Transfer to our account : BRI : 162901 006110 539 Your donation helps sustain we research and conservation, where's that appreciating, expressing, creating, and developing. Our blogg is currently focused on regular, simple updates to facilitate the sharing of information, guides, tutorials, and broader content. Our blogg is building a long-term online asset, fully controlling the content, appreciating, expressing, creating and make stronger relationships with our audience through quality content and comment interactions. We wish you continued health and continued success. We sincerely extend our deepest gratitude for this part of our long journey Please confirm this by email or contact,
Candi Bima merupakan salah satu candi tertua dan terbesar yang berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng, tepatnya terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara (berdekatan dengan komplek kawah Sikidang). Candi Bima memiliki gaya arsitektur unik yang menggabungkan corak India Selatan (gaya Kalinga) dan India Utara (gaya Sikhara). Arsitektur Candi Bima sangat berbeda bila dibandingkan dengan candi-candi lain di komplek Dieng seperti Candi Arjuna atau Candi Semar. Pada bagian atap yang bertingkat, terdapat relung-relung yang dihiasi relief kepala manusia atau patung setengah badan yang disebut Kudhu. Candi Bima menghadap ke timur, memiliki alas denah berbentuk bujur sangkar dengan penampil yang menonjol di setiap sisinya, sehingga membentuk denah bersisi delapan. Sedangkan untuk penamaan "Bima" berasal dari nama salah satu tokoh Pandawa dalam kisah Mahabharata, dan mengikuti tradisi penamaan candi-candi lainnya di kawasan dataran tinggi Dieng. Baca juga ;...