Mengenal Sedikit Majapahit Yang Dianggap Sebagai Kerajaan Terbesar
Majapahit merupakan salah satu kerajaan Hindu-Buddha terakhir di wilayah tersebut dan dianggap sebagai salah satu kerajaan terbesar dan terkuat dalam sejarah Indonesia dan Asia Tenggara. Kadang-kadang dianggap sebagai preseden batas wilayah Indonesia modern. Bahkan warisan dari Kemaharajaan Majapahit sangat banyak yang digunakan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengaruhnya diperkirakan melampaui wilayah Indonesia modern dan telah menjadi subjek banyak penelitian.
Majapahit, (bahasa Jawa: ꦩꦗꦥꦲꦶꦠ꧀, translit. Måjåpahit; pelafalan dalam bahasa Jawa: [mɔd͡ʒɔpaɪt] (dialek timur dan tengah) atau [mad͡ʒapaɪt] (dialek barat)) juga dikenal sebagai Wilwatikta,[a] sebuah kemaharajaan talasokrasi Hindu-Buddha Jawa yang berbasis di pulau Jawa, sekarang di Indonesia. Pada masa kejayaannya, setelah melakukan ekspansi militer yang signifikan, wilayah Majapahit dan negara-negara bawahannya meliputi hampir seluruh kepulauan Nusantara dan meliputi sebagian Asia Tenggara, Setelah perang saudara yang melemahkan kendali atas negara-negara bawahan, Majapahit perlahan-lahan akhirnya runtuh pada tahun 1527 akibat invasi Kesultanan Demak. Kejatuhan Majapahit menandai munculnya kerajaan-kerajaan Islam di Jawa.
Didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1292, Majapahit bangkit berkuasa setelah invasi Mongol ke Jawa dan mencapai puncaknya pada era ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi dan putranya Hayam Wuruk, yang pemerintahannya pada pertengahan abad ke-14 ditandai dengan penaklukan yang meluas ke seluruh Asia Tenggara. Prestasi ini juga diakui oleh perdana menteri yang terkenal Gajah Mada. Menurut Nagarakṛtāgama yang ditulis pada tahun 1365, Majapahit adalah sebuah kerajaan dengan 98 wilayah kekuasaan, yang membentang dari Sumatra hingga Papua, termasuk wilayah-wilayah di Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand selatan, Timor Leste, dan Filipina barat daya (khususnya Kepulauan Sulu). Sifat hubungan dan pengaruh Majapahit terhadap negara-negara pengikutnya di seberang lautan, serta statusnya sebagai sebuah kerajaan adalah bersifat mandala yaitu setiap kerajaan bawahan harus mengirim upeti setiap tahun dan mengakui kekuasaan pusat, namun kerajaan bawahan Majapahit bebas mempunyai raja dan budaya sendiri.
Infrastruktur Pengairan dan Ketahanan Pangan Keberlangsungan ekonomi Majapahit sangat bergantung pada kemampuannya mengelola lahan pertanian padi di dataran rendah Jawa Timur. Kerajaan ini mengembangkan sistem pengairan yang sangat maju melalui pembangunan bendungan dan waduk, seperti Waduk Baureno dan Waduk Kumitir. Pemanfaatan teknologi kanal ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana irigasi lahan sawah, tetapi juga sebagai sistem pengendali banjir untuk melindungi pemukiman di sekitar pusat kerajaan. Kemampuan Majapahit dalam mengelola surplus hasil bumi inilah yang memungkinkan mereka membiayai ekspansi militer dan proyek pembangunan candi-candi besar.



Komentar