Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Dawet Ayu Yang Manis dan Cukup Populer Hingga Sekarang

Dawet Ayu  merupakan salah satu minuman dari Banjarnegara Jawa Tengah. Dawet Ayu mudah ditemukan di pinggir-pinggir jalan di tempat yang ditentukan dan di pasar-pasar tradisional. Dawet Ayu asli Banjarnegara rasanya manis dan segar, serta sangat cocok diminum saat cuaca panas. Untuk penyajian dengan di tambah Es Batu, Es Dawet Ayu jadi lebih segarr rasanya.

Wayang Kulit Tradisional Yang Melegenda

Seni dan Budaya di Indonesia saat ini banyak yang di kenal dunia, salah satu di antaranya yaitu wayang kulit. Wayang Kulit merupakan seni pertunjukan tradisional Indonesia yang banyak berkembang di Jawa. Wayang Kulit dimainkan oleh seorang Dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan di iringi musik gamelan yang dimainkan oleh sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden.

Tari Radap Rahayu - Tari Tradisional Khas Banjar

Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah yang memiliki berbagai kesenian tari tradisional yang unik. Tari Radap Rahayu termasuk salah satunya. Tari Radap Rahayu adalah tarian istana daerah Kalimantan Selatan, yang didirikan oleh sejumlah penari wanita dewasa dengan jumlah ganjil. Tari yang menggambarkan beberapa bidadari yang turun dari khayangan dan Dara Banjar yang menapung tawari tamu-tamu yang datang sebagai penghormatan dan tanda selamat datang.

Sedikit Mengenal Waduk Sermo Kulon Progo

Waduk Sermo merupakan salah satu destinasi wisata Kulon Progo yang layak untuk dikunjungi. Waduk Sermo terletak di Desa Hargowilis Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia. Waduk Sermo memiliki luas sekitar 157 hektar, dengan Panjang Bendungan sekitar 190 meter dan ketinggian sekitar 141,60 meter.  Waduk yang memiliki kapasitas volume air sekitar 25 juta meter³ ini dibangun mulai tahun 1994 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 November 1996.

Angklung Alat Musik Tradisional

Angklung merupakan jenis alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Alat Musik Tradisional Angklung ditemukan oleh Daeng Sutigna sekitar tahun 1938, yang pada awal penggunaannya masih sebatas kepentingan kesenian lokal atau tradisional. Alat musik ini dibuat dari bambu dan dibunyikan dengan cara digoyang goyangkan dengan tangan. Bunyi bunyian yang keluar di hasilkan oleh beberapa benturan pada pipa bambu. Bunyi yang bergetar menghasilkan nada 2, 3 sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Meskipun alat musik angklung berasal dari Jawa Barat tetapi ada banyak jenis angklung lainnya di Indonesia, seperti Angklung Bali, Angklung Banyuwangi, Angklung Gubrak dan lain-lain.

Tari Bedhaya Ketawang

Tari Bedhaya Ketawang Merupakan tarian secara turun temurun yang dipertunjukkan sebagai tarian kebesaran oleh Kasunanan Surakarta ketika penobatan serta Upacara peringatan kenaikan Tahta Raja. Nama Bedhaya Ketawang berasal dari kata "bedhaya" yang berarti penari wanita di Istana.

Gamelan Jawa yang masih banyak diminati hingga kini

Gamelan merupakan  sebuah aktivitas penabuhan yang dilakukan oleh orang pada jaman dahulu atau bisa disebut dengan perpaduan bunyi alat-alat musik Jawa yang bermakna dengan keselarasan hidup oleh pada umumnya masyarakat jawa. Hingga saat ini kesenian gamelan masih sering dipentaskan pada acara-acara ritual, acara formal dan acara-acara lainnya di daerah-daerah di Pulau Jawa.

Tarian Sajojo Papua

Gb. Penari Sajojo Papua Tari Sajojo dari Papua adalah sebuah jenis tarian pergaulan yang bisa dimainkan oleh pria atau wanita, tua maupun muda secara beramai-ramai. Tari Sajojo biasa ditampilkan di berbagai acara, dan merupakan tarian simbol kekompakan dan keceriaan. "Sajojo" berasal dari judul lagu daerah Papua yang biasa digunakan sebagai pengiring gerakannya, yang berkisah tentang seorang gadis idola dan dicintai di kampungnya.

Tari Harmoni Borneo

Gbr. Tari Harmoni Borneo Tari Harmoni Borneo berasal dari Kalimantan, merupakan perpaduan tari dari berbagai budaya etnik di Kalimantan. Tari Harmoni Borneo biasa ditampilkan dalam acara penyambutan tamu-tamu kehormatan, karena tarian ini menggambarkan keharmonisan antara suku asli Kalimantan dengan kaum pendatang. Penari pria digambarkan sebagai prajurit yang gagah berani, menari bersama penari wanita yang cantik dan gemulai.

Tari Ratoh Jaroe

Ratoh Jaroe merupakan tari gabungan dari tari-tarian yang ada daerah Aceh. Tarian ini berbeda dengan Tari Saman yang dimainkan oleh sekelompok penari pria dalam jumlah ganjil. Tari ini dimainkan oleh para penari wanita dalam jumlah genap, umumnya paling sedikit 10 orang. Gerakan di dalam tubuh tarian ini mengandung unsur kebersamaan dan kekompakan. Kata "Ratoh" berasal dari bahasa Arab yang berarti berdzikir dan "Jaroe" yang berarti tangan. Sehingga "Ratoh Jaroe" memiliki makna, Memainkan gerakan tangan (menari) Untuk memuji Allah (berdzikir).