Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Makanan

Seni Membuat Bakwan Lokal Menggunakan Tambahan Sayur yang Renyah di Luar, Empuk dan Lembut di Dalam

Siapa yang bisa menolak godaan bakwan hangat? Gorengan khas Indonesia ini selalu punya tempat istimewa sebagai camilan sore maupun lauk pendamping nasi. Namun, tantangan utama saat membuat bakwan sendiri di rumah yaitu sekitar teksturnya yang kadang masih sering terlalu keras setelah dingin atau malah terlalu berminyak dan lembek. ​Bakwan lokal yang lezat, gurih, serta memiliki perpaduan tekstur renyah sekaligus empuk terletak pada takaran adonan tepung dan teknik penggorengannya. ​ Tips Penting Agar Bakwan Empuk dan Gurih -​Campuran Tepung yang Pas: Menggunakan 100% terigu sering kali membuat bakwan padat dan keras saat dingin. Tambahkan sedikit tepung maizena atau tepung beras agar bagian luar berkulit renyah tanpa mengorbankan kelembutan bagian dalam. ​-Gunakan Air Es: Air dingin menahan pembentukan gluten secara berlebihan pada terigu saat diaduk. Hasilnya, tekstur gorengan menjadi lebih ringan dan tidak ulet. -​Jangan Terlalu Lama Mengaduk: Campurkan adonan tepung, bumbu, dan air ...

Lontong Kikil Khas Wonosobo Yang Lezat dan Cukup Berkarakter

Lontong kikil memang identik dengan kuliner khas Jawa Timur seperti Surabaya atau Sidoarjo. Namun, jika Anda berkunjung ke kawasan berhawa sejuk Wonosobo, Jawa Tengah, Anda akan menemukan sajian Lontong Kikil khas Wonosobo yang menawarkan karakter rasa unik dan sajian berkuah hangat yang pas dengan iklim pegunungan. ​Harmoni rasa gurih dan kehangatan dinginnya kota awan cukup berbeda dengan versi Jawa Timur yang dominan dengan kuah petis dan kaya bumbu pekat. Lontong Kikil Wonosobo menyajikan sentuhan lokal khas Jawa Tengah. Kuahnya berkaldu gurih aromatik dengan rempah-rempah pilihan yang hangat di tenggorokan, terpadu sempurna dengan kenyalnya kikil sapi yang diolah hingga lembut. ​Ciri khas Lontong Kikil di Wonosobo antara lain: ​-Kikil sapi olahan dipotong pas dan direbus lama dengan bumbu rempah untuk menghilangkan bau amis, menghasilkan tekstur yang empuk, kenyal, namun tidak alot saat digigit. ​-Kaldu bumbu halus seperti bawang putih, bawang merah, kemiri, kunyit, daun jeruk, da...

6 Tips Membakar Jagung Agar Empuk, Juicy dan Bumbu Meresap

Membakar jagung manis saat berkumpul bersama keluarga atau teman merupakan kegiatan yang menyenangkan. Namun, sering kali jagung bakar menjadi keras, kering, atau bahkan gosong di luar tetapi belum matang sempurna di dalam. ​Berikut adalah tips dan trik agar jagung bakar memiliki tekstur yang empuk, juicy, dan bumbunya meresap sempurna. ​1. Pilih Jagung yang Tepat (Gunakan Jagung Manis Fresh) : Pilih jagung manis yang kulitnya masih hijau segar dan serat rambutnya masih lembap dan Cek Bulir Jagung, Tekan bulir jagung secara perlahan dengan kuku. Jika mengeluarkan cairan putih seperti susu, artinya jagung masih sangat segar, kadar airnya tinggi, dan tidak akan mudah kering saat dibakar. ​2. Teknik Merebus/Mengukus Singkat (Rahasia Empuk & Cepat Matang) ​Salah satu kesalahan umum yaitu membakar jagung mentah secara langsung di atas arang. Hal ini membuat bagian luar mudah gosong sebelum bagian dalamnya matang empuk. ​Rebus atau kukus jagung selama 3–5 menit terlebih dahulu sebelum di...

Jengkol: Si "Mutiara Hitam" Kuliner Nusantara yang Menggugah Selera

Bagi sebagian orang, aroma jengkol (Archidendron pauciflorum) mungkin menjadi sebuah tantangan. Namun, bagi para pencinta kuliner Nusantara, biji-bijian yang satu ini ialah primadona yang tak tergantikan. Di balik aromanya yang tajam dan khas, jengkol menyimpan cita rasa yang sangat gurih, legit, dan tekstur yang menyerupai daging ketika diolah dengan benar. ​Tidak heran jika jengkol sering kali naik kelas, dari hidangan rumahan jelata hingga nangkring di menu restoran mewah. ​Jengkol yang sudah tua memiliki kandungan pati yang tinggi, sehingga ketika direbus lama, teksturnya akan berubah menjadi sangat empuk, pulen, dan sedikit kenyal (sering disebut gandem atau kedandem dalam bahasa daerah). ​Selain itu, jengkol memiliki kemampuan menyerap bumbu dengan sangat baik. Ketika dimasak dengan rempah-rempah yang kuat, rasa asli jengkol yang cenderung agak pahit-sepat akan menyatu dengan bumbu, menghasilkan kombinasi rasa gurih yang bikin nagih. ​Biji jengkol sangat fleksibel untuk diolah ke...

Kelezatan Legendaris Yang Memikat Lontong Sate Ayam Bumbu Kacang Tradisional

​Kelezatan sepiring lontong sate ayam bukanlah hasil dari satu komponen saja, melainkan sebuah simfoni dari tiga elemen utama yang saling melengkapi: ​-Sate Ayam yang Juicy dan Meresap Sate tradisional yang nikmat tidak hanya sekadar dibakar. Rahasianya terletak pada proses marinasi (peranduan) daging ayam sebelum ditusuk. Biasanya, daging ayam direndam dalam campuran ketumbar, bawang putih, kemiri, dan sedikit kecap manis. Saat dibakar di atas arang batok kelapa, lemak ayam yang meleleh menetes ke arang, menciptakan asap khas yang memberikan aroma smoky yang magis. ​-Bumbu Kacang yang Legit dan Gurih Bumbu kacang tradisional dibuat dengan penuh kesabaran. Kacang tanah digoreng hingga matang sempurna, lalu ditumbuk (bukan diblender halus) bersama bawang merah, bawang putih, cabai, dan kemiri untuk mempertahankan sedikit tekstur crunchy. Dimasak perlahan dengan gula merah dan garam hingga mengeluarkan minyak alami (breaking the oil), bumbu ini menghasilkan rasa manis-gurih yang pekat da...

Sagon Yang Khas dan Sudah Ada Semenjak Dahulu Kala

Sagon merupakan sejenis kue basah yang pada zaman dahulu banyak dibuat dari campuran kelapa yang diparut halus dan tepung sagu, namun di beberapa daerah kini dibuat dari tepung ketan maupun tepung kanji. Dua bahan utama berupa parutan kelapa dan tepung tersebut dipadatkan di loyang khusus yang umumnya berbentuk setengah lingkaran. Namun di beberapa daerah, seperti di Wonosobo, sagon berbentuk lingkaran. Sagon dikenal di Indonesia, utamanya di banyak daerah di pulau Jawa dan Sumatra. Sagon masih mudah ditemui di acara-acara pameran kuliner khas atau tradisional dengan berbagai varian bentuk hingga tekstur. Sagon yang dijual dalam kemasan plastik untuk jangka waktu yang panjang biasanya diproses hingga kering. Sedangkan di Wonosobo, kue sagon diproses masih agak lunak di bagian dalam sehingga hanya bertahan dalam waktu satu hingga dua hari. Cita rasa yang dihasilkan cenderung gurih dan manis dan biasanya ditaburi bahan tambahan berupa gula pasir sebagai pugasan. Aroma sagon yang harum da...

Serabi Lempit Yang Melegenda dan cukup Populer Hingga Kini

Kata serabi sendiri diambil dari bahasa Jawa, yaitu dari kata "rabi" yang berarti "kawin". Bisa jadi karena proses pembuatan serabi yang cukup sebentar dan tidak terlalu lama maka orang Jawa menyebutnya dengan kata "Serabi" (seperti waktu proses sekali kawin). Serabi lempit merupakan satu di antara ribuan jajanan pasar tradisional yang berasal dari Indonesia. Serabi lempit dibuat dari bahan yang sama dengan serabi, hanya saja bentuknya berbeda. Jika serabi disajikan dengan bentuk merekah, serabi lempit justru disajikan dengan dilipat-lipat atau digulung sehingga disebut serabi lempit (lempit = lipat dalam bahasa Jawa).

Leye atau Sego Leye Yang Masih Populer Hingga Sekarang

Leye merupakan salah satu sebutan untuk makanan tradisional yang berbeda-beda tergantung daerahnya, leye juga bisa berupa nasi jagung di Jawa Tengah, atau makanan dari singkong seperti thiwul di Wonosobo. Leye berbahan dasar serealia, baik jagung maupun singkong, sehingga makanan leye dapat menjadi sumber karbohidrat.

Sate Kambing Yang Populer dan Terkenal Hingga Sekarang

Sate kambing merupakan sejenis makanan sate yang terbuat dari bagian daging kambing. Bagian daging kambing yang dipilih tersebut disate (ditusuk dengan bambu yang sudah diruncingkan dan dirapikan yang dibentuk seperti lidi yang agak besar) dan dibumbui dengan rempah-rempah dan bumbu dapur, kemudian dibakar. Untuk penyajiannya disajikan bersama lalapan kubis, tomat, dan bawang merah yang diiris tipis kemudian diberi kecap dan ditambahkan taburan merica. Sate kambing sangat populer di Indonesia, terutama di Jawa, di mana beberapa resep daerah muncul dan yang paling terkenal di antaranya adalah sate kambing Jakarta, sate kambing Tegal dari Jawa Tengah, sate Maranggi dari Jawa Barat, dan sate kambing Madura dari Jawa Timur. Meskipun demikian, sate kambing adalah istilah umum untuk sate kambing di daerah tersebut yang tidak terlepas dari resep spesifiknya. " sate kambing " termasuk salah satu bagian dari masakan Indonesia yang populer hingga sekarang. Makanan atau hidangan ini jug...

Lontong Beras Yang Cukup Khas

Lontong merupakan makanan yang dibuat dari beras, dibungkus dengan daun pisang, kemudian direbus sampai matang. Makanan ini biasanya disajikan dengan sate, rendang, opor ayam, tahu masak dan gulai kambing, dan biasanya dibuat ketika menjelang 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri sebagai hidangan lebaran. Lontong berkembang melalui masyarakat Jawa. Tapi ada satu metoda lain yang mengatakan lontong versi isian sayuran dan ayam, yaitu (arem-arem) yang teradaptasi lokal dari bakcang Tionghoa tapi dimodifikasi halal dan berbentuk silindris panjang. Permukaan luar lontong biasanya berwarna coklat atau hijau gelap, sementara dalamnya berwarna putih. Hal ini karena lontong direbus dengan c a ra dibungkus oleh daun pisang. Selama proses perebusan, air harus selalu dipastikan cukup agar lontong matang secara merata. Setelah matang, lontong diangkat, ditiriskan, dan didinginkan agar teksturnya lebih padat saat dipotong. Lontong yang telah siap dapat disajikan dengan berbagai hidangan pendamping sep...

Bubur Jenang Candil Yang Cukup Populer Hingga Sekarang

Makanan ini cukup populer di pulau Jawa dan memiliki nama lain yaitu jenang grendul. Makanan ini sering disajikan sebagai makanan pembuka pada saat berbuka puasa. Teksturnya kenyal saat digigit dan terasa manis. Bubur Candil biasanya juga dihidangkan bersama bubur sumsum dan menimbulkan rasa gurih. Selain di pulau Jawa, bubur ini juga dikenal di beberapa daerah di Indonesia dengan nama sesuai masing-masing. Candil merupakan makanan Indonesia berupa bubur yang terbuat dari tepung ketan, gula merah dan santan. Tepung ketan ditambahkan sedikit tepung kanji dan air dingin dibentuk bulat dan direbus di dalam air gula dan dihidangkan dengan disiram kuah santan. Akibat bentuknya yang bulat, terkadang bubur ini juga dinamakan bubur biji salak. Namun, bahan pembuatan bubur biji salak berbeda dengan bubur candil. Candil berarti bulatan-bulatan kenyal yang berasal dari adonan tepung ketan. Pada acara penting, bubur Candil sering disajikan sebagai salah satu sajian. Hal ini diyakini karena makanan...

Jajanan atau Camilan Dodol Carica Khas Dieng Yang Populer Hingga Sekarang

Dodol carica Dieng merupakan jajanan atau camilan yang berbahan dasar dari buah carica khas Dieng Wonosobo. Dodol ini memiliki warna agak kuning, tekstur lembut dan kenyal, serta rasa manis dan sebuah citarasa yang tidak mudah diucapkan (turingsem). Ciri khas jajanan atau camilan dodol carica Berwarna agak kuning dan ada cukup kuning.  Berikut sekilas cara membuat dodol carica : Kupas dan cuci buah carica, lalu ambil bijinya, saring air perasan biji carica dengan air hangat Kukus carica yang telah di blender dengan air dan biji carica lalu campurkan carica yang telah di blender dengan tepung ketan, santan bubuk, garam, minyak, dan sisa air bijinya Masak campuran dengan wajan sambil terus diaduk hingga matang kemudian bungkus dodol carica sesuai selera Dan Jajanan dodol carica siap dihidangkan.   

Petos Yang Cukup Populer dan Favorit di Wonosobo

Petos pada umumnya diartikan dari singkatan tempe kemul atos. Tempe kemul merupakan salah satu gorengan khas wonosobo yang sangat diminati oleh wisatawan yang berkunjung ke Dieng. Karena rasanya yang ngangenin dan cukup khas sebuah jenis makanan goreng yang dibuat orang Wonosobo dan pada akhirnya yang berinovasi membuat tempe kemul yang tahan lama. Petos atau Tempe Tepung Getas, atos atau renyah, merupakan sebagian salah satu dari Makanan Ringan yang cukup favorit di Wonosobo, dan menjadi kebanggaan kuliner lokal yang masih populer hingga kini. Meskipun Petos tergolong baru, Makanan ringan yang satu ini bisa cukup dihandalkan karena ketahanan atau keawetannya yang tetap memiliki ke atosan atau kerenyahannya. Petos termasuk makanan ringan kering yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh, ataupun buat jajanan nyemil, lauk dan lainnya.

Intep Yang Gurih dan Cukup Melegenda

Intep merupakan sisa menanak yang melekat pada dandang yang kemudian dikeringkan dan digoreng. Sedengkan kerak nasi adalah lapisan nasi kering, agak keras, dan sedikit hangus terbakar yang terdapat di dasar bagian dalam dandang atau kuali penanak nasi. Intep atau kerak nasi tercipta akibat beras yang dimasak terpapar panas langsung pada dinding kuali.  Intip berbahan dasar makanan yang terbuat dari nasi. Pada cerita jaman dahulu makanan ini terbuat ketika ibu-ibu menanak nasi memakai kwali atau wajan atau kendhil. Jika nasi tersebut sudah setengah matang lalu nasi dipindahkan ke tempat lain yang dinamakan Dandang dan kemudian dikukus. Biasanya di dasar kwali atau wajan masih terdapat sisa nasi yang masih menempel dan terlihat gosong. Nasi yang masih menempel itu dinamakan intip. Intip yang masih menempel didasar kwali atau wajan lalu diambil dan dikeringkan. Ketika sudah kering intip ini lalu digoreng, dan intip pun siap disajikan atau dihidangkan sebagai makanan atau jajanan ringa...

Seblak Khas Sunda Yang Bercita Rasa dan Enak

Seblak (bahasa Sunda: ᮞᮨᮘᮣᮊ᮪, translit. seblak, pengucapan bahasa Sunda: [sÉ™blak]) merupakan masakan khas Sunda yang berasal dari wilayah Parahyangan dengan cita rasa gurih dan pedas. Seblak umumnya terbuat dari kerupuk yang terdiri dari bawang putih dengan kencur. Dalam Kamus Basa Sunda (2006) dijelaskan bahwa seblak, nyeblak: rasa haté dina waktu inget kana balai (ingat pada sesuatu yang kurang enak di hati sehingga hati seperti tersengat). Kata seblak sendiri juga merupakan singkatan dari segak dan nyegak. Kedua istilah tersebut berasal dari bahasa Sunda yang artinya lebih kurang “menyengat”. Segak dan nyegak dalam rasa seblak dicirikan dengan penggunaan kencur .

Makanan dan Jajanan Khas Wonosobo Yang Cukup Populer Hingga Sekarang

Berikut beberapa Makanan dan Jajanan Khas Wonosobo Yang Cukup Populer Hingga Sekarang : Sego Megono Mie Ongklok  Tempe Kemul Sego Bucu Soto Golak  Teh Pt.Tambi  Kue Sagon Minuman atau Bubuk Kopi Purwaceng  Manisan Buah Carica Dendeng Gepuk Opak Singkong Petos  Combro Kering Keripik Jamur Kacang Dieng

Gedang Kemul atau Pisang Goreng Kemul Yang Masih Melegenda dan Digemari

Gedang Kemul atau Pisang Goreng yang berselimut Tepung termasuk juga salah satu makanan ringan goreng yang khas, atau jajanan goreng yang kadang difungsikan sebagai pelengkap menu untuk hidangan pada acara - acara sederhana. Kadang jajanan goreng juga dimakan pada kalangan-kalangan tertentu. Sebuah Pisang yang di selimuti dengan tepung dan beberapa bumbu sebagai Kemul atau Selimut dan, dibuat dengan cara digoreng (dibuat dari Gedang yang di kasih kemul atau selimut lalu digoreng, dalam bahasa jawa biasa atau sering disebut dengan glepung). Di Indonesia ada beberapa macam Gedang Kemul khas dengan berbagai ciri yang khas tersendiri sesuai daerah masing masing.  Untuk di beberapa daerah biasanya Gedang kemul merupakan sejenis makanan ringan goreng yang lebih umum berbentuk bulat oval seperti pisang, karena memang pisang yang empuk, enak dan cukup menyehatkan itu berwarna agak kuning coklat keputihan)., Di Wonosobo, Gedang atau Pisang Kemul banyak dijual di warung-warung kaki lima, se...

10 Gorengan Yang Masih Banyak Digemari Hingga Kini Selain Tempe Kemul

(Gorengan) atau makanan ringan yang di goreng dan masih digemari yang sering dijumpa di daerah-daerah perkota an maupun kampung-kampung pedesa an pada umumnya. Gorengan merupakan jajanan atau kuliner ringan yang pada pembuatannya dengan digoreng menggunakan minyak yang kadang juga menggunakan balutan atau selimut dari tepung dan beberapa bumbu-bumbu. Salah satu diantara banyak gorengan, tempe kemul masih cukup laris dan banyak digemari. makanan ini termasuk sebagian jenis jajanan goreng yang cukup terkenal selain mendoan, disamping perbedaannya yang tidak jauh (sesama gorengan yang berbahan dasar tempe dan berselimut atau berbalutan). T empe kemul juga cocok dimakan bersama makanan-makanan utama atau masakan-masakan lainnya. Berikut merupakan 10 makanan goreng favorit selain tempe kemul yang sering kita jumpai di Wonosobo : Geblek Bakwan Blonggem / Tape Goreng Tepung Tahu Kemul Gembus Kemul Pisang Goreng / Gedang Kemul Balok / Banggleng / Singkong Goreng Gelempung / Ketela Goreng Kem...

Jajanan atau Makanan Ringan Yang Melegenda Hingga Kini

Jajanan Tradisional merupakan makanan tradisional yang diperjualbelikan di pasar, jalanan, toko, kios-kios dan ditempat-tempat lainnya. Selain itu berbagai macam kue yang pada awalnya diperjualbelikan di pasar-pasar tradisional juga disebut jajanan. Sedangkan Jajanan merupakan Makanan atau minuman siap santap yang dijual oleh penjaja dagangan, pedagang asongan, warung, atau kedai di tempat umum, misalnya di tepi jalan umum, pasar, pasar malam, atau pekan raya. Jajanan biasanya dijajakan di kios makanan, gerobak makanan, atau truk makanan dan ada yang dikelilingkan orang dengan berjalan kaki, (dimaksudkan sebagai makanan segera dikonsumsi) .

Mie Ongklok Wonosobo Yang Cukup Populer dan Laris Hingga Zaman Sekarang

Mie Ongklok khas Jajanan atau makanan ringan dari Wonosobo yang masih kental cita rasa alaminya dan termasuk favorit yang masih laris hingga kini. Mie Ongklok dengan sate dan beberapa gorengan yang khas asli dari Wonosobo sangat enak dan cukup banyak diminati.  Mie Ongklok merupakan hidangan dengan bahan dasar Mie, dibuat dari mie yang direbus dengan racikan khusus menggunakan kol, potongan kucai dan kuah kental berkanji yang disebut luh. sedangkan ongklok adalah cara pengolahan mie yang dibuat dari semacam keranjang kecil dari anyaman bambu yang digunakan untuk membantu perebusan mie dengan cara digoyang-goyang, celup-celup atau di ongklok-ongklok (dalam bahasa Wonosobonya).  Mie Ongklok akan lebih nikmat dengan ditambahkan makanan pendamping seperti sate sapi, tempe kemul atau gorengan lainnya.