Postingan

Menampilkan postingan dari November 24, 2023

Beberapa kesamaan Nama-nama Desa, Dusun dan Kelurahan di Wonosobo yang Menggunakan nama kata Wono di depannya

Gambar
Wonosobo kota - 56311 Wonosobo barat - 56311 Wonosobo timur - 56311 Wonosobo Wonosari, Wonosobo - 56311 Wonobungkah, Jlamprang, Wonosobo - 56319 Wonolelo, Wonosobo -  56313 Wonorejo, Selomerto, Wonosobo -  56361 Wonokromo, Mojotengah -  56351,  Wonosobo Wonosroyo, Watumalang -  56352  Wonosobo  Wonokriyo, Watumalang - 56352 Wonosobo Wonokampir, Watumalang -  56352  Wonosobo Wonoroto, Watumalang -  56352,  Wonosobo Wonosari, Kalikajar, Wonosobo Wonokerto, Leksono, Wonosobo Wonokasian, Sojokerto, Leksono, Wonosobo Wonolobo, Manggis, Leksono Wonosuko, Wonolelo, Wonosobo Wonojoyo, Bomerto, Wonosobo Wonokerso, Wonosari, Wonosobo

Cerita Awal Mula berdirinya Desa Tumenggungan Selomerto Wonosobo

Gambar
Desa Tumenggungan berdiri pada tahun yang tidak diketahui sejarahnya. Diperkirakan berdiri pada abad 18 ketika terjadi perang Diponegoro melawan Belanda. Sehingga desa Tumenggungan ini lahir sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945. Hingga saat ini pemerintah desa Tumenggungan belum menemukan dokumen dan bukti sejarah yang menyebutkan tahun berdirinya desa Tumenggungan. Sejarah desa Tumenggungan hanya bisa dirunut berdasarkan cerita lisan yang berkembang secara turun menurun di tengah masyarakat, bahwa Desa Tumenggungan didirikan oleh seorang Tumenggung pengikut Pangeran Diponergoro pada abad ke 18 yang berasal dari Yogyakarta. Siapa nama Tumenggung tersebut, hingga saat ini belum ada dokumen dan bukti sejarah yang menorehkan nama pendiri desa Tumenggungan pada saat itu. Banyak cerita yang beredar bahwa nama Tumenggung tersebut adalah Tumenggung Selomanik, hal ini dibuktikan dengan adanya makam petilasan Tumenggung Selomanik yang berada di Dusun Kalilunjar. dimana pada waktu perang Di...

Cerita pengisahan awal mula Kecamatan Selomerto

Gambar
Sejarah Keberadaan Selomerto ( Kecamatan) terkait sejarah Wonosobo berdasarkan cerita rakyat, pada sekitar abad XVII tersebutlah tiga orang pengelana yang masing-masing bernama Kyai Kolodete, Kyai Karim dan Kyai Walik, mulai merintis suatu pemukiman di Wonosobo Selanjutnya Kyai Kolodete berada di dataran tinggi Dieng, Kyai Karim berada di daerah Kalibeber dan Kyai Walik berada di sekitar Kota Wonosobo sekarang ini. Sejak saat itu daerah di daerah ini mulai berkembang, tiga orang tokoh tersebut dianggap sebagai "cikal bakal" dari masyarakat Wonosobo yang dikenal sekarang ini. Makin lama daerah ini semakin berkembang, sehingga semakin ramai. Dikemudian hari dikenal beberapa nama tokoh penguasa daerah Wonosobo yang pusat pemerintahannya di Selomanik. Dikenal pula tokoh bernama Tumenggung Wiroduta di Pacekelan Kalilusi, yang selanjutnya dipindahkan ke Ledok atau Plobangan saat ini. Salah seorang cucu Kyai Karim juga disebut sebagai salah seorang penguasa di Wonosobo. Cucu...