Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita Kieta

Cerita Kisah Legenda Kelahiran Lakon Bima Bungkus

Kelahiran putra kedua Prabu Pandu Dewanata dan Dewi Kunti menyelimuti Istana Hastinapura dengan kecemasan mendalam ketika sang bayi lahir terbungkus selaput plasenta gaib yang luar biasa kuat. Tidak ada sebilah keris, tombak, maupun senjata pusaka mana pun di kerajaan yang mampu merobek wujud Bima Bungkus tersebut. Atas petunjuk Begawan Abiyasa, sang bayi akhirnya diasingkan ke Hutan Mandalasara, dibiarkan bertapa menanti kehendak para dewa hingga bertahun-tahun lamanya. ​Keberadaan bungkus gaib di tengah hutan sempat dimanfaatkan oleh Patih Sakuni dan para Kurawa. Dengan dalih ingin membantu memecahkan selaput tersebut, Kurawa justru berniat berniat jahat memusnahkan sang bayi. Namun, alih-alih hancur, setiap sabetan senjata dan godam para Kurawa justru berbalik memantulkan energi dahsyat yang membuat mereka lari berhamburan dalam keadaan babak belur. ​Keheningan hutan berakhir saat Kahyangan Jonggring Saloka bergetar hebat akibat aura pertapaan sang bayi dari dalam selaputnya. Batar...

Sekilas Cerita Legenda Nyi Roro Kidul Dengan Laut Pantai Selatan

Dahulu kala di Kerajaan Pakuan Pajajaran, hiduplah seorang putri cantik jelita bernama Putri Kandita. Ia merupakan putri kesayangan Raja Prabu Siliwangi karena kebaikan hati dan parasnya yang menawan. Namun, kecantikan dan kasih sayang raja kepada Putri Kandita memicu rasa iri dan dengki dari para selir serta putra-putri raja lainnya. Khawatir posisi mereka terancam, para selir bersekutu dan menyewa seorang dukun sakti untuk mengutuk Putri Kandita. Suatu malam, kutukan itu bekerja. Wajah dan tubuh sang putri yang mulus mendadak dipenuhi bisul, kudis, dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat. ​Berbagai tabib istana dikumpulkan, namun tak satu pun mampu menyembuhkan penyakit misterius tersebut. Di bawah pengaruh prasangka dan desakan para selir, Prabu Siliwangi dengan berat hati memutuskan untuk mengasingkan Putri Kandita keluar dari istana agar penyakitnya tidak menular. ​Dengan hati hancur, Putri Kandita mengembara seorang diri tanpa tujuan. Langkah kakinya membawa sang putri berjalan...

Melihat Sejenak Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (Upacara 17 Agustus) di Alun-Alun Wonosobo

Suasana Lapangan Alun-alun Wonosobo mendadak hening dan khidmat ketika jarum jam mendekati waktu pengibaran bendera. Di bawah naungan udara dingin khas dataran tinggi, ribuan warga berkumpul, memadati setiap sudut lapangan untuk menjadi saksi pengibaran Sang Saka Merah Putih dalam rangka Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (Upacara 17 Agustus). ​Alun-alun Wonosobo bukan sekadar lokasi upacara rutin akan tetapi panggung tempat bersatunya semangat kebangsaan dan kekayaan budaya lokal.  ​Sebuah harmoni dan nasionalisme yang cukup menarik pada upacara 17 Agustus di Wonosobo, yang selalu membawa daya tarik tersendiri. Di antara barisan rapi TNI, Polri, ASN, serta para pelajar, terselip nuansa kearifan lokal yang kental. Tidak jarang, para tamu undangan dan peserta mengenakan busana adat nusantara atau pakaian khas daerah yang menambah semarak visual di tengah lapangan. Udara sejuk pegunungan yang menghembus perlahan seolah memberi energi tambahan bagi para anggota Paskibraka ...

Hari Perlombaan 17 Agustusan di Kampung Halaman

Lomba anak-anak selalu jadi pembuka yang paling dinanti. Ada lomba makan kerupuk yang memancing gelak tawa melihat bibir-bibir mungil yang berusaha menggapai kerupuk putih yang bergoyang ditiup angin. Belum lagi lomba balap karung pakai helm. Anak-anak yang melompat heboh terkadang hilang keseimbangan dan berguling di rumput, disambut tawa lepas para penonton yang kadang tak tega tapi menghibur. ​Memasuki sore hari, ketegangan bergeser ke lomba bapak-bapak dan ibu-ibu. Lomba memasukkan paku ke dalam botol secara berpasangan atau sepak bola daster jadi tontonan utama. Melihat bapak-bapak berkumis tebal berlari kencang sambil mengepit gaun daster warna-warni membuat suasana makin pecah. Tidak ada jarak, tidak ada sekat dan hampir semua warga melebur dalam tawa yang sama. ​Puncaknya, tentu saja panjat pinang. Pohon pinang yang dilumuri oli tebal sudah berdiri gagah di tengah lapangan, menggantungkan hadiah-hadiah menggiurkan di puncaknya. Mulai dari kuali, kipas angin, hingga sepeda anak....

Sedikit Mengenal Indraprastha dan Ceritanya

Indraprastha (Dewanagari: इन्द्रप्रस्थ; IAST: Indrapraśtha) merupakan sebuah kota besar/kerajaan di India utara pada zaman dahulu kala. Kota ini muncul dalam kisah wiracarita Mahābhārata dan diperintah oleh Panca Pandawa. Kota/kerajaan ini terletak di tepi sungai Yamuna, lokasinya dekat dengan ibu kota India zaman sekarang, Delhi. Sebelum dikenal sebagai Indraprastha, kota/kerajaan ini dikenal sebagai Kandawaprastha. Sejarah ini dikenal dengan kisah atau lakon Babad Alas Wanamarta. Korawa yang telah merasa berhasil membunuh Pandawa dalam cerita Bale Sigalagala terkejut ketika mengetahui ternyata Pandawa masih hidup. Prabu Duryudana yang tidak ingin kerajaan Astina atau Hastina diminta oleh Pandawa selaku penguasa yang sah mencari berbagai cara agar bisa membunuh kembali Pandawa. Untuk memperhalus niatan tersebut, Pandawa diberikan daerah yang masih berupa hutan yang bernama hutan Wanamarta (Wana berarti Hutan). Hutan tersebut terkenal keangkerannya, begitu angkernya sehingga digunakan ...

Tuk Bima Lukar Kawasan Pegunungan Dieng dan Keindahan Pemandangan Sekitarnya

Tuk Bima Lukar, mata air atau sumber air yang berasal dari bawah lereng Gunung Perahu yang terletak di sekitar kawasan pegunungan Dieng. Tuk Bima Lukar merupakan Hulu dari Sungai Serayu. Tuk Bima Lukar juga merupakan Mata air yang di anggap suci bagi rakyat kuno di Dieng. Nama Bima Lukar di ambil dari kata Bima dan Lukar, Bima artinya nama salah satu satu tokoh dari Pandawa sedangkan Lukar yang berarti busana. Menurut legenda cerita nama Bima Lukar berarti sebagai tempat dimana tempat sang tokoh Pandawa yaitu dimana Bima saat sedang melukar (melepas) pakaiannya untuk disucikan. Tuk Bima Lukar tersebut terbuat dari batu jaman purba yang disimbolkan dengan batu lingga (bentuknya menyerupai alat kelamin pria) dan Yoni sebagai yang digunakan sebagai penampung air nya (berbentuk seperti alat kelamin wanita). Menurut cerita rakyat kuno air dari Tuk Bima Lukar ini diyakini bisa menjadikan awet muda apabila seseorang telah mencuci muka nya di Tuk Bima Lukar tersebut.

Pertemuan Sederhana Yang Kadang Menjadikan Sebuah Perkenalan dan Saling Suka

Hari pertama mereka bertemu sebenarnya bukan hari yang indah. Hujan turun deras di halte kecil yang sepi, dan caca disebutnya, duduk sambil memeluk tasnya, baru saja menerima kabar bahwa ia gagal dalam wawancara kerja impiannya. Di sebelahnya, tanpa banyak suara, duduk seorang pria bernama Baba yang sepatunya basah kuyup karena terpeleset di selokan lima menit sebelumnya; martabatnya lebih basah dari sepatunya. Mereka tidak sengaja saling pandang saat petir menyambar, dan dalam suasana sendu itu Baba malah bersin keras tiga kali berturut-turut. Caca yang tadinya hampir menangis malah terkekeh kecil. “Maaf,” kata Baba dengan wajah merah, “saya tidak bermaksud merusak suasana dramatisnya.” Dari situlah obrolan canggung mereka dimulai, di antara hujan, genangan air, dan harga diri yang sama-sama sedang diuji. Caca bercerita tentang kegagalannya dengan suara pelan, sementara Baba mengaku ia juga baru saja ditolak seseorang (ditolak naik ojek online karena drivernya membatalkan). Entah kena...

Petani Dan Saudagarnya Di Sebuah Desa Kecil Sekitar Lereng Pegunungan

Di sebuah desa kecil di sebuah lereng pegunungan yang dinginnya bikin badan serasa disetrika angin, hiduplah seorang petani bernama Pak Darunmo. Ia tinggal tak jauh dari hutan kaki sebuah gunung kecil di pegunungan dieng, yang setiap pagi diselimuti kabut tebal seperti nasi yang lupa diaduk. Pak Darunmo terkenal rajin, tapi juga terkenal menyenangkan dan orang yang terlalu jujur. Saking jujurnya, kalau timbangan sayurnya kurang satu gram saja, dia bisa minta maaf sampai tiga kali dan kasih bonus daun bawang. Suatu hari datanglah seorang saudagar dari kota bernama Bu Turmenim. Ia biasa berdagang ke pasar besar di berbagai kota-kota besar. Tingkah tanduknya rapi, bicaranya cepat, dan kalau menghitung uang suaranya bisa bikin mesin kasir minder. Pertemuan pertama mereka terjadi saat Bu Turmenim melihat Pak Darunmo menjajakan wortel yang bentuknya bengkok-bengkok seperti huruf S yang lagi senam. “Pak, ini wortelnya kenapa miring semua?” tanya Bu Turmenim. Pak Darunmo menghela napas. “Itu ...

Burung Emprit di Persawahan Siang itu

Siang itu, dipersawahan sebuah desa yang berkilau dengan sinar matahari menerangi terangnya persawahan di sekitarnya. Sedikit tersisa butir-butir embun yang masih menempel manja di ujung daun padi. Di tengah hamparan hijau yang bergoyang pelan tertiup angin, terlihat beberapa ekor burung emprit kecil bertengger dengan gaya penuh percaya diri di atas satu tangkai padi yang mulai menguning. Disebutnya; setidaknya menurut dirinya sendiri; Perwira Pipit Perkasa (padahal ukurannya belum ada segenggam tangan). Tangkai padi yang ia pijak melengkung pelan karena berat tubuh mungilnya. Perwira Pipit langsung berdiri lebih tegak. “Tenang, pasukan padi! Aku hanya sedang inspeksi,” cicitnya serius. Angin di siang itu berhembus agak kencang. Seluruh sawah bergoyang serempak seperti lautan hijau. Perwira Pipit ikut terombang-ambing dan mencengkeram kuat-kuat. “Ini bukan goyang… ini latihan keseimbangan!” katanya, meski paruhnya hampir menyentuh bulir padi. Tak jauh dari sana, beberapa emprit lain me...

Cerita Kisah Asal Muasal Telaga Pengilon

Telaga Pengilon sebuah telaga yang berada diketinggian 2100 mdpl dengan vegetasi dan ekosistem yang cukup bervariasi. Telaga Pengilon merupakan obyek wisata alam yang terletak di Desa Wisata Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Obyek wisata ini, begitu populer dikalangan para wisatawan terlebih lokasinya yang berdekatan dengan telaga warna. Suasananya alami, airnya jernih, dan terletak dikawasan wisata dieng, yang dapat menambah daya tarik pengunjung menikmati panorama Telaga Pengilon. Selain sebagai obyek wisata telaga ini juga menjadi tempat pengairan pertanian warga. Di telaga ini pada zaman dahulunya terdapat legenda mengenai asal muasal terbentuknya nama Telaga Pengilon, Telaga Pengilon memiliki arti dalam bahasa jawa yakni Pengilon/ cerminan (sebuah papan atau tempat untuk bercermin). Nama yang berasal dari legenda yang dikisahkan bahwa zaman dahulu pantai selatan yang dikuasai oleh seorang Ratu. Ratu ini mempunyai anak yang parasnya sangat cantik. Sehingga pada su...

Sedikit Mengenal Bima, Tokoh Pewayangan Jawa Yang Gagah Bijaksana

Dalam pewayangan Jawa, Bima digambarkan memiliki sifat gagah berani, teguh, kuat, tabah, patuh, jujur dan bijaksana serta menganggap semua orang sama derajatnya, sehingga dia digambarkan tidak pernah menggunakan bahasa halus (krama inggil) ataupun duduk di depan lawan bicaranya. Bima melakukan kedua hal ini (bicara dengan bahasa krama inggil dan duduk) hanya ketika menjadi seorang resi dalam lakon Bima Suci, ketika dia bertemu dengan Dewaruci. Bima mahir bermain gada, serta memiliki berbagai macam senjata, antara lain: Kuku Pancanaka, Gada Rujakpala, Alugara, Bargawa (kapak besar), dan Bargawasta. Sedangkan jenis ajian yang dimilikinya antara lain: Aji Bandungbandawasa, Aji Ketuglindhu, Aji Bayubraja dan Aji Blabak Pangantol-antol. Bima juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu: Gelung Pudaksategal, Pupuk Jarot Asem, Sumping Surengpati, Kelatbahu Candrakirana, ikat pinggang Nagabanda dan Celana Cinde Udaraga. Sedangkan beberapa anugerah dewata yang diterimanya antara lai...

Cerita Rakyat Keong Mas

Raja Kertamarta yang merupakan seorang raja dari Kerajaan Daha, Raja yang mempunyai dua orang putri yang bernama Dewi Galuh dan Candra Kirana yang cantik dan baik. Candra Kirana sudah ditunangkan oleh putra mahkota Kerajaan Kahuripan yaitu Raden Inu Kertapati yang baik dan bijaksana. Namun, saudara kandung Candra Kirana yaitu Dewi Galuh sangat iri pada Candra Kirana, karena Dewi Galuh menaruh hati pada Raden Inu. Dewi Galuh kemudian menemui nenek sihir untuk mengutuk Candra Kirana. Dia juga memfitnahnya sehingga Candra Kirana diusir dari Istana. Ketika Candra Kirana berjalan menyusuri pantai, nenek sihir pun muncul dan menyihirnya menjadi keong emas dan membuangnya ke laut. Namun, sihirnya akan hilang bila keong emas berjumpa dengan tunangannya. Suatu hari seorang nenek sedang mencari ikan dengan jala, dan keong emas tersangkut. Keong Emas dibawanya pulang dan ditaruh di tempayan. Besoknya nenek itu mencari ikan lagi di laut tetapi tak seekor pun didapat. Namun, ketika ia sampai di gub...

Cerita Rakyat Yang Termasuk Salah Satu Budaya dan Warisan Dari Kaum Leluhur

Cerita rakyat merupakan cerita yang berasal dari masyarakat di masa lalu dan diwariskan secara lisan dari mulut ke mulut. Cerita rakyat tersebut termasuk warisan budaya yang mencerminkan akar budaya dan identitas suatu masyarakat. Cerita rakyat juga mengajarkan nilai-nilai dan kebijaksanaan yang diperoleh oleh segenap kaum leluhur. Berikut beberapa contoh cerita rakyat: Malin Kundang (Sumatra Barat), Tangkuban Perahu (Jawa Barat), Asal Mula Danau Toba (Sumatera Utara), Roro Jonggrang (Jawa Tengah), Timun Mas (Jawa Tengah) dan masih banyak lainnya. Cerita rakyat juga bisa dibedakan menjadi mitos, yaitu cerita rakyat yang dianggap benar pada masa lalu dan sering mengandung unsur keagamaan atau ritual. Tokoh utama dalam mitos bisa berupa dewa atau makhluk gaib yang memiliki sifat manusiawi.

Cerita Jaman Dahulu Kala Dieng Yang Terkenal Dengan Keindahan Alam Pegunungannya

Kawasan dataran tinggi Dieng telah lama dikenal sebagai pusat temuan arkeologi; dengan ditemukannya sejumlah candi dan sisa-sisa bangunan kuno non-pemujaan (petirtaan dan lubang drainase) serta arca. Catatan Hindia-Belanda menyebutkan ada 117 candi/ bangunan purbakala di dataran tinggi Dieng, tetapi sekarang tinggal sembilan yang masih berdiri. Candi-candi di Dieng diberi nama sesuai dengan nama tokoh pewayangan Mahabharata dan berdasarkan perkiraan arkeolog, bangunan-bangunan kuno di Dieng dibangun di masa berkuasanya Kerajaan Kalingga, yaitu pada abad ke-7 dan ke-8. Ini menjadikan percandian Dieng sebagai bangunan tertua di Jawa yang masih berdiri. Candi-candi ini bercorak keagamaan Hindu dan tampaknya dibangun untuk pemujaan kepada Siwa dan hyang (leluhur yang didewakan setelah meninggal). Dalam konsep Hinduisme, kuil atau candi adalah miniatur gunung suci kosmis, meskipun Schoppert melihat motif desain bangunan sangat sedikit terkait dengan India. Dalam tinjauannya yang diterbitkan...

Cerita Singkat Tradisi Rambut Gimbal Dieng dan Ritual Ruwatannya

Konon anak yang berambut gimbal merupakan anak yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat wilayah Dieng dan sekitarnya. Anak yang berambut gimbal atau biasa disebut anak gimbal dianggap sebagai titisan Kyai Kolo Dete dan Nini Roro Ronce. Mitos yang berkembang dan dipercaya sebagian masyarakat Dataran Tinggi Dieng, rambut gimbal dianggap bisa membawa musibah atau masalah di kemudian hari, sehingga mesti diruwat, karena dipercaya akan mendatangkan rezeki dan si anak dapat hidup normal dengan rambut yang normal. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, anak berambut gimbal merupakan titipan dari tokoh mitologi Dieng, Nyai Roro Ronce. Dalam legenda, Nyi Roro Ronce disebut sebagai utusan Nyai Roro Kidul, penguasa Laut Selatan, yang bertugas mendiami dan menjaga Dataran Tinggi Dieng. Ruwatan rambut gimbal merupakan upacara pemotongan (cukur) rambut pada anak-anak berambut gimbal (gembel) yang dilakukan oleh masyarakat di daerah Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau), Jawa Tengah. Ritual ruw...

Sepintas Tema Cerita Dongeng Bawang Merah Bawang Putih

Cerita Dongeng Bawang Merah Bawang Putih cukup populer di Indonesia hingga kini. Bawang Merah Bawang Putih merupakan dongeng yang berasal dari Riau, pada kisah ini bercerita mengenai dua orang gadis cantik kakak beradik yang memiliki sifat dan perangai sangat berbeda lagi bertolak belakang, serta mengenai seorang ibu tiri yang tidak adil dan pilih kasih. Dongeng ini memiliki tema dan pesan moral yang hampir sama dengan dongeng Burung Gereja Berlidah Pendek dari Jepang, serta Cinderella dari Eropa.

Cerita Awal Mula berdirinya Desa Tumenggungan Selomerto Wonosobo

Desa Tumenggungan berdiri pada tahun yang tidak diketahui sejarahnya. Diperkirakan berdiri pada abad 18 ketika terjadi perang Diponegoro melawan Belanda. Sehingga desa Tumenggungan ini lahir sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945. Hingga saat ini pemerintah desa Tumenggungan belum menemukan dokumen dan bukti sejarah yang menyebutkan tahun berdirinya desa Tumenggungan. Sejarah desa Tumenggungan hanya bisa dirunut berdasarkan cerita lisan yang berkembang secara turun menurun di tengah masyarakat, bahwa Desa Tumenggungan didirikan oleh seorang Tumenggung pengikut Pangeran Diponergoro pada abad ke 18 yang berasal dari Yogyakarta. Siapa nama Tumenggung tersebut, hingga saat ini belum ada dokumen dan bukti sejarah yang menorehkan nama pendiri desa Tumenggungan pada saat itu. Banyak cerita yang beredar bahwa nama Tumenggung tersebut adalah Tumenggung Selomanik, hal ini dibuktikan dengan adanya makam petilasan Tumenggung Selomanik yang berada di Dusun Kalilunjar. dimana pada waktu perang Di...

Cerita Awal Mula Sungai Serayu di Wonosobo

Pada dahulunya sekitar Sungai Serayu sudah memiliki berbagai pesona keindahan, kehidupan alami dan banyak pemandangan menarik lainnya. Sungai Serayu atau Bengawan Sarayu atau Kali Serayu terletak membentang di sebagian utara wilayah Jawa Tengah. Ada sekitar 5 kabupaten yg dilewati Sungai Serayu, yaitu kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas dan Cilacap. Sungai Serayu di Wonosobo cukup terkenal diantara sungai-sungai lainnya, seperti Sungai Begaluh , Sungai Tulis, Sungai Bogowonto , Sungai Sicantel, Sungai Kapulogo, Sungai Waroe, Sungai Prieng, Sungai Semagung, Sungai Siantap, Sungai Siton, Wangan Aji , Sungai Sigletuk, Sungai Cengis, Sungai Gede, Sungai Kemadu, Sungai Putih, Sungai Kabelukan dan masih banyak sungai lainnya yang terletak disekitar Kabupaten Wonosobo. Sungai-sungai diatas ada sebagian sungai-sungai yang bermuara di Sungai Serayu dan bermuara lagi di Laut. Baca Lainnya, Kayu Apung Sungai dan Asalnya , Ikan-ikan Dari Sungai Serayu , Konservasi Sederhana Su...

Cerita Sejarah Telaga Menjer yang sampai kini jadi wisata Telaga Alam yang di Gandrungi

Telaga Menjer  terletak di desa Maron, kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Telaga ini berjarak sekitar 2,5 km dari ibukota kecamatan Garung. Telaga ini diberi nama Telaga Menjer karena pada jaman dulu telaga menjer berada di wilayah Desa Menjer, dimana sekarang merupakan desa Maron. Dari sedikit cerita jaman dahulu, telaga ini terbentuk dari letusan vulkanik di kaki Gunung Pakuwaja.

Cerita Singkat Waduk atau Bendungan Wadaslintang yang Mempesona

Waduk Wadaslintang merupakan sebuah bendungan atau waduk yang terletak di wilayah Kecamatan Wadaslintang, Jawa Tengah, Indonesia. Untuk lebih tepatnya waduk ini terletak di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Kebumen. Waduk ini memiliki beberapa fungsi yang menopang kehidupan warga di sekitarnya, termasuk sebagai tempat wisata alam yang mempesona dan alami .