Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pewayangan

Menilik Sedikit Janaka Yang Gagah Berani

Janaka tidak hanya seorang raja yang gagah berani, tetapi juga ahli di bidang sastra dan Weda selayaknya seorang resi. Murid kesayangan Yajnavalkya, yang merupakan Brahman dalam wujud raja, pada bab satu kitab Brihadaranyaka Upanishad. Dalam Bhagawad Gita, Sri Kresna menggunakan Janaka sebagai contoh Karma yoga. Pada zaman India Kuno, Janaka (Sanskerta: जनक, janaka) atau Raja Janaka (राजा जनक, rājā janaka) merupakan raja di kerajaan Mithila. Ia lahir di Janakpur, Nepal; ia dikisahkan dalam Ramayana sebagai ayah Sita dan ada pula sumber mengenai dirinya di Brihadaranyaka Upanishad, Mahabharata dan Purana. Janaka menguji kekuatan para peminang yang melamar putrinya untuk memasangkan tali busur milik Dewa Siwa. Pangeran Rama berhasil melakukannya, dan puteri Janaka yaitu Sita (juga disebut Janaki) menikahi Rama dan hidup bersama di Ayodhya.  Raja Janaka juga disebut sebagai seorang Rajaresi yang memiliki pengetahuan spiritual dan meraih predikat resi, meskipun ia seorang raja yang mem...

Mengenal Sedikit Hanoman Atau Anoman

Hanoman dalam pewayangan Jawa disebut sebagai Anoman dan merupakan putra Religius (bukan biologis) Bhatara Guru yang menjadi murid, serta anak dari Bhatara Bayu. Hanoman sendiri merupakan tokoh lintas generasi sejak zaman Rama sampai zaman madya. Di India, hanoman dipuja sebagai dewa pelindung dan beberapa kuil didedikasikan untuk memuja dirinya. Hanoman (Dewanagari: हनुमान्; IAST: Hanumān) atau Hanumat (Dewanagari: हनुमत्; IAST: Hanumat), juga dieja sebagai Anoman (Jawa: ꦄꦤꦺꦴꦩꦤ꧀ ), ialah salah satu dewa dalam kepercayaan agama Hindu, sekaligus tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Seekor kera putih dan merupakan putra Batara Bayu dan Anjani, keponakan dari Subali dan Sugriwa. Menurut kitab Serat Pedhalangan, tokoh Hanoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, tetapi dalam pengembangannya tokoh ini juga kadangkala muncul dalam serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh antarzaman.

Mengenal Sedikit Majapahit Yang Dianggap Sebagai Kerajaan Terbesar

Majapahit merupakan salah satu kerajaan Hindu-Buddha terakhir di wilayah tersebut dan dianggap sebagai salah satu kerajaan terbesar dan terkuat dalam sejarah Indonesia dan Asia Tenggara. Kadang-kadang dianggap sebagai preseden batas wilayah Indonesia modern. Bahkan warisan dari Kemaharajaan Majapahit sangat banyak yang digunakan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengaruhnya diperkirakan melampaui wilayah Indonesia modern dan telah menjadi subjek banyak penelitian. Majapahit, (bahasa Jawa: ꦩꦗꦥꦲꦶꦠ꧀, translit. Måjåpahit; pelafalan dalam bahasa Jawa: [mɔd͡ʒɔpaɪt] (dialek timur dan tengah) atau [mad͡ʒapaɪt] (dialek barat)) juga dikenal sebagai Wilwatikta,[a] sebuah kemaharajaan talasokrasi Hindu-Buddha Jawa yang berbasis di pulau Jawa, sekarang di Indonesia. Pada masa kejayaannya, setelah melakukan ekspansi militer yang signifikan, wilayah Majapahit dan negara-negara bawahannya meliputi hampir seluruh kepulauan Nusantara dan meliputi sebagian Asia Tenggara, Setelah perang saudara ya...

Mengenal Sedikit Wisanggeni

Wisanggeni merupakan nama seorang tokoh pewayangan Jawa. Tokoh ini merupakan sisipan dalam kisah Mahabharata versi pewayangan, karena kisahnya tidak terdapat dalam naskah wiracarita Mahabharata karya Krishna Dwaipayana Byasa dari India, dan nama "Wisanggeni" tidak ditemukan dalam naskah Mahabrata versi India berbahasa Sanskerta (terjemahan Kisari Mohan Ganguli). Tokoh Wisanggeni hanya ada dalam tradisi Jawa Nuswantara. Dalam kisah pewayangan, Wisanggeni dikenal sebagai putra Arjuna yang lahir dari seorang bidadari bernama Batari Dresanala, putri Batara Brama dan Dewi Saraswati. Wisanggeni merupakan tokoh istimewa dalam pewayangan Jawa. Ia dikenal pemberani, tegas dalam bersikap, serta memiliki kesaktian luar biasa. Secara fisik, Wisanggeni digambarkan sebagai pemuda yang terkesan angkuh. Namun hatinya baik dan suka menolong. Ia tidak tinggal di dunia bersama para Pandawa, melainkan berada di kahyangan Sanghyang Wenang, leluhur para dewa. Dalam hal berbicara, Wisanggeni tidak ...

Mengenal Sedikit Gajah Mada

Gajah Mada (bahasa Jawa: ꦓꦗꦃꦩꦢ; ca 1290 – ca 1364), dikenal juga dengan nama lain Jirnnodhara, seorang panglima perang dan Mapatih (Perdana menteri) yang sangat berpengaruh di Nusantara pada zaman kerajaan Majapahit. Menurut berbagai sumber puisi, kitab, dan prasasti dari zaman Jawa Kuno, ia memulai kariernya tahun 1313, dan semakin menanjak setelah peristiwa pemberontakan Ra Kuti pada masa pemerintahan Sri Jayanagara, yang mengangkatnya sebagai Patih. Dia diangkat menjadi patih (perdana menteri) pada masa Ratu Tribhuwanatunggadewi dan kariernya berlanjut hingga masa kekuasaan Hayam Wuruk yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya. Ia diketahui menganut keyakinan Syiwa-Budha. Gajah Mada terkenal dengan sumpahnya, yaitu Sumpah Palapa, yang tercatat di dalam Pararaton. Ia menyatakan tidak akan istirahat atau menikmati kesenangan sebelum berhasil menyatukan Nusantara. Meskipun ia merupakan salah satu tokoh sentral saat itu, sangat sedikit catatan-catatan sejarah yang ditemukan meng...

Sedikit Mengenal Batara Kala

Batara Kala (aksara Jawa: ꦨꦡꦫꦏꦭ ; aksara Bali: ᬪᬞᬵᬭᬓᬵᬮ) adalah sosok personifikasi waktu dalam kepercayaan Hindu Nusantara, terutama Hindu Jawa dan Bali. Sebagai tokoh, ia ditampilkan dalam pertunjukan wayang, dengan latar belakang sebagai putra Dewa Siwa (Batara Guru), yang bergelar dewa penguasa waktu (kata kala berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya waktu). Kala sering disimbolkan sebagai raksasa yang berwajah menyeramkan, hampir tidak menyerupai seorang dewa. Dalam filsafat Hindu, Kala merupakan simbol bahwa siapa pun tidak dapat melawan hukum alam. Dalam kitab Kala Tattwa diceritakan bahwa ketika Batara Guru (Dewa Siwa) sedang berjalan-jalan dengan Batari Giriputri (Dewi Parwati) di atas laut, Batara Guru mengajak sang batari untuk bercinta, tetapi tertolak karena prilaku sang dewa dianggap tidak pantas. Akhirnya mereka berdua kembali ke kahyangan. Tanpa disadari siapa pun, air mani ("benih kehidupan") Batara Guru telah menetes ke laut, kemudian ditemukan oleh Dewa B...

Mengenal Sedikit Kunti Atau Pritha

Kunti (Dewanagari: कुंती; IAST: Kuntī) atau Pritha (Dewanagari: पृथा; IAST: Pṛthā), dalam wiracarita Mahabharata, yaitu putri kandung Surasena, raja Wangsa Yadawa, dan diangkat sebagai putri oleh Kuntiboja. Ia merupakan saudara Basudewa, ayah dari Baladewa, Kresna, dan Subadra. Ia juga merupakan ibu kandung Yudistira, Werkodara (Bima), dan Arjuna dan juga adalah istri pertama Pandu yang sah. Selain itu Kunti juga ibu kandung Karna. Sepeninggal Pandu, ia mengasuh Nakula dan Sadewa, anak Pandu dan Madri. Seusai Bharatayuddha (Perang besar keluarga Bharata), ia dan iparnya—Dretarastra, Gandari, dan Widura—pergi bertapa sampai akhir hayatnya. Kunti menikah dengan Pandu, seorang raja di Hastinapura, dalam sebuah sayembara. Pandu juga menikahi Madri sebagai istri kedua, tetapi Pandu tidak mampu memiliki anak karena kutukan yang diterimanya setelah membunuh Resi Kindama tanpa sengaja. Demi menebus kesalahannya, Pandu dan kedua istrinya hidup di hutan sebagai pertapa. Di sana, Kunti mengeluark...

Mengenal Sedikit Jayabhaya Atau Sri Warmeswara

Sri Warmeswara atau Jayabhaya (bahasa Jawa: ꧋ꦗꦪꦧ꧀ꦲꦪ; pengucapan bahasa Jawa: [Joyoboyo]; Raja Panjalu yang memerintah sekitar tahun 1135-1159 M. Dengan bergelar abhisekanama yang digunakan ialah Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa. Pemerintahan dari Prabu Jayabhaya dianggap sebagai masa kejayaan Kerajaan Panjalu. Peninggalan sejarahnya di antaranya adalah prasasti Hantang (1135 M), prasasti Talan (1136 M), prasasti Jepun (1144 M), Kakawin Hariwangsa serta kakawin Bharatayuddha (1157 M). Nama besar raja Jayabhaya masih tercatat dalam ingatan masyarakat Jawa, sehingga namanya muncul dalam kesusastraan Jawa pada zaman kemudian yakni era Mataram Islam atau sesudahnya sebagai Prabu Jayabaya atau Sri Aji Joyoboyo. Dikisahkan Jayabaya sebagai titisan dari Wisnu. Negaranya bernama Widarba yang beribu kota di Mamenang. Ayahnya bernama Gendrayana, putra Yudayana, putra Parikesit, putra Abimanyu, putra Arjuna dari kelua...

Sedikit Mengenal Tokoh Krishna Dalam Pewayangan

Kresna atau Krishna (Dewanagari: कृष्ण; IAST: Kṛṣṇa;) salah satu dewa yang dipuja oleh umat Hindu, berwujud pria berkulit gelap atau biru, memakai dhoti kuning dan mahkota yang dihiasi bulu merak. Dalam seni lukis dan arca, umumnya ia digambarkan sedang bermain seruling sambil berdiri dengan kaki yang ditekuk ke samping. Legenda Hindu dalam kitab Purana dan Mahabharata menyatakan bahwa ia merupakan putra kedelapan Basudewa dan Dewaki, bangsawan dari kerajaan Surasena, kerajaan mitologis di India Utara. Secara umum, ia dipuja sebagai awatara (inkarnasi) Dewa Wisnu kedelapan di antara sepuluh awatara Wisnu, Kresna biasanya dipuja dengan istrinya Radha dan Rukmini yang merupakan inkarnasi Dewi Lakshmi, Dalam beberapa tradisi perguruan Hindu, misalnya Gaudiya Waisnawa, ia dianggap sebagai manifestasi dari kebenaran mutlak, atau perwujudan Tuhan itu sendiri, dan dalam tafsiran kitab-kitab yang mengatasnamakan Wisnu atau Kresna, misalnya Bhagawatapurana, ia dimuliakan sebagai Kepribadian Tuh...

Sedikit Mengenal Gatotkaca

Gatotkaca dikisahkan memiliki kekuatan luar biasa. Dalam perang besar di Kurukshetra, ia menewaskan banyak sekutu Korawa sebelum akhirnya gugur di tangan Karna.  Gatotkaca (Dewanagari: घटोत्कच; IAST: Ghaṭotkaca) seorang tokoh dalam wiracarita Mahabharata, putra Bimasena (Bima) atau Werkodara dari keluarga Pandawa. Ibunya bernama Hidimbi (Arimbi), berasal dari bangsa rakshasa.  Di Indonesia, Gatotkaca menjadi tokoh pewayangan yang sangat populer. Misalnya dalam pewayangan Jawa, ia dikenal dengan sebutan Gatotkoco (bahasa Jawa: Gathotkaca). Kesaktiannya dikisahkan luar biasa, antara lain mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap, serta terkenal dengan julukan "otot kawat tulang besi". Gatotkaca versi Jawa merupakan manusia setengah raksasa, tetapi bukan raksasa hutan. Ibunya yaitu putri Prabu Tremboko dari Kerajaan Pringgadani. Tremboko tewas di tangan Pandu ayah para Pandawa akibat adu domba yang dilancarkan Sangkuni. Ia kemudian digantikan oleh anak sulungnya yang bern...

Sedikit Mengenal Indraprastha dan Ceritanya

Indraprastha (Dewanagari: इन्द्रप्रस्थ; IAST: Indrapraśtha) merupakan sebuah kota besar/kerajaan di India utara pada zaman dahulu kala. Kota ini muncul dalam kisah wiracarita Mahābhārata dan diperintah oleh Panca Pandawa. Kota/kerajaan ini terletak di tepi sungai Yamuna, lokasinya dekat dengan ibu kota India zaman sekarang, Delhi. Sebelum dikenal sebagai Indraprastha, kota/kerajaan ini dikenal sebagai Kandawaprastha. Sejarah ini dikenal dengan kisah atau lakon Babad Alas Wanamarta. Korawa yang telah merasa berhasil membunuh Pandawa dalam cerita Bale Sigalagala terkejut ketika mengetahui ternyata Pandawa masih hidup. Prabu Duryudana yang tidak ingin kerajaan Astina atau Hastina diminta oleh Pandawa selaku penguasa yang sah mencari berbagai cara agar bisa membunuh kembali Pandawa. Untuk memperhalus niatan tersebut, Pandawa diberikan daerah yang masih berupa hutan yang bernama hutan Wanamarta (Wana berarti Hutan). Hutan tersebut terkenal keangkerannya, begitu angkernya sehingga digunakan ...

Wayang Kedhu Wonosaban

Pertunjukan wayang di Jawa Tengah sudah menjadi bagian dari budaya masyarakatnya seiring berjalannya waktu. Berbagai gaya perwayangan diantaranya seperti gaya pakeliran pun turut bermunculan, namun masih didominasi oleh pakeliran gagrag Surakarta dan Yogyakarta atau Mataraman Sebelum pakeliran tersebut dikenal masyarakat luas, ternyata sudah ada pertunjukan wayang yang lebih dulu lahir di daerah Karesidenan Kedu, Jawa Jengah. Namanya adalah pakeliran Gagrag Kedu. Pakeliran tersebut ada di setiap eks Karesidenan Kedu. Wonosobo dan Temanggung merupakan salah satu daerah yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan pertunjukan wayang di Jawa Tengah. Wayang Kêdhu Wonosaban (Diakritik: Wayaṅ Kĕḍu Wånåsaban, Aksara Jawa: ꦮꦪꦁꦑꦼꦣꦸꦮꦤꦱꦧꦤ꧀, Abjad Pegon: واياڠ كٓڎو واناسابان, diperkirakan berkembang dari induk Wayang Kedu pada tahun 1650-1700 M merupakan salah satu varian Wayang gaya Kedu yang berkembang di wilayah Kabupaten Wonosobo. Dulu Wayang Kedu Wonosaban terbagi menjadi beberapa sub-gay...

Baladewa Putra Basudewa dan Dewaki

Baladewa sebenarnya merupakan kakak kandung Kresna karena terlahir sebagai putra Basudewa dan Dewaki. Namun karena takdirnya untuk tidak mati di tangan Kangsa, ia dilahirkan oleh Rohini atas peristiwa pemindahan janin. Kangsa, kakak dari Dewaki, takut akan ramalan yang mengatakan bahwa ia akan terbunuh di tangan putra kedelapan Dewaki. Maka dari itu ia menjebloskan Dewaki beserta suaminya ke penjara dan membunuh setiap putra yang dilahirkan oleh Dewaki. Secara berturut-turut, setiap puteranya yang baru lahir mati di tangan Kangsa. Pada saat Dewaki mengandung putranya yang ketujuh, nasib anaknya yang akan dilahirkan tidak akan sama dengan nasib keenam anaknya terdahulu. Janin yang dikandungnya secara ajaib berpindah kepada Rohini yang sedang menginginkan seorang putra. Maka dari itu, Baladewa disebut pula Sankarsana yang berarti "pemindahan janin". Akhirnya, Rohini menyambut Baladewa sebagai putranya. Pada masa kecilnya, ia bernama Rama. Namun karena kekuatannya yang menakjubk...

Punakawan Yang Cukup Populer Hingga Sekarang

Punakawan (bahasa Jawa: ꦥꦤꦏꦮꦤ꧀, translit. panakawan, har. 'berasal dari kata pana yang berarti cerdik, jelas, terang, dan cermat dalam pengamatan, serta kawan yang berarti teman atau sahabat') merupakan tokoh pewayangan Jawa yang diciptakan oleh seorang pujangga Jawa, dan merupakan mitologi asli masyarakat Jawa.  Punakawan secara harfiah berarti teman atau sahabat (pamong) yang sangat cerdik, dapat dipercaya serta mempunyai pandangan yang luas, memiliki pengamatan yang tajam dan cermat.  Dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah Tanggap ing sasmita lan impad pasanging grahita yang berarti peka dan peduli terhadap berbagai permasalahan. Pada umumnya para panakawan ditampilkan dalam pementasan wayang, baik itu wayang kulit, wayang golek, ataupun wayang orang sebagai kelompok penebar humor untuk mencairkan suasana. Namun di samping itu juga berperan penting sebagai penasihat nonformal kesatria yang menjadi asuhan mereka. Para panakawan tidak hanya sekadar abdi atau pengikut biasa,...

Pandawa Dalam Wiracarita Mahabarata

Pandawa merupakan istilah dalam bahasa Sanskerta, yang secara harfiahnya berarti anak Pandu, yaitu seorang Raja Hastinapura dalam wiracarita Mahabharata. Para Pandawa terdiri dari lima orang : Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Mereka adalah tokoh protagonis dalam Mahabharata, sedangkan yang antagonis adalah para Korawa, yaitu para putra Dretarastra, saudara Pandu. Dalam Mahabharata, kelima Pandawa menikah dengan Drupadi yang diperebutkan dalam sebuah sayembara di Kerajaan Panchala, dan masing-masing anggota Pandawa memiliki seorang putra darinya. Para Pandawa merupakan tokoh utama dalam bagian penting dari wiracarita Mahabharata, yaitu pertempuran besar di daratan Kurukshetra, dimana pertempuran para Pandawa melawan para Korawa beserta sekutu-sekutu mereka. Kisah tersebut menjadi kisah penting dalam wiracarita Mahabharata, selain kisah Pandawa dan Korawa bermain dadu. Menurut Mahabharata, setiap anggota Pandawa merupakan penjelmaan (penitisan) dari dewa tertentu, dan setiap a...

Drupadi Yang Merupakan Putri Raja di Kerajaan Panchala

Dropadi atau Yadnyaseni yang merupakan salah satu tokoh dari wiracarita Mahabharata. Dewi Drupadi merupakan putri Drupada, raja di kerajaan Panchala. Ia adalah saudara Drestadyumna dan Srikandi. Menurut kitab Mahabharata dari India, Dropadi memiliki lima suami yang disebut Pandawa, dan memiliki seorang putra dari tiap suaminya, yang disebut "Pancakumara". Namun, tradisi pewayangan Jawa, ia hanya memiliki seorang suami, yaitu Yudistira, dan seorang putra bernama Pancawala. Dalam Mahabharata dikisahkan bahwa ia dan Drestadyumna tercipta dari api yadnya yang diselenggarakan Drupada. Arjuna, salah satu anggota Pandawa memenangkan sayembara memperebutkan Dropadi dan berhak menikahinya, tetapi akhirnya Dropadi menikahi lima Pandawa karena kesalahpahaman Kunti, ibu para Pandawa. Setelah melaksanakan upacara Rajasuya, Yudistira diundang untuk bermain judi di Hastinapura. Ia gagal memenangkan pertaruhan sehingga kehilangan seluruh hartanya, termasuk Dropadi. Akhirnya Dropadi dihina di...

Sedikit Mengenal Bima, Tokoh Pewayangan Jawa Yang Gagah Bijaksana

Dalam pewayangan Jawa, Bima digambarkan memiliki sifat gagah berani, teguh, kuat, tabah, patuh, jujur dan bijaksana serta menganggap semua orang sama derajatnya, sehingga dia digambarkan tidak pernah menggunakan bahasa halus (krama inggil) ataupun duduk di depan lawan bicaranya. Bima melakukan kedua hal ini (bicara dengan bahasa krama inggil dan duduk) hanya ketika menjadi seorang resi dalam lakon Bima Suci, ketika dia bertemu dengan Dewaruci. Bima mahir bermain gada, serta memiliki berbagai macam senjata, antara lain: Kuku Pancanaka, Gada Rujakpala, Alugara, Bargawa (kapak besar), dan Bargawasta. Sedangkan jenis ajian yang dimilikinya antara lain: Aji Bandungbandawasa, Aji Ketuglindhu, Aji Bayubraja dan Aji Blabak Pangantol-antol. Bima juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu: Gelung Pudaksategal, Pupuk Jarot Asem, Sumping Surengpati, Kelatbahu Candrakirana, ikat pinggang Nagabanda dan Celana Cinde Udaraga. Sedangkan beberapa anugerah dewata yang diterimanya antara lai...

Wayang Kulit Tradisional Yang Melegenda

Seni dan Budaya di Indonesia saat ini banyak yang di kenal dunia, salah satu di antaranya yaitu wayang kulit. Wayang Kulit merupakan seni pertunjukan tradisional Indonesia yang banyak berkembang di Jawa. Wayang Kulit dimainkan oleh seorang Dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan di iringi musik gamelan yang dimainkan oleh sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden.