Postingan

Menampilkan postingan dari April 6, 2020

Mie Ongklok Khas Wonosobo Yang Sudah Sangat Banyak Penggemarnya dan Sangat Laris Hingga Zaman Kini

Gambar
Mie Ongklok merupakan makanan khas asli dari Wonosobo. Mie Ongklok dibuat dari mie yang direbus dengan racikan khusus menggunakan sayur kol, potongan kucai dan kuah kental yang disebut luh. sedangkan ongklok merupakan cara pengolahan mie yang dibuat dari semacam keranjang kecil dari anyaman bambu yang digunakan untuk membantu perebusan mie dengan cara digoyang-goyang atau di ongklok-ongklok dalam bahasa Wonosobo. Mie Ongklok akan lebih nikmat dengan ditambahkan makanan pendamping seperti sate sapi, tempe kemul atau gorengan lainnya.

Goa Semar dan Goa Sumur

Gambar
Goa Semar merupakan lubang batu dengan pintu masuk kecil dan sempit , goa ini terletak di dalam area wisata alam Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Dan apabila kita mau masuk kita hendak merangkak, dan ditengahnya ada gundukan berupa tempat pembakaran kemenyan dan dupa.

Geblek atau Lekoek, Gorengan Yang Khas di Wonosobo

Gambar
Geblek atau sering disebut Lekoek termasuk salah satu jajanan goreng khas daerah Wonosobo. Makanan yang satu ini cukup laris dan masih banyak digemari oleh masyarakat hingga kini. Geblek atau lekuk dibuat menggunakan bahan dasar tepung pati singkong yang masih basah. Di sekitar Wonosobo geblek atau lekuk masih mudah ditemui, seperti di warung warung gorengan, warung mie ayam, bakso, soto dan lainnya.

Gunung Sindoro & Gunung Sumbing yang Menawan

Gambar
Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing merupakan dua Gunung yang letaknya berdekatan, serta memiliki bentuk dan tinggi yang hampir sama. Tinggi Gunung Sumbing sekitar 3.340 m dari permukaan laut (dpl), sedikit lebih tinggi daripada Sindoro (3.155 m dpl). Jika dipetakan, Sumbing berada disebelah barat daya kota Temanggung dan sebelah Timur kota Wonosobo. Sedangkan Sindoro disebelah barat laut Temanggung danTimur laut Wonosobo.

Alun alun Wonosobo yang masih menarik minat dan Cukup merakyat

Gambar
Alun alun Wonosobo terletak di pusat ibukota Wonosobo, lebih tepatnya berada di jalan pemuda no .2, Wonosobo Timur, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa tengah. Alun alun sampai saat ini masih banyak digemari oleh rakyat maupun orang orang tertentu. Alun alun juga merupakan Tempat beraktifitas warga dan pemerintahan, mulai dari tempat wisata keluarga, olahraga, hiburan atau pesta rakyat, acara acara sekolahan, kepemerintahan dan lainnya.

Cerita Rakyat Asal Mula Sungai Serayu

Gambar
Panorama Tepi Sungai Serayu Sekitar 20 kilometer di sebelah utara kota Wonosobo, yaitu di sebuah daerah dataran tinggi Dieng terdapatlah sumber mata air , mata air tersebut bernama Tuk Bima Lukar . Menurut cerita atau legenda masyarakat sekitar, Tuk Bima Lukar mempunyai daya tarik tersendiri. Yaitu dipercaya bisa membuat orang awet muda dengan membasuh muka atau mandi dengan air di tuk tersebut. Sedangkan asal mula cerita Tuk tersebut berawal pada suatu ketika sang pandawa sedang pergi ke Dieng untuk membangun Candi sebagai tempat pemujaan, di tengah perjalanan salah satu orang Pandawa yaitu Bima merasa ingin buang air kecil (ken***g), lalu dia berhenti untuk buang air kecil. BACA JUGA ; Cerita Awal Mula Sungai Serayu Wonosobo , Crito Rakyat Babagan Asal Mulo Kali Serayu (Jw) 

Cerita Rakyat Sejarah Wonosobo

Gambar
Sejarah singkat Wonosobo menurut cerita rakyat, pada sekitar abad XVII tersebutlah tiga orang pengelana yang masing-masing bernama Kyai Kolodete, Kyai Karim dan Kyai Walik, mulai merintis suatu pemukiman di Wonosobo. Selanjutnya Kyai Kolodete berada di dataran tinggi Dieng, Kyai Karim berada di daerah Kalibeber dan Kyai Walik berada di sekitar Kota Wonosobo sekarang ini. Sejak saat itu daerah di daerah ini mulai berkembang, tiga orang tokoh tersebut dianggap sebagai "cikal bakal" dari masyarakat Wonosobo yang dikenal sekarang ini.

Kawah Sikidang - Wisata Vulkanis Unggulan di Dienga Jawa Tengah

Gambar
Kawah Sikidang Kawah adalah lubang besar yang berbentuk cekungan pada gunung berapi yang terjadi karena adanya aktifitas vulkanis pada gunung atau Kawah adalah bagian puncak gunung berapi yang dilewati bahan letusan berbentuk lekukan besar. Berikut salah satu destinasi wisata yang menjadi daya tarik di Dieng yaitu Kawah Sikidang. Kawah yang berlokasi di Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah ini merupakan kawah aktif terbesar yang ada di dataran tinggi dieng. Nama Sikidang berarti Kidang atau Kijang (binatang). Menurut cerita pada zaman dahulu diberi nama Sikidang karena dulunya kawah tersebut sering berpindah-pindah tempat atau melompat-lompat (seperti hewan kijang atau kidang yang berlari dengan melompat-lompat). Kawah Sikidang termasuk salah satu tempat wisata unggulan yang berada di Dieng, karena lokasi keberadaannya yang mudah di jangkau membuat tempat wisata kawah sikidang sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik wisatawan domestik ...

Dataran Tinggi Dieng - Kawasan Wisata Vulkanik Yang Mempesona

Gambar
D ieng   merupakan salah satu kawasan dataran tinggi di Provinsi Jawa Tengah yang terbagi dalam dua wilayah yaitu, Wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Dataran tinggi Dieng berada di sebelah barat komplek Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.  Nama Dieng berasal dari gabungan dua kata Bahasa Kawi: "di" yang berarti "tempat" atau "gunung" dan "Hyang" yang bermakna (Dewa). Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam.

Sebentar Melihat Matahari Terbit di Puncak Sikunir Dieng

Gambar
Matahari Terbit dari Sikunir Puncak Sikunir Dieng merupakan salah satu bukit yang cukup terkenal dan sangat favorit di pegunungan Dieng, Puncak Sikunir terletak di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, dan berada pada ketinggian 2.505m dpl (di atas permukaan laut). Untuk lebih tepatnya Bukit Sikunir terletak di sebelah selatan Telaga Cebong.

Sepintas Cerita Legenda Tuk Bima Lukar, Kawasan Pegunungan Dieng

Gambar
Tuk Bima Lukar,  mata air atau sumber air yang berasal dari bawah lereng Gunung Perahu yang terletak di sekitar kawasan pegunungan Dieng. Tuk Bima Lukar merupakan Hulu dari Sungai Serayu. Tuk Bima Lukar juga merupakan Mata air yang di anggap suci bagi umat Hindu Kuno Dieng. Nama Bima Lukar di ambil dari kata Bima dan Lukar, Bima artinya nama salah satu satu tokoh dari Pandawa sedangkan Lukar yang berarti busana. Menurut legenda cerita nama Bima Lukar berarti sebagai tempat dimana tempat sang tokoh Pandawa yaitu dimana Bima saat sedang melukar (melepas) pakaiannya untuk disucikan.

Sekitar Sungai Serayu di Wonosobo

Gambar
Sunset di Serayu Perbatasan Sungai Serayu Wonosobo merupakan salah satu sungai yg terletak di Kabupaten Wonosobo. Sungai Serayu ini bersumber dari mata air di pegunungan Dieng yg bernama Mata air Bima Lukar (Tuk Bimo Lukar) dan bermuara di Laut Cilacap.  ada sekitar 5 kabupaten yg dilewati Sungai Serayu ini, yaitu kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas dan Cilacap. Baca Lainnya, Sekitar Serayu Banjarnegara ,   Cerita Awal Mula Sungai  Serayu  di Wonosobo, Babagan Crito Kali Serayu Wonosobo Sungai Serayu di sebagian wilayah menpunyai beberapa fungsi yang cukup berguna bagi warga atau penduduk di sekitar sungai. Selain digunakan untuk kehidupan sehari-hari dan irigasi, sungai serayu juga digunakan sebagai tempat wisata, ada yg menggunakan sebagai tempat wisata petualangan air (rafting/ arung jeram), ada juga yang menggunakan sebagai tempat wisata alam lainnya. Baca Juga, Cerita Rakyat Asal Mula Sungai Serayu  , ...