Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 28, 2026

Hamparan Hijau Yang Membawa Kesederhanaan dan Penuh Rasa Syukur

Gambar
Dari sudut teras sederhana beratap seng yang sedikit berisik kalau terkena angin dan kadang hujan pun tembus menetes membasahi sebagian dibawahnya, terbentang hamparan hijau yang rasanya seperti karpet raksasa milik alam. Kebun-kebun tersusun rapi, seolah-olah tanaman di sana bangun pagi lebih rajin daripada manusia yang masih tarik selimut. Di kejauhan, gunung berdiri tenang seperti penjaga tua yang sudah hafal dengan semua rahasia desa; dari kisah cinta yang gagal sampai jemuran yang tiba-tiba kehujanan. Angin berembus pelan, membawa aroma tanah dan daun segar, membuat siapa pun yang berdiri di sana mendadak merasa jadi tokoh utama film bertema “pulang kampung menemukan jati diri”. Di sisi kanan, semak dan pohon tumbuh santai tanpa memikirkan cicilan atau notifikasi ponsel. Langit biru berawan menggantung seperti lukisan yang lupa diberi tanda tangan pelukisnya. Tempat ini sederhana, jauh dari gemerlap kota, tapi justru di situlah letak keistimewaan dan kemewahannya. Kadang kita terl...

Petani Dan Saudagarnya Di Sebuah Desa Kecil Sekitar Lereng Pegunungan

Gambar
Di sebuah desa kecil di sebuah lereng pegunungan yang dinginnya bikin badan serasa disetrika angin, hiduplah seorang petani bernama Pak Darunmo. Ia tinggal tak jauh dari hutan kaki sebuah gunung kecil di pegunungan dieng, yang setiap pagi diselimuti kabut tebal seperti nasi yang lupa diaduk. Pak Darunmo terkenal rajin, tapi juga terkenal menyenangkan dan orang yang terlalu jujur. Saking jujurnya, kalau timbangan sayurnya kurang satu gram saja, dia bisa minta maaf sampai tiga kali dan kasih bonus daun bawang. Suatu hari datanglah seorang saudagar dari kota bernama Bu Turmenim. Ia biasa berdagang ke pasar besar di berbagai kota-kota besar. Tingkah tanduknya rapi, bicaranya cepat, dan kalau menghitung uang suaranya bisa bikin mesin kasir minder. Pertemuan pertama mereka terjadi saat Bu Turmenim melihat Pak Darunmo menjajakan wortel yang bentuknya bengkok-bengkok seperti huruf S yang lagi senam. “Pak, ini wortelnya kenapa miring semua?” tanya Bu Turmenim. Pak Darunmo menghela napas. “Itu ...