Postingan

Ikan Brèk, Wader Abang atau Putihan Yang Menarik dan Mudah di Pelihara

Gambar
tag : #  Ikan Nilem ,#  Ikan Mahseer ,#  Ikan Hampal , # Ikan Beong ,#  Ikan Wader Pari ,#  Ikan Cetul , Ikan Uceng ,#  Ikan-Ikan Sungai Serayu Wonosobo

Ikan Wader Pari atau Lunjar Padi, Ikan Kali Yang Mudah di Pelihara

Rasbora argyrotaenia merupakan Lunjar padi yang masih kecil, 19mm. Ikan  bertubuh kecil ramping, dengan panjang maksimal sekitar 170 mm. Tubuh berwarna coklat kuning kehijauan di bagian punggung (dorsal) dan putih keperakan di sisi dan bagian bawah (ventral), terutama di bagian perut. Sebuah garis perak berjalan bersama garis kehitaman di bawahnya pada masing-masing sisi tubuh, dari belakang tutup insang hingga ke batang ekor. Iris mata berwarna perak; sirip-sirip berwarna bening, kecuali sirip ekor yang kekuningan indah. Ikan dewasa, 33mm. Formula sirip punggung (dorsal), yakni dua jari-jari keras (duri) diikuti tujuh jari-jari lunak. Sirip dubur (anal ); sirip dada (pectoral); sirip perut (ventral); serta jumlah sisik pada jalur gurat sisi (linea lateralis) 29-30 buah. Batang ekor (peduncle) dikelilingi 14 sisik; antara gurat sisi dengan awal sirip perut diantarai oleh 1-1½ sisik. Lunjar padi sering ditemui dalam kelompok besar, di danau, parit atau sungai-sungai yang relatif t...

Neolissochilus Fish, Tor Soro, Ikan Mahseer dari Sungai Serayu Wonosobo (iwak lempon) Yang Menarik di Pelihara

Gambar
Neolissochilus Fish merupakan Ikan Air Tawar yang tidak kalah menariknya dari ikan air asin atau lautan yang merupakan sebagian besar habitat dari hewan-hewan yang hidup di perairan. ikan air tawar ini merupakan salah satu hewan air yang mempunyai bermacam atau beberapa jenis. Mahseer atau Neolissochilus Fish, Tor Soro, atau Ikan Mahseer atau Lempon Sungai ini merupakan Ikan Air Tawar yang bisa di masak atau dijadikan sebagai bahan sajian hidangan- hidangan khas pada kalangan tertentu. Dari beberapa jenis ikan mahseer ada juga yang kadang digunakan sebagai ikan hias .   tag : #  Ikan Nilem , #  Ikan Mahseer , #  Ikan Hampal , #  Ikan Wader Pari , #  Ikan Cetul ,  Ikan Uceng , #  Ikan-Ikan Sungai Serayu Wonosobo

Ikan Nilem, Ikan Sungai Melem Mangut Yang Menarik

Gambar
Nilem, nilem mangut, melem, atau Paweh (Osteochilus vittatus) merupakan sejenis ikan air tawar anggota suku Cyprinidae. Ikan herbivora ini cukup banyak menyebar di Jawa. Nilem juga merupakan ikan budidaya untuk konsumsi dan komersial lainnya. Ikan nilem bertubuh sedang, panjang total hingga 26 sentimeter. Moncong membulat tumpul, dengan bibir yang berkerinyut dan dapat disembulkan. Sungut maksilar kurang lebih sepanjang diameter mata, sungut rostral lebih pendek. Sisiknya berwarna-warni. Ikan nilem biasa dibudidayakan orang di Pulau Jawa, terutama di Jawa Barat. Ikan ini digemari telur-telurnya karena rasanya yang lezat. Akan tetapi sekarang produksinya cenderung menurun, sementara umumnya nilem dipelihara sebagai produk sampingan dari kolam-kolam pemeliharaan ikan mas, nila, atau gurami.   Ikan nilem memakan berbagai jenis fitoplankton.

Uceng Serayu, ikan kecil yang menarik dan komersil

Gambar
Uceng atau uceng-uceng ( Nemacheilus masyai ) merupakan spesies ikan bersirip pari dalam genus Nemacheilus.   "Uceng", dapat ditemukan di lingkungan air tawar dalam habitat kedalaman beraneka. spesies ini berasal dari sungai kecil, sungai besar, rawa dan danau. Panjang rata-rata Nemacheilus masya sebagai jantan tanpa kelamin adalah sekitar 13,5 sentimeter atau sekitar 5,3 inci. Tubuh spesies ini berwarna terang dengan bercak gelap yang dapat ditemukan di sisinya. Itu bisa dikenali dari tubuhnya yang ramping memanjang. Mereka lebih menyukai arus lambat air jernih hingga agak keruh, dengan dasar berlumpur, berpasir atau berbatu kerikil. Sejauh pola makan mereka, spesies ini memakan serangga, larva, dan invertebrata yang hidup di air. Betina dari spesies ini agak lebih besar dan bertubuh lebih besar daripada jantan. Nama khusus itu menghormati ilustrator sains Thailand Luang Masya Chitrakarn, sarjana perikanan, salah satu pelopor perikanan di Thailand.   Uceng memiliki kemampuan...

Candi-candi Dieng Peninggalan Nenek Moyang Yang Melegenda Hingga Kini

Gambar
Candi Dieng merupakan kumpulan beberapa Candi yang berada di kawasan dataran tinggi Dieng, Dataran tinggi Dieng ini berada di sebelah barat komplek Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Candi Dieng juga merupakan kompleks peninggalan candi-candi Hindu Kuno yang dibangun pada sekitar abad ke-7 dan diperkirakan sebagai candi tertua di Pulau Jawa, yang antara lain yaitu Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Gatotkaca, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Dwarawati dan Candi Setyaki .

Cerita Singkat Sejarah Awal Mula Wonosobo

Gambar
Sejarah singkat Wonosobo menurut cerita rakyat, pada zaman dahulu kala sekitar abad XVII, tersebutlah tiga orang pengelana yang masing-masing bernama Kyai Kolodete, Kyai Karim dan Kyai Walik, mulai merintis suatu pemukiman di Wonosobo. Selanjutnya Kyai Kolodete berada di dataran tinggi Dieng, Kyai Karim berada di daerah Kalibeber dan Kyai Walik berada di sekitar Kota Wonosobo sekarang ini. Sejak saat itu daerah di daerah ini mulai berkembang, tiga orang tokoh tersebut dianggap sebagai "cikal bakal" dari masyarakat Wonosobo yang dikenal sekarang ini. Makin lama daerah ini semakin berkembang, sehingga semakin ramai. Dikemudian hari dikenal beberapa nama tokoh penguasa daerah Wonosobo yang pusat pemerintahannya di Selomanik. Dikenal pula tokoh bernama Tumenggung Wiroduta di Pacekelan Kalilusi, yang selanjutnya dipindahkan ke Ledok atau Plobangan saat ini. Salah seorang cucu Kyai Karim juga disebut sebagai salah seorang penguasa di Wonosobo. Cucu Kyai Karim tersebut dikenal sebag...