Mengenal Sedikit Hutan dan Beberapa Definisi Hutan
Sebuah hutan terdiri dari banyak komponen yang secara garis besar dapat dibagi menjadi dua kategori: biotik (hidup) dan abiotik (tak hidup). Bagian yang hidup meliputi pohon, semak, tumbuhan merambat, rumput dan tumbuhan herba (non-kayu) lainnya, lumut, alga, jamur, serangga, mamalia, burung, reptil, amfibi, serta mikroorganisme yang hidup pada tumbuhan dan hewan serta di dalam tanah, yang terhubung oleh jaringan mikoriza.
Hutan yang merupakan sebuah ekosistem yang dicirikan oleh komunitas pohon yang lebat. Ratusan definisi hutan digunakan di seluruh dunia, yang menggabungkan faktor-faktor seperti kerapatan pohon, tinggi pohon, penggunaan lahan, kedudukan hukum, dan fungsi ekologis. Definisi ini tidak mencakup lahan yang sebagian besar digunakan untuk pertanian atau perkotaan." Menggunakan definisi ini, Asesmen Sumber Daya Hutan Global 2020 menemukan bahwa hutan menutupi 406 miliar hektare (1.000 miliar ekar; 4.060 juta kilometer persegi; 1.570 juta mil persegi), atau sekitar 31 persen dari luas daratan dunia pada tahun 2020.
Hutan merupakan ekosistem darat terbesar di Bumi berdasarkan luas areanya, dan ditemukan di seluruh dunia. Sebanyak 45 persen lahan hutan berada di garis lintang tropis. Porsi hutan terbesar berikutnya ditemukan di iklim subarktik, diikuti oleh zona iklim sedang, dan subtropis.
Hutan menyumbang 75% dari produktivitas primer kotor biosfer Bumi, dan menyimpan 80% biomassa tumbuhan di Bumi. Produktivitas primer bersih diperkirakan mencapai 21,9 gigaton biomassa per tahun untuk hutan tropis, 8,1 untuk hutan iklim sedang, dan 2,6 untuk hutan boreal.
Hutan membentuk bioma yang sangat berbeda pada garis lintang dan ketinggian yang berbeda, serta dengan curah hujan dan tingkat evapotranspirasi yang berbeda pula. Bioma-bioma ini meliputi hutan boreal di iklim subarktik, hutan lembap tropis dan hutan kering tropis di sekitar Khatulistiwa, serta hutan iklim sedang di lintang tengah. Hutan terbentuk di wilayah Bumi dengan curah hujan tinggi, sementara kondisi yang lebih kering menghasilkan transisi menuju sabana. Namun, di daerah dengan tingkat curah hujan menengah, hutan beralih menjadi sabana dengan cepat ketika persentase lahan yang tertutup pepohonan turun di bawah 40 hingga 45 persen. Penelitian yang dilakukan di hutan hujan Amazon menunjukkan bahwa pepohonan dapat mengubah tingkat curah hujan di suatu wilayah, dengan melepaskan air dari daun-daunnya untuk mengantisipasi hujan musiman guna memicu datangnya musim hujan lebih awal.
Deforestasi terjadi ketika manusia menyingkirkan pepohonan dari kawasan hutan dengan cara menebang atau membakar, baik untuk memanen kayu maupun untuk membuka lahan pertanian. Sebagian besar deforestasi saat ini terjadi di hutan tropis. Sebagian besar deforestasi ini disebabkan oleh produksi empat komoditas: kayu, daging sapi, kedelai, dan minyak kelapa sawit. Hutan hujan tropis dan hutan konifera boreal ialah yang paling tidak terfragmentasi, sedangkan hutan kering subtropis dan hutan oseanik iklim sedang termasuk yang paling terfragmentasi. Kurang lebih 80 persen kawasan hutan dunia ditemukan dalam petak-petak yang lebih besar dari 1 juta hektare (2,5 juta ekar). Sisa 20 persennya terletak di lebih dari 34 juta petak di seluruh dunia – sebagian besar berukuran kurang dari 1.000 hektare (2.500 ekar).
Masyarakat manusia dan hutan dapat saling memengaruhi secara positif maupun negatif. Hutan menyediakan jasa ekosistem bagi manusia dan berfungsi sebagai objek wisata. Hutan juga dapat memengaruhi kesehatan manusia. Aktivitas manusia, termasuk pemanfaatan sumber daya hutan yang tidak berkelanjutan, dapat berdampak negatif terhadap ekosistem hutan.



Komentar