Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 12, 2026

Candi Bima Yang Merupakan Salah Satu Candi Tertua dan Terbesar di Kawasan Dataran Tinggi Dieng

Candi Bima merupakan salah satu candi tertua dan terbesar yang berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng, tepatnya terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara (berdekatan dengan komplek kawah Sikidang). ​Candi Bima memiliki gaya arsitektur unik yang menggabungkan corak India Selatan (gaya Kalinga) dan India Utara (gaya Sikhara). Arsitektur Candi Bima sangat berbeda bila dibandingkan dengan candi-candi lain di komplek Dieng seperti Candi Arjuna atau Candi Semar. Pada bagian atap yang bertingkat, terdapat relung-relung yang dihiasi relief kepala manusia atau patung setengah badan yang disebut Kudhu. ​Candi Bima menghadap ke timur, memiliki alas denah berbentuk bujur sangkar dengan penampil yang menonjol di setiap sisinya, sehingga membentuk denah bersisi delapan. Sedangkan untuk penamaan "Bima" berasal dari nama salah satu tokoh Pandawa dalam kisah Mahabharata, dan mengikuti tradisi penamaan candi-candi lainnya di kawasan dataran tinggi Dieng. Baca juga ;...

Cerita Kisah Legenda Kelahiran Lakon Bima Bungkus

Kelahiran putra kedua Prabu Pandu Dewanata dan Dewi Kunti menyelimuti Istana Hastinapura dengan kecemasan mendalam ketika sang bayi lahir terbungkus selaput plasenta gaib yang luar biasa kuat. Tidak ada sebilah keris, tombak, maupun senjata pusaka mana pun di kerajaan yang mampu merobek wujud Bima Bungkus tersebut. Atas petunjuk Begawan Abiyasa, sang bayi akhirnya diasingkan ke Hutan Mandalasara, dibiarkan bertapa menanti kehendak para dewa hingga bertahun-tahun lamanya. ​Keberadaan bungkus gaib di tengah hutan sempat dimanfaatkan oleh Patih Sakuni dan para Kurawa. Dengan dalih ingin membantu memecahkan selaput tersebut, Kurawa justru berniat berniat jahat memusnahkan sang bayi. Namun, alih-alih hancur, setiap sabetan senjata dan godam para Kurawa justru berbalik memantulkan energi dahsyat yang membuat mereka lari berhamburan dalam keadaan babak belur. ​Keheningan hutan berakhir saat Kahyangan Jonggring Saloka bergetar hebat akibat aura pertapaan sang bayi dari dalam selaputnya. Batar...