Langkah kaki membawamu mendekat, tanpa ada janji yang pernah ditulis di atas kertas. Di antara berjuta manusia yang sedang berpacu dengan sang waktu, lintasan hidup kita mendadak bersinggungan. Hari itu, banyak orang mungkin melihatnya sebagai sebuah kebetulan biasa, dua orang yang berbagi ruang, bertukar sapa, lalu selesai. Namun, sejatinya ada takdir yang sedang bekerja secara senyap. Itu bukan sekadar pertemuan, melainkan awal dari perjalanan dua jiwa. Pertemuan fisik hanyalah pintu gerbang. Ketika dua mata saling menatap dan obrolan mulai mengalir, yang sedang bertegur sapa bukanlah sekadar nama atau latar belakang, melainkan riwayat luka, mimpi-mimpi yang terkubur, serta harapan yang menolak padam. Ada rasa familier yang aneh, seolah jiwa ini pernah saling mengenal jauh sebelum raga kita benar-benar bertatap muka. Menjalani perjalanan bersama tidak pernah berarti jalanan akan selalu rata. Dua jiwa membawa kompasnya masing-masing, lengkap dengan peta masa lalu yang berbeda. Ada k...