Segelas Teh Hangat Sore dan Sedikit Cerita yang Tak Pernah Habis

Sore itu, sendiri ku duduk di sebuah balkon kecil sambil memegang secangkir teh hangat. Matahari mulai tenggelam, meninggalkan warna jingga yang lembut di langit.
Sedikit mengingat.. lalu ku buka buku favorit, tapi sering kali tidak benar-benar membaca. Pikiranku justru mengalir, mengenang hal-hal baik yang terjadi selama seminggu kemarin.
Kadang ku tersenyum sendiri, kadang ku juga menarik napas panjang dengan lega.
Minum segelas teh di sore hari bukan hanya tentang minuman, tapi tentang memberi ruang untuk diri sendiri. Di situ, aku belajar bersyukur, menerima, dan memaafkan hari kemarin yang mungkin tidak sempurna.
Dan tanpa ku sadari, kebiasaan kecil itu membuat hatiku terasa lebih tenang, lebih kuat untuk menghadapi hari-hari berikutnya.
Dan setelah selesai, ku duduk menyendiri dengan segelas minuman teh hangat yang dimana hari sore sudah mulai menjelang malam, aku tersenyum puas. Dengan sedikit berkeringat yang mengalir bukanlah lelah, melainkan tanda bahwa aku telah memberi waktu terbaik untuk diriku sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Awal Mula Sungai Serayu di Wonosobo

Luwing.. Luding, Luloh, Keluwing atau Kaki Seribu

Cerita Rakyat Asal Mula Sungai Serayu