Pagi Berkabut di Selatan Jogja

Malam baru saja pergi ketika kabut mulai memenuhi kawasan selatan Gunung Kidul. Jalanan kecil menuju bukit tampak samar, hanya diterangi lampu-lampu rumah warga yang redup. Udara terasa sangat dingin hingga embun pun menempel di jaket dan rambut. Kabut yang turun perlahan membuat suasana terasa damai, seolah alam sedang mengajarkan manusia untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk kehidupan. Di balik kesederhanaannya, embun pagi Gunung Kidul menyimpan keindahan yang cukup sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Keindahan kabut di kawasan Gunung Kidul memang cukup terkenal dan memiliki daya tarik tersendiri, terutama di daerah perbukitan seperti Gunung Ireng yang dikenal memiliki panorama sunrise dan lautan kabut yang menawan.
hamparan awan dan kabut putih seperti lautan yang menyelimuti lembah.
Seakan seperti tidak ada yang berbicara terlalu keras. Semua menikmati suasana pagi dengan rasa syukur. Burung-burung mulai beterbangan di antara kabut, sementara cahaya matahari perlahan menembus dinginnya udara pegunungan. Keadaan alam tersebut membuat suasana pagi di Gunung Kidul terasa begitu khas dan romantis.
Pagi berkabut itu akhirnya berubah menjadi siang yang hangat. Namun kenangan pagi di selatan Jogja kala itu tentang embun, kabut, dan udara dingin di sebuah perbukitan selalu membuat siapa pun ingin kembali lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Awal Mula Sungai Serayu di Wonosobo

Luwing.. Luding, Luloh, Keluwing atau Kaki Seribu

Cerita Rakyat Asal Mula Sungai Serayu