Postingan

Mie Ongklok Khas Wonosobo Yang Sudah Sangat Banyak Penggemarnya dan Sangat Laris Hingga Zaman Kini

Gambar
Mie Ongklok merupakan makanan khas asli dari Wonosobo. Mie Ongklok dibuat dari mie yang direbus dengan racikan khusus menggunakan sayur kol, potongan kucai dan kuah kental yang disebut luh. sedangkan ongklok merupakan cara pengolahan mie yang dibuat dari semacam keranjang kecil dari anyaman bambu yang digunakan untuk membantu perebusan mie dengan cara digoyang-goyang atau di ongklok-ongklok dalam bahasa Wonosobo. Mie Ongklok akan lebih nikmat dengan ditambahkan makanan pendamping seperti sate sapi, tempe kemul atau gorengan lainnya.

Goa Semar dan Goa Sumur

Gambar
Goa Semar merupakan lubang batu dengan pintu masuk kecil dan sempit , goa ini terletak di dalam area wisata alam Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Dan apabila kita mau masuk kita hendak merangkak, dan ditengahnya ada gundukan berupa tempat pembakaran kemenyan dan dupa.

Geblek atau Lekoek, Gorengan Yang Khas di Wonosobo

Gambar
Geblek atau sering disebut Lekoek termasuk salah satu jajanan goreng khas daerah Wonosobo. Makanan yang satu ini cukup laris dan masih banyak digemari oleh masyarakat hingga kini. Geblek atau lekuk dibuat menggunakan bahan dasar tepung pati singkong yang masih basah. Di sekitar Wonosobo geblek atau lekuk masih mudah ditemui, seperti di warung warung gorengan, warung mie ayam, bakso, soto dan lainnya.

Gunung Sindoro & Gunung Sumbing yang Menawan

Gambar
Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing merupakan dua Gunung yang letaknya berdekatan, serta memiliki bentuk dan tinggi yang hampir sama. Tinggi Gunung Sumbing sekitar 3.340 m dari permukaan laut (dpl), sedikit lebih tinggi daripada Sindoro (3.155 m dpl). Jika dipetakan, Sumbing berada disebelah barat daya kota Temanggung dan sebelah Timur kota Wonosobo. Sedangkan Sindoro disebelah barat laut Temanggung danTimur laut Wonosobo.

Alun alun Wonosobo yang masih menarik minat dan Cukup merakyat

Gambar
Alun alun Wonosobo terletak di pusat ibukota Wonosobo, lebih tepatnya berada di jalan pemuda no .2, Wonosobo Timur, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa tengah. Alun alun sampai saat ini masih banyak digemari oleh rakyat maupun orang orang tertentu. Alun alun juga merupakan Tempat beraktifitas warga dan pemerintahan, mulai dari tempat wisata keluarga, olahraga, hiburan atau pesta rakyat, acara acara sekolahan, kepemerintahan dan lainnya.

Cerita Rakyat Asal Mula Sungai Serayu

Gambar
Panorama Tepi Sungai Serayu Sekitar 20 kilometer di sebelah utara kota Wonosobo, yaitu di sebuah daerah dataran tinggi Dieng terdapatlah sumber mata air , mata air tersebut bernama Tuk Bima Lukar . Menurut cerita atau legenda masyarakat sekitar, Tuk Bima Lukar mempunyai daya tarik tersendiri. Yaitu dipercaya bisa membuat orang awet muda dengan membasuh muka atau mandi dengan air di tuk tersebut. Sedangkan asal mula cerita Tuk tersebut berawal pada suatu ketika sang pandawa sedang pergi ke Dieng untuk membangun Candi sebagai tempat pemujaan, di tengah perjalanan salah satu orang Pandawa yaitu Bima merasa ingin buang air kecil (ken***g), lalu dia berhenti untuk buang air kecil. BACA JUGA ; Cerita Awal Mula Sungai Serayu Wonosobo , Crito Rakyat Babagan Asal Mulo Kali Serayu (Jw) 

Cerita Rakyat Sejarah Wonosobo

Gambar
Sejarah singkat Wonosobo menurut cerita rakyat, pada sekitar abad XVII tersebutlah tiga orang pengelana yang masing-masing bernama Kyai Kolodete, Kyai Karim dan Kyai Walik, mulai merintis suatu pemukiman di Wonosobo. Selanjutnya Kyai Kolodete berada di dataran tinggi Dieng, Kyai Karim berada di daerah Kalibeber dan Kyai Walik berada di sekitar Kota Wonosobo sekarang ini. Sejak saat itu daerah di daerah ini mulai berkembang, tiga orang tokoh tersebut dianggap sebagai "cikal bakal" dari masyarakat Wonosobo yang dikenal sekarang ini.