Postingan

Beberapa Ide, Gagasan, Gambaran Buat Ucapan dan Kata-kata Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447h

Gambar
“Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga di hari yang suci ini hati kembali bersih, langkah kembali ringan, dan kebahagiaan selalu menyertai kita semua.” “Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebahagiaan dan keberkahan selalu bersama kita.” “Takbir berkumandang menyambut hari kemenangan. Semoga setiap langkah dipenuhi kebaikan dan setiap hati dipenuhi kedamaian. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.” “Kalau tangan tak sempat berjabat, kalau kata pernah menyayat, di hari yang fitri ini mari kita saling memaafkan. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kue lebarannya banyak dan dompetnya tetap aman!” “Jika kata pernah melukai,  Jika sikap pernah menyakiti,  Hari Raya ini jadi waktu terbaik memperbaiki. Selamat Hari Raya Idul Fitri,  Mohon maaf lahir dan batin. Kalau ketupatnya habis… maafkan juga perut yang masih ingin nambah! 😄” “Lebaran bukan...

Sedikit Awan Tebal Di Langit Dekat Pegunungan Siang Itu

Sedikit awan tebal di langit yang sungguh luas bergerak perlahan seolah sedang menari di atas perbukitan hijau. Cahaya yang menembus sela-sela awan menghadirkan gradasi terang dan teduh yang begitu megah, seakan alam sedang memperlihatkan lukisan raksasa yang tak terjangkau oleh tangan manusia. Pepohonan dan rerumputan di bawahnya berdiri tenang, menjadi saksi bisu betapa luas dan agungnya cakrawala yang membentang tanpa batas. Di balik setiap hembusan angin dan pergerakan awan itu, terasa kebesaran Sang Pencipta yang merancang semuanya dengan detail yang sempurna. Tidak ada garis yang keliru, tidak ada warna yang sia-sia. Terfikir kadang seakan mengajarkan kerendahan hati, bahwa manusia hanyalah bagian kecil dari semesta yang begitu dahsyat. Tapi tidak kecilnya itulah, kita diingatkan akan kasih dan kuasa Nya ;bahwa setiap detik, setiap cahaya, dan setiap nafas alam yang berhembus merupakan bukti kebesaran yang tak terhingga.

Pertemuan Sederhana Yang Kadang Menjadikan Sebuah Perkenalan dan Saling Suka

Gambar
Hari pertama mereka bertemu sebenarnya bukan hari yang indah. Hujan turun deras di halte kecil yang sepi, dan caca disebutnya, duduk sambil memeluk tasnya, baru saja menerima kabar bahwa ia gagal dalam wawancara kerja impiannya. Di sebelahnya, tanpa banyak suara, duduk seorang pria bernama Baba yang sepatunya basah kuyup karena terpeleset di selokan lima menit sebelumnya; martabatnya lebih basah dari sepatunya. Mereka tidak sengaja saling pandang saat petir menyambar, dan dalam suasana sendu itu Baba malah bersin keras tiga kali berturut-turut. Caca yang tadinya hampir menangis malah terkekeh kecil. “Maaf,” kata Baba dengan wajah merah, “saya tidak bermaksud merusak suasana dramatisnya.” Dari situlah obrolan canggung mereka dimulai, di antara hujan, genangan air, dan harga diri yang sama-sama sedang diuji. Caca bercerita tentang kegagalannya dengan suara pelan, sementara Baba mengaku ia juga baru saja ditolak seseorang (ditolak naik ojek online karena drivernya membatalkan). Entah kena...

Hamparan Hijau Yang Membawa Kesederhanaan dan Penuh Rasa Syukur

Gambar
Dari sudut teras sederhana beratap seng yang sedikit berisik kalau terkena angin dan kadang hujan pun tembus menetes membasahi sebagian dibawahnya, terbentang hamparan hijau yang rasanya seperti karpet raksasa milik alam. Kebun-kebun tersusun rapi, seolah-olah tanaman di sana bangun pagi lebih rajin daripada manusia yang masih tarik selimut. Di kejauhan, gunung berdiri tenang seperti penjaga tua yang sudah hafal dengan semua rahasia desa; dari kisah cinta yang gagal sampai jemuran yang tiba-tiba kehujanan. Angin berembus pelan, membawa aroma tanah dan daun segar, membuat siapa pun yang berdiri di sana mendadak merasa jadi tokoh utama film bertema “pulang kampung menemukan jati diri”. Di sisi kanan, semak dan pohon tumbuh santai tanpa memikirkan cicilan atau notifikasi ponsel. Langit biru berawan menggantung seperti lukisan yang lupa diberi tanda tangan pelukisnya. Tempat ini sederhana, jauh dari gemerlap kota, tapi justru di situlah letak keistimewaan dan kemewahannya. Kadang kita terl...

Petani Dan Saudagarnya Di Sebuah Desa Kecil Sekitar Lereng Pegunungan

Gambar
Di sebuah desa kecil di sebuah lereng pegunungan yang dinginnya bikin badan serasa disetrika angin, hiduplah seorang petani bernama Pak Darunmo. Ia tinggal tak jauh dari hutan kaki sebuah gunung kecil di pegunungan dieng, yang setiap pagi diselimuti kabut tebal seperti nasi yang lupa diaduk. Pak Darunmo terkenal rajin, tapi juga terkenal menyenangkan dan orang yang terlalu jujur. Saking jujurnya, kalau timbangan sayurnya kurang satu gram saja, dia bisa minta maaf sampai tiga kali dan kasih bonus daun bawang. Suatu hari datanglah seorang saudagar dari kota bernama Bu Turmenim. Ia biasa berdagang ke pasar besar di berbagai kota-kota besar. Tingkah tanduknya rapi, bicaranya cepat, dan kalau menghitung uang suaranya bisa bikin mesin kasir minder. Pertemuan pertama mereka terjadi saat Bu Turmenim melihat Pak Darunmo menjajakan wortel yang bentuknya bengkok-bengkok seperti huruf S yang lagi senam. “Pak, ini wortelnya kenapa miring semua?” tanya Bu Turmenim. Pak Darunmo menghela napas. “Itu ...

Lukisan Langit di Suatu Sore Yang Kadang Anggun dan Sangat Luar Biasa

Gambar
Di suatu sore yang tenang, langit membentang luas seperti kanvas raksasa yang baru saja disentuh kuas Sang Pencipta. Warna biru yang lembut perlahan berubah menjadi jingga keemasan ketika matahari mulai condong ke barat. Cahaya sang surya menyapu pucuk-pucuk pohon dan atap rumah, memantulkan kilau hangat yang membuat siapa pun yang memandangnya merasa damai. Seolah-olah langit sedang mengucapkan selamat sore dengan cara yang paling anggun. Setiap warna, setiap cahaya, dan setiap gerak awan terasa seperti pesan halus tentang kebesaran dan kasih Sang Pencipta. Langit bukan sekadar ruang kosong di atas kepala, melainkan lukisan hidup yang selalu berubah, namun tak pernah kehilangan kemegahan dan keindahannya. Ia mengajarkan bahwa dalam keheningan dan kesederhanaan, tersimpan keagungan yang luar biasa. Dan ketika seseorang berhenti sejenak untuk menatapnya, ia akan menyadari bahwa keindahan langit bukan hanya untuk dipandang, tetapi juga untuk dirasakan yang didapat sebagai pengingat bahwa...

Di Sebuah Desa Dengan Sungai Kecilnya

Gambar
Di sebuah desa yang tenang, mengalirlah sebuah sungai yang bernama Sungai Serayu Kecil. Walaupun namanya terdengar gagah seperti salah satu sungai besar di Jawa, sungai ini sebenarnya tidak terlalu lebar. Setiap pagi, airnya mengalir sambil berkilau diterpa matahari, seolah-olah sedang berkata, “Tanpa aku, kalian semua pasti kegerahan!” Sungai itu punya sifat sedikit lucu. Kalau musim hujan tiba dan airnya meluap kecil, ia seperti anak kecil yang terlalu semangat bermain. “Lihat aku! Lihat aku! Aku bisa berenang sampai ke halaman rumah Pak Tani!” katanya sambil membuat warga sibuk mengamankan sandal yang hanyut. Di tepiannya, anak-anak sering bermain dan memancing ikan kecil. Kadang mereka terpeleset dan tertawa sendiri. Sungai itu seolah terkikik geli melihat tingkah mereka. “Hati-hati, licin, lho!” bisiknya lewat gemericik air. Bagi para petani, sungai itu adalah sahabat setia. Airnya mengalir ke sawah-sawah, membuat padi tumbuh subur dan hijau. Burung-burung datang minum, kerbau ber...