Keromantisan Sederhana Saat Hujan Turun dan Menghadirkan Sebuah Kehangatan Yang Terrindu

Hujan seringkali dianggap sebagai hal yang mengganggu. Tapi hari itu berbeda.
Langit mendadak gelap, dan hujan turun begitu deras. Aku berdiri di pinggir jalan, menunggu reda, sambil sedikit kesal.
Lalu kamu datang.
Dengan payung kecil yang bahkan tidak cukup untuk berdua, kamu tersenyum dan berkata, “Ayo, kita jalan bareng.”
Kita berjalan perlahan, sedikit berdesakan, bahkan sesekali terkena air hujan. Tapi anehnya, suasana terasa hangat.
Kamu menggenggam tanganku. Sederhana, tapi cukup untuk membuat hati ini berdebar.
Sejak saat itu, hujan bukan lagi sesuatu yang aku hindari. Justru menjadi kenangan yang selalu aku rindukan.
Cinta tidak selalu datang dengan cara yang megah. Kadang, ia hadir diam-diam, di tengah hujan, lewat genggaman tangan yang tulus.
Dan aku bersyukur, pernah merasakan momen itu.
Komentar