Tetap Kuat, Bersyukur Dan Jangan Lupa, Kamu Tidak Sendiri (Perantauan 2)

“Tidak ada yang benar-benar tahu seberapa sepi hidup di perantauan… sampai mereka merasakannya sendiri.”

Pagi ini aku bangun seperti biasa.

Tanpa suara keluarga. Tanpa obrolan hangat.

Hanya alarm, dan kamar kecil yang jadi saksi perjuangan.


Kadang capek.

Kadang ingin pulang.

Kadang bertanya, “Aku kuat sampai kapan ya?”


Tapi di tengah semua itu, aku sadar satu hal…

Aku masih bertahan sampai hari ini.


Aku masih bisa makan, masih bisa bekerja, masih bisa bermimpi.

Dan mungkin… itu sudah lebih dari cukup untuk disebut “kuat”.


Pelan-pelan aku belajar berdamai dengan keadaan:

✨ Tidak harus selalu bahagia, cukup jangan menyerah

✨ Menghibur diri dengan hal sederhana—musik, kopi, atau langit sore

✨ Menghubungi orang tersayang, walau hanya lewat suara

✨ Mengingat tujuan awal kenapa aku memilih jalan ini


Ternyata, bahagia di perantauan itu bukan tentang hidup yang sempurna…

Tapi tentang tetap bersyukur di tengah kekurangan.


Untuk kamu yang sedang berjuang jauh dari rumah,

kalau hari ini terasa berat… tidak apa-apa.

Istirahat sebentar, lalu lanjut lagi.


Kita mungkin jauh dari rumah,

tapi kita sedang mendekat ke mimpi kita.


Tetap kuat.

Karena suatu hari nanti, semua ini akan terasa sangat berarti 🤍 💕✨️❤️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Awal Mula Sungai Serayu di Wonosobo

Luwing.. Luding, Luloh, Keluwing atau Kaki Seribu

Cerita Rakyat Asal Mula Sungai Serayu