3 Rumus Sederhana Sukses Merawat Anggrek Bunga

​Beberapa hal yang perlu diketahui dalam merawat anggrek bunga sebenarnya lebih seperti meniru lingkungan asli mereka di hutan. Cukup ingat tiga rumus sederhana ini: ​
1. Jangan "Tenggelamkan" Akarnya
​Penyebab nomor satu anggrek mati bukanlah kekurangan air, melainkan kebanyakan air (overwatering). Karena hidup menempel di pohon, akar anggrek butuh bernapas. Jika medianya terlalu basah, akarnya akan membusuk.
​Tips: Siramlah anggrek hanya saat media tanamnya (seperti sabut kelapa atau arang) sudah mulai kering ketika disentuh.
​2. Sinar Matahari yang "Pas"
​Anggrek suka cahaya, tapi tidak suka kepanasan. Bayangkan mereka berada di bawah naungan pohon rindang. Jika daun anggrek berubah menjadi kuning atau hangus kecokelatan, itu tandanya mereka kepanasan. Sebaliknya, jika daunnya hijau sangat tua dan lemas, mereka kurang cahaya.
​3. Sirkulasi Udara Termasuk Faktor Utama Juga
​Anggrek sangat menyukai tempat yang berangin sepoi-sepoi. Udara yang bergerak membantu mengeringkan sisa-sisa air di ketiak daun, sehingga tanaman terhindar dari jamur dan bakteri.
​Memelihara anggrek bukan sekadar hobi, melainkan seni melatih kesabaran yang berbuah manis. Saat kuncup bunganya mulai mekar satu per satu, ada kepuasan luar biasa yang tidak bisa dinilai dengan uang.
​Jadi, jangan takut lagi dengan mitos kalau anggrek itu rumit. Pilih satu pot Anggrek Bulan atau Dendrobium, taruh di teras, dan nikmati proses keindahannya!
​Apakah kamu sudah punya anggrek di rumah, atau baru berencana untuk membelinya dalam waktu dekat?

Komentar

Postingan Populer