Sedikit Cerita Sungai Serayu Wonosobo Yang Memiliki Bekas Bangunan Navigasi Pintu Air Sungai Sejak Jaman Kolonial
Kabut tipis selalu menyelimuti tepian Sungai Serayu di kawasan Garung, Wonosobo, ketika pagi membendung dingin. Di tempat inilah air bergemericik, jernih dan dingin, membelah lembah hijau yang membawa kesegaran dari hulu utamanya, Tuk Bima Lukar. Namun, di balik keindahan alam dan derasnya air yang mengalir menuju selatan Jawa, tersimpan deretan dinding batu hitam setinggi tiga meter yang diselimuti lumut tebal. Itulah "De Serayu Sluis" bekas bangunan navigasi dan pintu air legendaris yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada dekade 1920-an. Pada cerita jaman dahulu kala, konon cerita, seorang lelaki tua yang sudah puluhan tahun menghabiskan usianya sebagai penjaga pintu air, berdiri di atas balok beton tua tersebut. Tangannya yang keriput mengusap roda besi raksasa yang kini sudah mati berkarat, menyatu dengan alam. "Pintu air ini bukan sekadar penahan air, Le," ujar Pak Tua, seorang peneliti muda yang sengaja datang jauh-jauh dari Semarang untuk menc...