Langsung ke konten utama

Postingan

Minuman Jamu Kunir Asem Yang Masih Banyak Peminatnya Hingga Kini

Kunir asem atau kunyit asam yang lebih sering disebut jamu kunir asem atau minuman penyegar tradisional yang berbahan dasar kunyit atau kunir, dan asam jawa yang konon berkhasiat untuk menyegarkan tubuh atau dapat membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk menghindarkan dari panas dalam atau seriawan, serta membuat perut menjadi dingin dan sebagainya. Minuman jamu atau penyegar tradisional ini cukup banyak peminatnya hingga kini dan mudah dijumpai di beberapa toko jamu, pasar-pasar tradisional, toko minuman online dan masih banyak lainnya.

Mengenal Sedikit Candi Gatotkaca Dieng

Candi Gatotkaca termasuk salah satu candi Hindu yang berada di Dataran Tinggi Dieng, di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Candi ini terletak di sebelah barat Kompleks Percandian Arjuna, di tepi jalan ke arah Candi Bima, di seberang Museum Dieng Kailasa. Nama Gatotkaca sendiri diberikan oleh penduduk dengan mengambil nama tokoh wayang dari cerita Mahabarata. Candi-candi ini merupakan Candi Hindu yang beraliran Syiwa, yang diperkirakan dibangun antara akhir abad ke-8 sampai awal abad ke-9, dan diduga sebagai candi tertua di Pulau Jawa. Sebelumnya kelompok candi ini terdiri dari Candi Setyaki, Nakula, Sadewa, Petruk, Nalagareng dan Gatotkaca Antawirya, tetapi sekarang hanya Candi Gatotkaca yang masih berdiri, dan dikelompokan dalam keadaan rusak, kemudian dipugar oleh kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala (BPCB) Jawa Tengah pada Tahun 1979.

Mengenal Sedikit Majapahit Yang Dianggap Sebagai Kerajaan Terbesar

Majapahit merupakan salah satu kerajaan Hindu-Buddha terakhir di wilayah tersebut dan dianggap sebagai salah satu kerajaan terbesar dan terkuat dalam sejarah Indonesia dan Asia Tenggara. Kadang-kadang dianggap sebagai preseden batas wilayah Indonesia modern. Bahkan warisan dari Kemaharajaan Majapahit sangat banyak yang digunakan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengaruhnya diperkirakan melampaui wilayah Indonesia modern dan telah menjadi subjek banyak penelitian. Majapahit, (bahasa Jawa: ꦩꦗꦥꦲꦶꦠ꧀, translit. Måjåpahit; pelafalan dalam bahasa Jawa: [mɔd͡ʒɔpaɪt] (dialek timur dan tengah) atau [mad͡ʒapaɪt] (dialek barat)) juga dikenal sebagai Wilwatikta,[a] sebuah kemaharajaan talasokrasi Hindu-Buddha Jawa yang berbasis di pulau Jawa, sekarang di Indonesia. Pada masa kejayaannya, setelah melakukan ekspansi militer yang signifikan, wilayah Majapahit dan negara-negara bawahannya meliputi hampir seluruh kepulauan Nusantara dan meliputi sebagian Asia Tenggara, Setelah perang saudara ya...

Mengenal Sedikit Wisanggeni

Wisanggeni merupakan nama seorang tokoh pewayangan Jawa. Tokoh ini merupakan sisipan dalam kisah Mahabharata versi pewayangan, karena kisahnya tidak terdapat dalam naskah wiracarita Mahabharata karya Krishna Dwaipayana Byasa dari India, dan nama "Wisanggeni" tidak ditemukan dalam naskah Mahabrata versi India berbahasa Sanskerta (terjemahan Kisari Mohan Ganguli). Tokoh Wisanggeni hanya ada dalam tradisi Jawa Nuswantara. Dalam kisah pewayangan, Wisanggeni dikenal sebagai putra Arjuna yang lahir dari seorang bidadari bernama Batari Dresanala, putri Batara Brama dan Dewi Saraswati. Wisanggeni merupakan tokoh istimewa dalam pewayangan Jawa. Ia dikenal pemberani, tegas dalam bersikap, serta memiliki kesaktian luar biasa. Secara fisik, Wisanggeni digambarkan sebagai pemuda yang terkesan angkuh. Namun hatinya baik dan suka menolong. Ia tidak tinggal di dunia bersama para Pandawa, melainkan berada di kahyangan Sanghyang Wenang, leluhur para dewa. Dalam hal berbicara, Wisanggeni tidak ...

Mengenal Sedikit Gajah Mada

Gajah Mada (bahasa Jawa: ꦓꦗꦃꦩꦢ; ca 1290 – ca 1364), dikenal juga dengan nama lain Jirnnodhara, seorang panglima perang dan Mapatih (Perdana menteri) yang sangat berpengaruh di Nusantara pada zaman kerajaan Majapahit. Menurut berbagai sumber puisi, kitab, dan prasasti dari zaman Jawa Kuno, ia memulai kariernya tahun 1313, dan semakin menanjak setelah peristiwa pemberontakan Ra Kuti pada masa pemerintahan Sri Jayanagara, yang mengangkatnya sebagai Patih. Dia diangkat menjadi patih (perdana menteri) pada masa Ratu Tribhuwanatunggadewi dan kariernya berlanjut hingga masa kekuasaan Hayam Wuruk yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya. Ia diketahui menganut keyakinan Syiwa-Budha. Gajah Mada terkenal dengan sumpahnya, yaitu Sumpah Palapa, yang tercatat di dalam Pararaton. Ia menyatakan tidak akan istirahat atau menikmati kesenangan sebelum berhasil menyatukan Nusantara. Meskipun ia merupakan salah satu tokoh sentral saat itu, sangat sedikit catatan-catatan sejarah yang ditemukan meng...

Sedikit Mengenal Batara Kala

Batara Kala (aksara Jawa: ꦨꦡꦫꦏꦭ ; aksara Bali: ᬪᬞᬵᬭᬓᬵᬮ) adalah sosok personifikasi waktu dalam kepercayaan Hindu Nusantara, terutama Hindu Jawa dan Bali. Sebagai tokoh, ia ditampilkan dalam pertunjukan wayang, dengan latar belakang sebagai putra Dewa Siwa (Batara Guru), yang bergelar dewa penguasa waktu (kata kala berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya waktu). Kala sering disimbolkan sebagai raksasa yang berwajah menyeramkan, hampir tidak menyerupai seorang dewa. Dalam filsafat Hindu, Kala merupakan simbol bahwa siapa pun tidak dapat melawan hukum alam. Dalam kitab Kala Tattwa diceritakan bahwa ketika Batara Guru (Dewa Siwa) sedang berjalan-jalan dengan Batari Giriputri (Dewi Parwati) di atas laut, Batara Guru mengajak sang batari untuk bercinta, tetapi tertolak karena prilaku sang dewa dianggap tidak pantas. Akhirnya mereka berdua kembali ke kahyangan. Tanpa disadari siapa pun, air mani ("benih kehidupan") Batara Guru telah menetes ke laut, kemudian ditemukan oleh Dewa B...

Mengenal Sedikit Kunti Atau Pritha

Kunti (Dewanagari: कुंती; IAST: Kuntī) atau Pritha (Dewanagari: पृथा; IAST: Pṛthā), dalam wiracarita Mahabharata, yaitu putri kandung Surasena, raja Wangsa Yadawa, dan diangkat sebagai putri oleh Kuntiboja. Ia merupakan saudara Basudewa, ayah dari Baladewa, Kresna, dan Subadra. Ia juga merupakan ibu kandung Yudistira, Werkodara (Bima), dan Arjuna dan juga adalah istri pertama Pandu yang sah. Selain itu Kunti juga ibu kandung Karna. Sepeninggal Pandu, ia mengasuh Nakula dan Sadewa, anak Pandu dan Madri. Seusai Bharatayuddha (Perang besar keluarga Bharata), ia dan iparnya—Dretarastra, Gandari, dan Widura—pergi bertapa sampai akhir hayatnya. Kunti menikah dengan Pandu, seorang raja di Hastinapura, dalam sebuah sayembara. Pandu juga menikahi Madri sebagai istri kedua, tetapi Pandu tidak mampu memiliki anak karena kutukan yang diterimanya setelah membunuh Resi Kindama tanpa sengaja. Demi menebus kesalahannya, Pandu dan kedua istrinya hidup di hutan sebagai pertapa. Di sana, Kunti mengeluark...