Sedikit Mengenal Kaki Seribu Lebah atau Kaki Seribu Bergaris Kuning

Kaki Seribu Lebah (secara harfiah diterjemahkan sebagai Bee Millipede) umumnya merujuk pada spesies kaki seribu langka dan unik dari genus Petrognathus atau Apheloria (terutama Apheloria virginiensis atau spesies milipede sejenis) yang memiliki pola warna peringatan (aposematik) menyerupai lebah: pola bergaris kontras antara kuning terang/oranye dan hitam/cokelat gelap.
​Pola Warna (Aposematisme) yang memiliki tubuh beruas-ruas dengan kombinasi warna hitam pekat dan kuning menyala atau oranye di sepanjang tepi punggungnya. Warna ini berfungsi mengintimidasi predator agar menganggap mereka beracun atau berbahaya seperti lebah. Kaki seribu lebah berbentuk pipih atau silindris memanjang dengan puluhan hingga ratusan pasang kaki kecil di bagian bawah tubuhnya. Rata-rata berukuran sekitar 4 hingga 11 cm tergantung spesies spesifiknya.

Meskipun dinamai atau tampak seperti lebah, hewan ini tidak memiliki sengat dan tidak bisa menyengat. Saat merasa terancam, spesies dari kelompok ini tidak menggigit, melainkan menggulung tubuhnya menjadi lingkaran dan mengeluarkan cairan pertahanan berbahaya yang mengandung hidrogen sianida (hydrogen cyanide) dari kelenjar di samping tubuhnya. Cairan ini berbau seperti badam pahit (almond) dan terasa membakar bagi mata atau mulut predator kecil (seperti burung atau mamalia kecil).

Kaki seribu ini hidup di lingkungan yang lembap, seperti di bawah tumpukan daun membusuk, kayu lapuk, atau di dalam tanah di hutan hujan tropis maupun subtropis. (Detritivora) atau bertindak sebagai pengurai penting di ekosistem. Mereka mengonsumsi materi tumbuhan yang membusuk, dedaunan kering, dan kayu lapuk, membantu mengembalikan nutrisi ke dalam tanah.

Komentar

Postingan Populer