Lutung Jawa Sekitar Curug Sikarim Yang Menarik dan Masih Liar

Sekitar Curug Sikarim (Desa Sembungan, Kec. Kejajar, Kab. Wonosobo) berada di lereng Dataran Tinggi Dieng yang masih dikelilingi oleh hutan pegunungan dan perbukitan alami. Di kawasan ini, masyarakat atau wisatawan terkadang menjumpai lutung (lutung jawa / Trachypithecus auratus) atau primates liar lainnya. Di alam bebas bertemu lutung jawa merupakan sebuah pengalaman yang menarik, namun tetap membutuhkan kewaspadaan agar aman bagi manusia maupun satwa tersebut.

​Berikut beberapa tips aman dan panduan saat memjumpai atau berpapasan dengan lutung liar di habitat alam aslinya:

​-Jaga Jarak Minimal (10–15 Meter): Jangan mencoba mendekat, memegang, atau mengelus lutung. Meskipun terlihat relatif tenang dibandingkan kera biasa, lutung tetap memiliki gigi taring dan kuku tajam yang bisa melukai jika mereka merasa terpojok.

​-Jangan Tatap Matanya Secara Langsung: Dalam bahasa tubuh primata, menatap mata secara tajam (direct eye contact) dianggap sebagai tantangan atau ancaman dominasi.

​-Tetap Tenang dan Gerak Perlahan: Jika lutung mendekat atau berada di pohon dekat Anda, hindari gerakan mendadak, berlari, atau berteriak. Bergeraklah secara perlahan untuk menjauh.

​-Perhatikan Tanda Bahaya: Jika lutung mengeluarkan suara keras (whooping call), menggoyangkan dahan pohon secara agresif, atau memperlihatkan giginya, itu tanda mereka merasa terancam. Segera mundur perlahan.

​-DILARANG Memberi Makanan (No Feeding): Makanan manusia dapat merusak sistem pencernaan lutung yang terbiasa memakan dedaunan (folivore).
​Memberi makan membuat mereka kehilangan sifat liar alami, menjadi dependen, dan berisiko mengubah perilaku menjadi agresif kepada manusia di kemudian hari.
​Kontak makanan meningkatkan risiko penularan penyakit zoonosis (dari manusia ke satwa atau sebaliknya).

​-Simpan Makanan dan Minuman: Masukkan makanan, kantong plastik terang, atau botol ke dalam tas. Plastik sering dikira sebagai sumber makanan oleh primata.

​-Tetap Tenang & Jangan Gaduh: Hindari membuat suara teriak keras atau gerakan mendadak yang bisa mengejutkan rombongan primata.

​-Waktu Terbaik: Primata biasanya aktif beraktivitas dan mencari makan pada pagi hari (pukul 06.00 – 09.00) atau sore hari (pukul 15.00 – 17.00).

​-Gunakan Alat Bantu: Membawa teropong (binokular) atau kamera dengan lensa tele sangat disarankan agar bisa mengamati dari jarak aman tanpa mengganggu mereka.

​Tips aman dan Himbauan Penting Akses ke Curug Sikarim

​Jalur/Jalan Ekstrem: Jalur menuju Curug Sikarim (terutama rute "Swiss Van Java" via Mlandi) dikenal memiliki tanjakan dan turunan yang sangat terjal serta berbelok tajam. Pastikan rem dan mesin kendaraan (motor/mobil) dalam kondisi sangat prima.

​Penggunaan Ojek Lokal: Jika ragu dengan kemampuan kendaraan di tanjakan ekstrem Sikarim, Anda bisa memanfaatkan jasa ojek lokal dari Desa Sembungan atau area bawah.

​Cuaca & Kabut: Kawasan ini sering tertutup kabut tebal dan suhu dingin khas Dieng, pastikan membawa jaket hangat dan berkendara dengan hati-hati.

Komentar

Postingan Populer