Menilik Sebentar Pesona Sumur Jalatunda di Dataran Tinggi Dieng
Menilik sebentar di balik keindahan alam Dataran Tinggi Dieng yang diselimuti kabut, tersimpan sebuah objek wisata mempesona penuh legenda dan misteri, Sumur Jalatunda. Meski dinamakan "sumur", tempat ini sebenarnya merupakan kawah mati purba yang terbentuk dari letusan dahsyat ribuan tahun lalu, dan membentuk lubang raksasa berdiameter sekitar 90 meter dengan kedalaman mencapai ratusan meter.
Nama Jalatunda berasal dari kata Jala (jaring) dan Tunda (penundaan), yang secara harfiah berarti "jaring penunda". Menurut cerita rakyat Jawa kuno yaitu Sumur Jalatunda merupakan sebuah pintu masuk dunia bawah. Sumur ini dipercaya sebagai pintu gerbang menuju Kerajaan Nyi Roro Kidul atau dunia gaib di bawah bumi. Dalam kisah pewayangan, sumur ini cukup sering dikaitkan dengan tempat pertapaan para tokoh sakti untuk mendapatkan kesaktian dan petunjuk gaib.
Pengabul harapan termasuk salah satu daya tarik utama Sumur Jalatunda yang paling terkenal di kalangan wisatawan yaitu mitos lempar batu, dengan aturan main pengunjung membeli batu kecil dari penjual lokal di sekitar lokasi. Melempar batu tersebut melintasi lebar sumur hingga menyentuh atau melewati dinding tebing di seberang. Konon, siapa saja yang berhasil melempar batu hingga mencapai dinding seberang, impian atau harapannya akan terwujud. Meskipun terlihat mudah, hempasan angin kencang dan lebar lubang yang menipu mata membuat sangat sedikit orang yang berhasil melakukannya.
Pemandangan hijau yang Asri sekitar Jalatunda yang dikelilingi tebing batu dengan ditumbuhi pepohonan rindang dan lumut hijau, menciptakan suasana yang tenang namun sedikit magis. Untuk mendekati bibir sumur, pengunjung harus menaiki puluhan anak tangga yang sudah tertata rapi. Perpaduan antara hawa dingin khas Dieng, keheningan alam, dan cerita mistis yang melekat menjadikan Sumur Jalatunda destinasi unik bagi para pencinta sejarah, budaya, dan fotografi.




Komentar