Di tengah hilir-mudik rutinitas yang serba cepat, pernahkah Anda berhenti sejenak dan bertanya: “Untuk apa semua ini dilakukan?” Pertanyaan sederhana ini kerap menjadi titik balik dalam hidup seseorang. Banyak dari kita yang menghabiskan paruh pertama kehidupan untuk mengejar pencapaian karir, materi, status sosial (hanya untuk menyadari di kemudian hari bahwa ada ruang kosong yang belum terisi); yaitu sebuah kerinduan akan makna dan hakikat kehidupan. Kebisingan dunia dan pencarian makna sejak kecil, manusia cenderung didefinisikan oleh ekspektasi di luar dirinya. Nilai akademis, standar kesuksesan finansial, hingga pengakuan publik sering kali dianggap sebagai tujuan utama. Namun, ketika target-target tersebut berhasil dicapai, kejenuhan tidak jarang datang menyapa. Mencari makna bukanlah tentang menemukan jawaban tunggal yang berlaku untuk semua orang. Penulis dan psikiater Viktor Frankl, dalam bukunya Man’s Search for Meaning, menyatakan bahwa manusia pada dasarnya digerakka...