Selain dikenal dengan keindahan dataran tinggi Dieng dan pesona wisata pemandian air hangatnya, Kelurahan Kalianget di Kabupaten Wonosobo menyimpan rekam jejak sejarah kelistrikan yang menarik. Salah satu peninggalan bersejarah yang belum banyak diketahui masyarakat luas adalah bekas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) atau mikrohidro (PLTM) di area Central, Kalianget.
Kawasan Central terletak di koridor utama jalan raya Wonosobo–Dieng, Kelurahan Kalianget. Tempat ini berdekatan dengan Taman Rekreasi dan Pemandian Air Panas Kalianget.
Pada masa lalu, penamaan kawasan "Central" sering berkaitan dengan pusat pembangkitan listrik (central station / elektrische centrale pada era kolonial Hindia Belanda maupun paska kemerdekaan). Keberadaan sumber daya air melimpah dari lereng pegunungan menjadikan Kalianget sebagai lokasi strategis penempatan instalasi pembangkit air skala mikro maupun saluran pendukung kelistrikan wilayah setempat.
Sisa-sisa bangunan bekas PLTA/PLTM di Kalianget kini menjadi bagian dari cagar industri lokal, memiliki beberapa gaya khas dan nilai historis jaman dahulu :
• Struktur Bangunan Rumah Pembangkit (Powerhouse): Bangunan lama pembangkit listrik masih menyisakan dinding batu tebal khas gaya arsitektur era kolonial/awal kemerdekaan.
• Pembangkit Ramah Lingkungan: Memanfaatkan daya jatuh air (head) tanpa menghasilkan emisi gas rumah kaca.
• Fitur Black Start: PLTA di wilayah ini dirancang memiliki kemampuan black start, yaitu kemampuan untuk menyalakan kembali sistem kelistrikan saat terjadi pemadaman total (blackout) pada jaringan interkoneksi Jawa-Bali.
• Keandalan Jaringan Interkoneksi: Menjadi penopang keandalan beban listrik harian (peaker) saat konsumsi energi masyarakat mencapai puncaknya.
• Saluran Pembawa dan Penampung Air: Bekas instalasi penangkap air (intake), saluran pembawa air (headrace), hingga fondasi penopang turbin dan generator masih dapat dijumpai di sekitar kawasan perairan/sungai Kalianget.
• Saksi Bisu Modernisasi Wonosobo: Kehadiran PLTA mikro di masa lalu memberikan gambaran bagaimana kawasan Kalianget pernah menjadi pelopor pemanfaatan energi terbarukan lokal untuk menerangi kawasan sekitar dan fasilitas fasilitas penting di Wonosobo.
Meskipun saat ini operasional kelistrikan utama Wonosobo ditopang oleh sistem interkoneksi yang lebih besar (seperti PLTA Garung), keberadaan bekas PLTA Central Kalianget menyimpan nilai historis yang potensial:
• Destinasi Wisata Sejarah & Industri: Kompleks ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata edukasi sejarah industri kelistrikan berbasis air. Penataan lingkungan dan sekitar kawasan hijau seperti Arboretum Kalianget membantu menjaga peresapan air tanah serta mencegah erosi dan sedimentasi yang dapat mengganggu aliran air penyuplai turbin.
• Harmoni dengan Wisata Alam Kalianget: Berdekatan dengan objek wisata pemandian air hangat dan kawasan Arboretum Kalianget, artefak PLTA ini menambah kekayaan narasi sejarah lokal bagi para wisatawan yang berkunjung. Integrasi antara wisata air alami, konservasi alam, dan keterdekatan dengan fasilitas energi terbarukan menjadikan area ini berpotensi besar sebagai tempat edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem air demi ketahanan energi.
Bekas PLTA Central di Kalianget, Wonosobo, merupakan bukti nyata bagaimana potensi air pegunungan telah lama dimanfaatkan sebagai sumber energi bersih. Menjaga dan merawat peninggalan bersejarah ini tidak hanya sekadar melestarikan bangunan tua, tetapi juga merawat memori kolektif perkembangan energi hijau di bumi Wonosobo.

Komentar