Dahulu kala di Kerajaan Pakuan Pajajaran, hiduplah seorang putri cantik jelita bernama Putri Kandita. Ia merupakan putri kesayangan Raja Prabu Siliwangi karena kebaikan hati dan parasnya yang menawan. Namun, kecantikan dan kasih sayang raja kepada Putri Kandita memicu rasa iri dan dengki dari para selir serta putra-putri raja lainnya.
Khawatir posisi mereka terancam, para selir bersekutu dan menyewa seorang dukun sakti untuk mengutuk Putri Kandita. Suatu malam, kutukan itu bekerja. Wajah dan tubuh sang putri yang mulus mendadak dipenuhi bisul, kudis, dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat.
Berbagai tabib istana dikumpulkan, namun tak satu pun mampu menyembuhkan penyakit misterius tersebut. Di bawah pengaruh prasangka dan desakan para selir, Prabu Siliwangi dengan berat hati memutuskan untuk mengasingkan Putri Kandita keluar dari istana agar penyakitnya tidak menular.
Dengan hati hancur, Putri Kandita mengembara seorang diri tanpa tujuan. Langkah kakinya membawa sang putri berjalan jauh ke arah selatan selama berhari-hari, hingga akhirnya ia tiba di tepi tebing curam yang menghadap langsung ke Samudra Hindia, sebuah lautan luas dengan ombak yang sangat dahsyat.
Saat duduk beristirahat di tepi karang, Putri Kandita mendengar bisikan gaib yang menggema dari arah lautan. Bisikan itu menyuruhnya untuk melompat dan menyeburkan diri ke dalam gulungan ombak laut selatan jika ingin sembuh dari penyakitnya.
Tanpa ragu, Putri Kandita melompat ke dalam laut. Dan keajaiban terjadi seketika air laut yang dingin membasuhi tubuhnya, dan dalam sekejap seluruh bekas luka serta penyakit kulitnya lenyap. Parasnya kembali cantik jelita, bahkan jauh lebih mempesona dari sebelumnya.
Namun, Putri Kandita tidak lagi kembali ke kehidupan fana manusia di istana. Ia memilih tinggal dan menyatu dengan alam gaib Laut Selatan. Karena kesaktian dan kecantikannya, para penguasa mahluk halus di samudra melantiknya menjadi ratu penguasa Laut Selatan, yang hingga kini dikenal sebagai Nyi Roro Kidul.

Komentar