Di balik tirai kabut yang kerap menyelimuti kawasan lereng Pegunungan Dieng, Kabupaten Wonosobo menyimpan banyak kisah yang tak sepenuhnya tersentuh riuh publik. Salah satunya yaitu sebuah bekas PLTA dan Bendungan yang berada di Desa Kreo, Kecamatan Kejajar. Di tengah rimbunnya tebing lembah dan gemericik aliran sungai, berdiri kokoh struktur batu dan beton berlumut yang merupakan Bekas PLTA & Bendungan Sigelap (DAM Kreo).
Situs ini bukan sekadar peninggalan beton tua, melainkan potret harmoni antara keasrian alam dan jejak rekayasa teknik masa lalu. Lembah Sigelap berada pada lereng yang cukup curam. Bebatuan hitam berundak yang sekilas tampak menyerupai formasi purba menghiasi dinding tebing dan dasar sungai. Di celah-celah inilah aliran air meliuk segar, membawa hawa dingin khas dataran tinggi Wonosobo.
Bagi warga sekitar Kreo maupun Garung, tempat ini menyimpan memori kolektif. Jauh sebelum ramainya media sosial, kawasan ini menjadi area beraktivitas sehari-hari dan surga tersembunyi (hidden gem) tempat melepas penat.
Struktur Bendung dan saluran air Sigelap berakar dari era pemerintahan kolonial Belanda. Pembangunan prasarana air di kawasan Kejajar dan Garung ini dirancang untuk memanfaatkan potensi hidrologi wilayah Dieng yang melimpah, dan dalam perkembangannya sebagai berikut dibawah ini :
• Pengalih Aliran Air: Bendung Sigelap difungsikan untuk membendung sebagian aliran sungai dan menyalurkannya (salah satunya melalui saluran terowongan air) menuju Telaga Menjer.
• Menopang PLTA Garung: Pasokan air dari kawasan ini berperan penting dalam menjaga stabilitas volume Telaga Menjer yang menjadi penampung utama pembangkitan tenaga listrik di PLTA Garung.
• Keandalan Bangunan Tua: Meskipun kini sebagian struktur lama tampak seperti reruntuhan bernilai sejarah, sisa-sisa fondasi, dinding benteng pembendung, dan pintu air tua tetap menunjukkan betapa kokohnya arsitektur masa lalu.
Keunikan bekas PLTA dan Bendung Sigelap terletak pada perpaduan arsitektur sejarah dan keliaran alam :
• Batuan Tebing Berundak: Tekstur tebing di Lembah Sigelap memiliki pola berundak alami yang eksotis, dipadu kontras dengan struktur beton buatan manusia yang sudah menyatu dengan lumut dan akar tanaman.
• Atmosfer Mystical & Asri: Suara gemericik air yang deras beradu dengan kesunyian lembah menciptakan suasana menenangkan. Kabut tipis yang kerap turun menambah nuansa magis di sekitar lokasi.
• Daya Tarik Fotografi: Bagi penggemar petualangan dan fotografi urban exploration (urbex) maupun keindahan alam, tempat ini menawarkan sudut pandang visual yang unik dan tidak biasa.
Tambahan Catatan:
Area bekas PLTA/Bendung Sigelap pada dasarnya merupakan fasilitas infrastruktur perairan dan bukan destinasi wisata resmi yang dikelola secara komersial. Beberapa area berada dalam pengawasan instansi pengelola air/PLTA.
Jika Anda berencana menjelajahi atau melihat keindahan kawasan ini, perhatikan hal-hal berikut:
• Utamakan Keselamatan: Jalur menuju lembah terbilang curam dan berbatu. Gunakan alas kaki berdaya cengkeram kuat (seperti sepatu gunung/sandal gunung).
• Waspada Cuaca: Hindari turun ke area dasar sungai atau lembah saat hujan deras di hulu, karena debit air sungai dapat meningkat secara mendadak.
• Jaga Kebersihan: Jangan meninggalkan sampah jenis apa pun agar keasrian Lembah Sigelap tetap terjaga.
• Hormati Lingkungan Sekitar: Mengingat area ini dekat dengan pemukiman warga Kreo dan bagian dari objek vital pengairan, selalu bersikap sopan dan minta izin kepada warga lokal jika diperlukan.

Komentar