Langsung ke konten utama

Kumpulan Ucapan dan Doa Untuk Orang Yang Akan Menunaikan Ibadah Haji Dengan Bahasa Jawa

Sakmenika kempalan tembung saha donga ingkang saged kaparingaken dhateng tiyang ingkang badhe nindakaken kaji. Dipunringkes saking maneka sumber, ing ngandhap menika:
1. Alhamdulillah, Gusti Allah paring rejeki kanggo munggah haji. Muga-muga ibadah haji bisa lancar kanthi barokah lan idin saka Allah SWT.
2. Mugi Allah SWT paring gampil anggenipun nindakaken ibadah haji.
3. Muga-muga Allah paring keslametan lan kekuatan kanggo nindakake kaji kanthi sempurna. Kawula tansah ngaturaken donga mugi-mugi panjenengan tansah pinaringan keslametan salebetipun kaji.
4. Muga-muga ibadah hajimu diberkahi, Allah bakal madhangi dalanmu, lan muga-muga iman lan taqwamu tambah kuwat nalika bali saka Tanah Suci.
5. Muga-muga Gusti Allah paring rejeki kanggo budhal kanthi lancar tanpa alangan apa-apa menyang bumi Masjidil Haram. Mugi-mugi ibadah haji panjenengan saged rampung kanthi lancar kanthi barokah saha idin saking Allah SWT. 6. Sugeng dipun pilih dening Allah SWT kangge nindakaken ibadah haji. Tansah syukur lan ndonga mugi-mugi ibadah haji ingkang barokah menika lancar mboten wonten alangan setunggal menapa.
7. Sugeng tindak Haji. Ganjaran kanggo nindakake kaji karo kabeh syarat ora kurang saka Surga! Muga-muga tekan omah kanthi slamet.
8. Sugeng Haji. Mugi-mugi Allah nampi ibadah haji panjenengan, ngapunten dosa-dosa panjenengan, lan paring rejeki kangge panjenengan sedaya.
9. Sugeng Haji. Mugi-mugi Allah tansah paring gampil dhumateng panjenengan sedaya satemah saged nindakaken rangkaian ibadah ing Tanah Suci kanthi khusyuk lan mboten wonten alangan setunggal menapa.
10. Sugeng Haji, (Pak/bu..(jeneng)). Mugi-mugi donga panjenengan kabul lan tansah pikantuk pangayoman saking Allah SWT. 11. Sugeng tindak haji. Insya Allah lelampahan panjenengan kebak amal ingkang kathah lan dipun tampi, lan panjenengan pikantuk berkah ing donya lan akhirat.
12. Sugeng tindak haji. Muga-muga perjalanan menyang Mekah lancar tanpa alangan. Tetep semangat lan tansah eling marang Allah SWT.
13. Muga-muga Gusti Allah paring keslametan lan kekuatan kanggo nindakake kaji kanthi sampurna tanpa dosa. Aku ndedonga supaya berkahe bakal nuntun sampeyan.
14. Sugeng Haji! Muga-muga kaleksanan rukun Islam kang kaping lima dadi wiwitaning urip kang barokah. Mugi-mugi Allah paring kalancaran ibadah haji.
15. Sugeng Haji! Mugi-mugi sedaya donga ingkang dipun aturaken ing Tanah Suci saged kabul dening Allah SWT.
16. Sugeng Haji! Muga-muga implementasi rukun Islam sing kaping lima dadi awal urip sing berkah. Mugi-mugi Allah SWT paring kelancaran ibadah haji. 
17. Sugeng Haji, mugi-mugi tansah pikantuk amal kasaenan ingkang kathah lan dados Hajah ingkang mabrur, Allah pasti tresno.
18. Sugeng Haji. Muga-muga kita bisa nindakake kanthi kebak khidmat, lan dadi amal sing bener kanggo sampeyan lan kulawarga.
19. Sugeng Nderekaken Haji. Mugi-mugi panjenengan tekan ing papan ingkang dipun tuju kanthi slamet lan mugi-mugi bali menyang tanah air gampang. Mugi Allah SWT tansah paring pangayoman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sungai Wangan Aji di Wonosobo

Sungai Wangan Aji merupakan saluran air dan irigasi di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, sungai ini bermula mengalir dari cabangan sungai serayu di kecamatan garung yang mengalir sampai sungai magung di kecamatan wonosobo. Sungai Wangan Aji melewati wilayah Kali kuning, Penampelan, Klesman, Kongsi, Bumen, Krasak, Kalianget, jlegong, pager kukuh dan ber akhir di Sidojoyo Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo. Pada musim hujan, keadaan tingginya curah hujan yang datang dan aliran air yang tersumbat sampah, serta berdirinya bangunan liar di atas bantaran atau saluran sungai menyebabkan sungai ini banjir, yang pada waktu dulu terjadi di Kecamatan Mojotengah (Desa Blederan dan Kelurahan Kalianget) serta menggenangi ruas jalan utama Wonosobo–Dieng.

Sedikit Mengenal Bima, Tokoh Pewayangan Jawa Yang Gagah Bijaksana

Dalam pewayangan Jawa, Bima digambarkan memiliki sifat gagah berani, teguh, kuat, tabah, patuh, jujur dan bijaksana serta menganggap semua orang sama derajatnya, sehingga dia digambarkan tidak pernah menggunakan bahasa halus (krama inggil) ataupun duduk di depan lawan bicaranya. Bima melakukan kedua hal ini (bicara dengan bahasa krama inggil dan duduk) hanya ketika menjadi seorang resi dalam lakon Bima Suci, ketika dia bertemu dengan Dewaruci. Bima mahir bermain gada, serta memiliki berbagai macam senjata, antara lain: Kuku Pancanaka, Gada Rujakpala, Alugara, Bargawa (kapak besar), dan Bargawasta. Sedangkan jenis ajian yang dimilikinya antara lain: Aji Bandungbandawasa, Aji Ketuglindhu, Aji Bayubraja dan Aji Blabak Pangantol-antol. Bima juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu: Gelung Pudaksategal, Pupuk Jarot Asem, Sumping Surengpati, Kelatbahu Candrakirana, ikat pinggang Nagabanda dan Celana Cinde Udaraga. Sedangkan beberapa anugerah dewata yang diterimanya antara lai...

Cerita Kisah Legenda Kelahiran Lakon Bima Bungkus

Kelahiran putra kedua Prabu Pandu Dewanata dan Dewi Kunti menyelimuti Istana Hastinapura dengan kecemasan mendalam ketika sang bayi lahir terbungkus selaput plasenta gaib yang luar biasa kuat. Tidak ada sebilah keris, tombak, maupun senjata pusaka mana pun di kerajaan yang mampu merobek wujud Bima Bungkus tersebut. Atas petunjuk Begawan Abiyasa, sang bayi akhirnya diasingkan ke Hutan Mandalasara, dibiarkan bertapa menanti kehendak para dewa hingga bertahun-tahun lamanya. ​Keberadaan bungkus gaib di tengah hutan sempat dimanfaatkan oleh Patih Sakuni dan para Kurawa. Dengan dalih ingin membantu memecahkan selaput tersebut, Kurawa justru berniat berniat jahat memusnahkan sang bayi. Namun, alih-alih hancur, setiap sabetan senjata dan godam para Kurawa justru berbalik memantulkan energi dahsyat yang membuat mereka lari berhamburan dalam keadaan babak belur. ​Keheningan hutan berakhir saat Kahyangan Jonggring Saloka bergetar hebat akibat aura pertapaan sang bayi dari dalam selaputnya. Batar...

Kehidupan Di Kota Yang Seakan Tak Pernah Tidur

Ketika matahari mulai muncul di ufuk timur, sebuah kota besar sudah lebih dahulu terbangun. Jalan-jalan yang lebar dipenuhi kendaraan yang berlalu-lalang tanpa henti. Suara klakson, deru mesin, langkah kaki para pekerja, dan hiruk-pikuk aktivitas manusia menjadi musik sehari-hari yang tak pernah benar-benar berhenti. Bagi seseorang yang berasal dari desa, kehidupan kota terasa seperti dunia yang berbeda. Di desa, pagi hari biasanya diiringi suara ayam berkokok, kicauan burung, dan udara yang masih segar. Namun di kota, pagi datang bersama kesibukan yang sudah dimulai sejak dini hari. Orang-orang berjalan cepat, seakan waktu selalu mengejar mereka. Gedung-gedung tinggi menjulang ke langit. Lampu-lampu kota yang menyala pada malam hari membuat suasana tampak hidup selama dua puluh empat jam. Berbagai fasilitas tersedia hampir di setiap sudut kota. Rumah sakit besar, pusat perbelanjaan modern, sekolah dan universitas ternama, tempat hiburan, restoran, hingga transportasi yang terus berope...

Sepenggal Cerita Legenda Jaka Tarub dan Nawang Wulan

Legenda Jaka Tarub dan Nawang Wulan ialah salah satu cerita rakyat Jawa yang cukup termasyhur. Cerita ini tidak hanya menyampaikan dongeng romantis tentang manusia dan bidadari, tetapi juga terikat dengan asal-usul silsilah raja-raja Jawa dalam naskah Babad Tanah Jawi. ​Di sebuah desa di kawasan Jawa Tengah, hiduplah seorang pemuda tampan, gagah, dan pandai berburu bernama Jaka Tarub. Ia tinggal bersama ibu angkatnya, Mbok Rondo Tarub, yang merawatnya dengan penuh kasih sayang sejak kecil. ​Suatu hari, Jaka Tarub pergi jauh menembus belantara hutan untuk berburu burung dan menjangan. Karena tak kunjung mendapatkan buruan hingga menjelang sore, ia berjalan makin jauh mendekati sebuah telaga tersembunyi. Saat mendekat, ia mendengar suara gemericik air dan tawa riang. Dari balik semak-semak, Jaka Tarub terpana menyaksikan tujuh bidadari indah yang turun dari kayangan untuk mandi di telaga. ​Terpikat oleh paras cantik mereka, timbul niat buruk dalam diri Jaka Tarub. Secara sembunyi-sembuny...

Pesona Cucak Rowo Yang Merdu Kicaunya dan Menjadi Legenda

Burung Cucak Rowo (Pycnonotus zeylanicus), atau yang sering disapa dengan sebutan Cucakrawa, merupakan salah satu spesies burung kicau dari suku Pycnonotidae (cucak-cucakan) yang paling termasyhur di Asia Tenggara. Dikenal lewat suaranya yang khas, nyaring, dan menggema, burung ini memiliki tempat istimewa di kalangan pecinta burung berkicau (kicau mania). ​1. Ciri Fisik dan Karakteristik Visual ​Cucak Rowo memiliki ukuran tubuh sedang hingga cukup besar untuk ukuran burung pengicau, yakni sekitar 26–30 cm. Karakteristik utamanya mudah diidentifikasi lewat fitur-fitur berikut: ​>Kepala: Bagian mahkota dan pipi berwarna jingga kecokelatan atau kekuningan yang mencolok. ​>Tubuh: Punggung berwarna cokelat zaitun dengan garis-garis putih tipis. Dadanya bergaris-garis kelabu bercampur putih, sementara bagian perut berwarna abu-abu pucat dengan penutup tungging berwarna kuning. ​>Mata dan Paruh: Memiliki strip hitam tebal melintasi mata hingga ke pangkal paruh yang berwarna hitam ta...