Di balik rimbunnya pemandangan alam dan udara sejuk Kabupaten Wonosobo, tersimpan berbagai situs bersejarah yang menyimpan kisah panjang akulturasi budaya dan perjalanan masyarakat lokal. Salah satu situs yang memuat nilai sejarah tinggi adalah Bong China (Bong Cino) Jlegong, yang berada di kawasan Jlegong, Pagerkukuh, Wonosobo.
Kompleks pemakaman Tionghoa ini bukan sekadar area peristirahatan terakhir, melainkan sebuah penanda historis mengenai keberadaan dan kontribusi etnis Tionghoa dalam dinamika sosial-ekonomi masyarakat Wonosobo sejak era kolonial.
Secara etimologi masyarakat Jawa/Tionghoa lokal, kata "Bong" merujuk pada kuburan atau pemakaman Tionghoa. Pemakaman di Jlegong ini diisi oleh makam-makam Tionghoa dari berbagai latar belakang kepercayaan, baik Konghucu, Kristen, maupun ajaran tradisional Tionghoa lainnya.
Secara arsitektural, makam-makam kuno di Bong Jlegong memiliki ciri khas bangunan pemakaman Tionghoa (Bongpai):
• Bongpai (Nisan Batu): Berupa batu nisan besar berukir aksara Tionghoa yang mencatat nama almarhum, nama keluarga/marga, serta tanggal kelahiran dan wafat.
• Bongswa & Tanganan: Arsitektur tembok melengkung di sekitar gundukan tanah yang membentuk perlindungan dan ruang penghormatan sesuai dengan tradisi Feng Shui masyarakat Tionghoa.
Meskipun sebagian kawasan pemakaman tua kini tampak tenang dan tertutup vegetasi, Bong China Jlegong sering menarik perhatian para penggiat sejarah, peneliti budaya, maupun pencinta fotografi heritage:
• Cagar Budaya Unofficial: Menjadi sarana untuk mempelajari kebudayaan Tionghoa perantauan (Chinese Diaspora) di wilayah pedalaman Jawa Tengah.
• Refleksi Keberagaman: Menjadi wujud nyata nilai toleransi serta keterbukaan warga Wonosobo terhadap perbedaan budaya sejak ratusan tahun lalu.
• Lokasi: Dusun Jlegong, Kelurahan Pagerkukuh, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
• Akses: Berada tidak jauh dari pusat Kota Wonosobo (akses masuk dari arah Jalan Kiai Walik).
Keberadaan Bong Cino di Jlegong merekam perjalanan panjang kehadiran etnis Tionghoa yang telah membaur harmonis dengan masyarakat Wonosobo. Selain makam keluarga perseorangan, di kawasan Jlegong ini juga tersimpan memori kolektif lokal terkait masa pergerakan nasional dan peristiwa pasca-kemerdekaan.
Di area pemakaman ini, terdapat jejak sejarah lisan masyarakat mengenai makam bersejarah yang menjadi bagian dari cerita perjuangan lokal serta harmoni kemanusiaan di tanah Wonosobo.

Komentar